Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab - 31 Tiga Puluh Satu.


__ADS_3

Hari - hari selanjutnya sangat membahagiakan untuk Deris karena Dara semakin menerimanya menjadi orang terdekat wanita itu lagi setelah Deris meyakinkan Dara jika hubungan nya dengan Feli benar - benar sudah usai.


Namun... sekali lagi kebahagiaan selalu terenggut dari hidup Dara. Disaat dia sedang jatuh cinta kembali pada Deris karena sikap penuh perhatian lelaki itu tiba - tiba Abel menghilang dari sekolah.


"Apa maksud Anda mengijinkan orang itu membawa anak saya! Sekolah harusnya bertanggung jawab karena memberikan sembarangan tanpa konfirmasi pada orang tuanya!" teriak Dara emosi pada Guru di taman kanak-kanak.


"Maaf, Bu. Nyonya tadi bilang dia adalah Nenek Annabel, saya mohon maaf. Apalagi Nyonya yang membawanya adalah istri dari walikota, saya tidak bisa berbuat apapun." Guru itu menunduk menyesal.


Dara menarik rambutnya frustasi, dia menelepon Deris. "Der, anak kak Dira dibawa Ibumu! Seperti katamu, bagaimana pun kita menyembunyikan Abel, orang tuamu sepertinya bisa mengetahuinya! Aku sedang menuju ke rumah orang tuamu, aku akan mengambil anakku kembali!" tanpa menunggu jawaban dari Deris ia mematikan sambungan dan segera bergegas menuju kediaman orang tua Deris.


Dengan mengebut Dara akhirnya sampai di depan gerbang kediaman rumah besar walikota, ia turun dari mobil karena akses masuk tertutup gerbang tinggi.


"Siapa kamu?" seorang sekuriti mendekati Dara dari dalam gerbang tanpa membuka gerbang.


"Saya mau masuk, katakan saya Dara Ibu dari anak yang majikan kamu culik!" teriak Dara.


Si sekuriti mendekatkan walkie talkie ke mulutnya dan mulai bicara, Dara menggebrak - gebrak gerbang besi yang begitu kokoh.


"Hei kalian! Aku tau kalian bisa lihat aku dari Cctv! Buka gerbang dan kembalikan anakku!"


"Siapapun yang menyentuh putriku, tak ada ampun...!!!"

__ADS_1


"Aku akan membakar rumah ini kalau kalian nggak balikin anakku!!"


"Buka!!!"


Tiitttttt....


Tiga mobil datang berbarengan, Dara melihat ke arah belakang itu Deris dan Alan serta Dimas. Tadi Dara menelepon Dimas dan Alan saat di perjalanan, bagaimanapun dia membutuhkan banyak bantuan.


BRAKKK


"Sialan!!!" umpat Deris.


Deris melotot pada sekuriti, "Buka! Bilang pada Ibuku aku datang!"


"Tapi Tuan muda Deris, saya dilarang membuka gerbang."


"BUKA...!!!" teriak Deris.


Sekuriti itu akhirnya membuka gembok di gerbang secara otomatis gerbang pun terbuka. Dara berlari masuk meskipun jarak gerbang pada pintu depan rumah lumayan jauh, Alan dan Dimas serta Deris ikut berlarian.


Di depan pintu rumah, pria - pria berpakaian hitam seperti bodyguard sekali lagi menghalangi pintu. Namun, mereka tidak tau siapa yang mereka hadapi.

__ADS_1


Tanpa ragu - ragu, Dara menghajar lebih dulu orang - orang berpakaian hitam itu, dibantu ketiga laki-laki yang bersamanya. Mantan - mantan preman saat sekolah, akhirnya beraksi lagi namun kali ini bukan saling menyerang tapi Deris, Alan serta Dimas satu tujuan mendukung Dara.


BRAKKK


Dengan sekuat tenaga Dara dibantu Deris mendobrak pintu sampai terbuka.


"Abel! Mama datang!!!"


"Mama!" teriak Abel dari atas tangga, Abel meronta dari pelukan Mawar istri sah Darwin.


"Anak ini adalah putri suamiku! Aku dan Mas Darwin setuju akan mengambil anak ini secara sah melalui hukum! Kamu nggak ada berhak, kamu hanya bibi anak ini!" teriak Mawar.


"Jangan harap kamu bisa menyembunyikan lagi cucuku! Wanita kurang ajar! Selama bertahun - tahun kamu menyembunyikan cucu keluarga Sagantara!" Nyonya Tiara berkacak pinggang diatas tangga sana.


"Mama! Tau diri jadi orang! Kalian yang dulu memisahkan kak Darwin dan kak Dira! Sekarang Mama ingin mengakui anak kak Dira! Tak tau malu!" Deris geram.


"Ada apa ini?!" Darwin yang juga di telepon oleh Deris segera pergi dari Perusahaan dan bergegas pulang.


"Sayang, ini anak kita. Iya kan? Ini anakmu, berarti aku ibunya kan?" Mawar tersenyum seperti orang gila, selama lebih dari 8 tahun tidak bisa mempunyai anak membuatnya frustasi dan kini ia mempunyai kesempatan memperbaiki pernikahan meskipun harus dengan mengakui anak dari wanita lain yang ia benci.


Aku harus mendapatkan anak yang lahir dari si ja lang Dira ! Aku harus mengambil kembali hati suamiku! Setelah itu, aku bisa menyakiti anak ini menggantikan Ibunya yang telah membuat pernikahan ku dengan Darwin berantakan! Batin Mawar dengan pikiran paling buruk.

__ADS_1


__ADS_2