Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab - 25 Cowok Nggak Bertanggung Jawab.


__ADS_3

Gemerlap lighting di sebuah club malam dengan dentuman musik yang memekkan telinga, tubuh - tubuh meliuk liar mengikuti musik dari DJ di panggung utama.


Di salah satu meja Dimas sedang mendengarkan Alan sang sahabat yang sedang galau.


"Gue akui Dim! Sejak awal gue gada perasaan sama Sabrina, gue iyain ajakan dia pacaran karena gue pengen lupain perasaan gue sama Dara! Selama ini.... itu lah yang gue pikir, Dim! Gue setengah hati pacaran dengan Sabrina... t-tapi... lu tau malam kemarin saat dia pergi dengan marah dan menangis, hati gue sakit... sakit banget! Pas dia nolak ketemu gue, bahkan menarik nafas aja sakit, sesak dada gue..." Alan menghela nafas sesak lalu meminum wiski di tangan nya.


"Itu artinya lu cinta sama Sabrina tapi lu belum sadar selama ini," Dimas menepuk - nepuk pundak sahabat nya dengan sabar. "Lan, Sabrina datang."


Pandangan Alan berpaling dari gelas wiski ke arah pintu masuk club, benar saja tubuh tinggi Sabrina dengan rambut kemerahan langsung terlihat.


"Dia datang? Apa gue lagi mimpi? Kemarin di telepon dia minta gue jauhin dia sementara, dia benar - benar engga mau ketemu gue, Dim!" Alan terperangah lebih ke excited.


"Mulai sekarang lo harus jujur dengan perasaan lo, Lan! Gue cabut ya! Good luck!" Dimas bangkit dari duduk, mengayunkan kaki mendekati Sabrina yang berjalan ke arah meja mereka.


"Gue pergi ya, Sab. Jaga temen gue, jangan lama - lama marahan. Alan cinta banget sama kamu." Ujar Dimas pada Sabrina lalu pergi.

__ADS_1


Sebelum Sabrina duduk Alan sudah berdiri, "Kamu datang, maaf aku kesini engga bilang dulu sama kamu," dengan gugup Alan mencoba menarik tangan Sabrina syukurnya Sabrina tak menampik nya seketika ia tersenyum senang.


"Kenapa senyum-senyum?" Sabrina tau kenapa Alan tersenyum tapi ia hanya ingin memulai pembicaraan.


"Sayang, maafin aku ya. Aku salah, selama ini aku nggak pernah menghargai kamu. Aku akan membatasi pertemanan ku sama Dara, kalau kamu tidak suka. Dan mengenai aku adalah mantan suami Dara, aku juga akan men-klarifikasi semuanya pada teman sekantor mu jika itu perlu." Janji Alan.


"Duduk," Sabrina duduk menarik Alan bersama nya.


"Kamu mau maafin aku?"


"Tunggu, sayang. Aku... aku belum pernah mengatakan aku cinta sama kamu, kan? A-aku mencintaimu Sabrina dengan setulus hatiku... jadi jangan minta berpisah." Alan memotong ucapan Sabrina ia takut akan kehilangan wanita itu.


Sabrina tersenyum, "Siapa yang ingin berpisah, aku bilang tadinya aku masih pengen marah sama kamu tapi sekarang aku hanya ingin kita lebih saling menghargai untuk ke depan nya dan juga saling mencintai."


"Sabrina, sayang... terima kasih." Alan menarik tubuh Sabrina memeluknya erat.

__ADS_1


*****


Pulang dari Perusahaan Dara terpaksa memakai ojeg online karena ia tidak membawa mobil murah nya ke kantor gara - gara Deris menjemputnya tadi pagi.


"Cowok nggak bertanggung jawab! Diantar tapi nggak dijemput!" gerutu Dara lalu tiba - tiba dia menggetok kepalanya sendiri karena dia lah yang melarang Deris datang ke Perusahaan pas laki - laki itu menelepon tadi.


"Sampai juga, makasih Bang." Dara memberikan uang selembar uang berwarna biru setelah turun dari motor. "Kembalian nya buat abang aja."


"Makasih, Neng..." sumringah Bang ojeg.


"Ganteng juga bang kalau senyum," canda Dara.


"Ekhm, engga mau masuk?" Deris tiba - tiba nongol di belakang Dara. Wanita itu berbalik ke belakang.


Ngagetin aja! Nih orang ngapain di rumah gue?!

__ADS_1


Dara hanya melongo menatap Deris begitu santai nya berdiri dengan kedua tangan bersedekap, seolah seorang suami yang memang sedang menunggu istrinya pulang kerja.


__ADS_2