Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab - 49 Setiap Orang Berhak Mendapatkan Kesempatan Kedua.


__ADS_3

Setelah Abel sehat, pernikahan secara agama diadakan lebih dulu untuk Dara dan Deris di Bali sebelum pulang ke Jakarta.


Malam itu mereka mengadakan resepsi sederhana di satu ruangan di hotel, bahkan Dimas sengaja datang ke kamar Dokter Delima untuk mengundang sang Dokter wanita muda yang telah menolong Abel melakukan penanganan darurat.


"Lihat sayang, Dimas ganjen banget. Tertawa nggak berhenti terus melancarkan rayuan nya," Deris menyenggol lengan Dara yang sedang memegang segelas sampanye.


Dara juga sudah melihat kelakuan salah satu sahabatnya itu, baru kali ini ia melihat Dimas begitu tertarik pada seorang wanita. "Apa selama aku tidak ada, Dimas nggak ada cewek?"


"Nggak ada, jadi aku sangat yakin sekarang dia serius suka sama Dokter Delima," sahut Deris.


"Kalau begitu biarkan dia," ujar Dara ia ikut senang sahabatnya menyukai seorang wanita.


"Ah ya, aku nggak bisa kembali dulu ke Jakarta. Aku harus pergi ke Vietnam, semua barang-barang ku ada disana." Dara menggenggam tangan lelaki yang kini sudah berstatus suaminya, membujuk Deris agar mengijinkan.


"Tapi Rocky bilang dia yang akan membereskan semua barang-barang mu dan mengirimnya ke Jakarta." Tolak Deris, ia tidak mau ditinggalkan Dara lagi.

__ADS_1


"Deris, aku juga mempunyai kehidupan selama tiga tahun ini. Aku punya teman-teman, kenangan dan juga aku harus berpamitan dengan Rocky secara benar. Bagaimana pun selama empat tahun ini dia yang selalu menjagaku."


"Kalau begitu aku akan ikut denganmu, jadikan perjalanan ke Vietnam menjadi honeymoon kita. Setelah pulang ke Jakarta mari lakukan resepsi besar - besaran," ujar Deris membuat keputusan.


"Ayah dan Ibumu pasti syok?"


Deris mengangkat bahunya tak perduli, sudah sejak lama ia tak menganggap mereka orang tuanya lagi begitu juga kakaknya yang sudah keluar dari rumah dan mempunyai rumah sendiri tak lagi bersama orang tua mereka.


"Aku dengar kak Darwin menceraikan Mawar setelah kejadian yang terjadi padaku?"


Mata Dara membulat, ia hanya tau jika Bu Inara akan melakukan pelajaran tambahan untuk Abel dari penuturan Bu Inara sendiri padanya sungguh tak menyangka kak Darwin akan menyukai wanita lagi selain kakaknya. Ia tiba - tiba tersenyum, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua termasuk kak Darwin.


"Sayang... ayo secepat nya punya anak 3."


"Astaga, kita baru saja menikah dan kamu sudah meminta anak 3!" Dara memekik kaget.

__ADS_1


Suara keras Dara terdengar semua orang yang sedang fokus dengan perbincangan di kursi mereka bersama pasangan. Mereka menoleh pada sepasang pengantin, dan akhirnya tertawa bersama.


"Itu bisa terjadi mendapatkan tiga anak sekaligus, jika tak bisa alami bisa melalui tindakan medis." Ujar Dokter Delima ikut bicara di perjamuan itu.


"Nggak boleh! Aku nggak mau punya adik! Nanti Abel nggak disayang lagi!" gadis kecil itu cemberut.


Dara dan Deris saling bersitatap mendengar protes dari mulut Abel.


"Mama nggak bakal kayak gitu, Abel tetep anak pertama Mama dan Mama sama Om Deris bakal tetep sayang Abel." Jawab Dara.


Wajah Abel masih terlihat tak rela tapi akhirnya gadis kecil itu mengangguk lalu turun dari kursinya mendekati Dara. "Abel akan selalu menganggap Mama Dara Ibu kandung Abel, sampai kapanpun nggak ada yang bisa gantiin Mama. Abel juga mengijinkan Mama punya anak dari Om Deris, Abel akan jadi anak baik. Abel janji..."


Dara terharu, ia memeluk putri kecilnya yang kini sudah beranjak besar dengan pemikiran yang juga bijak. "Mama bangga sama Abel, Mama akan terus menyayangi Abel seperti putri Mama sendiri."


Semua orang terharu melihat pemandangan itu, Deris berdiri dari kursinya lalu memeluk istri dan sang keponakan dengan wajah bahagia.

__ADS_1


__ADS_2