Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab - 28 Kamu Masih Mempunyai Kekasih.


__ADS_3

Hampir satu jam Dara tertidur, saat matanya terbuka seketika ia turun dari ranjang mengingat Abel. Dara membuka pintu kamar dengan keras, setengah berlari keluar.


"Abe--"


Mulutnya seketika tertutup saat Deris menaruh jari telunjuknya di bibir, ia mengisyaratkan jika Abel sedang tidur di atas sofa. Deris sendiri sedang duduk di bawah, diatas karpet.


"Mana kamarnya? Biar aku pindahin," Deris berdiri mulai memangku tubuh kecil Abel.


"Abel sudah makan?"


"Aku delivery, itu punyamu ada di meja dapur."


Dara mengangguk, "Kamar nya sebelah sini."


Setelah sampai di dalam kamar, Deris membaringkan Abel di atas ranjang berukuran kecil keseluruhan kamar bernuansa serba merah muda.

__ADS_1


"Sudah, biar aku yang selimutin." Dara menarik selimut menutupi tubuh Abel. "Ayo keluar dan bicara." Ajak Dara seraya mengayunkan kakinya keluar kamar Abel.


Dara menuju ruang sofa, "Tunggu sebentar aku mau cuci muka sebentar, gak enak lengket."


Deris menurut dia duduk disana, menatap ponsel sudah hampir pukul 8 malam. Pasti Dara sebentar lagi mengusirnya, padahal ia masih ingin bersama wanita itu.


"Aku buatin kopi dulu." Rambut Dara yang tadi semrawut berantakan kini sudah disisir rapi dan wajahnya sudah sedikit segar.


"Oke."


Tak lama Dara membawa 2 cangkir kopi instan, dia menaruh satu tatakan dan cangkir di depan Deris. "Cuma kopi instan."


"Aku juga ingin bicara serius, tentang sikapku tadi padamu maafkan aku. Pikiran dan hatiku sedang labil, aku tak bermaksud manja padamu. Deris aku--"


Deris bangkit dari duduknya lalu tiba - tiba bersujud di hadapan Dara menekan kedua lututnya dilantai, ia menarik tangan Dara. "Aku nggak mau dengar apapun, kalau kamu hanya ingin mengatakan menolak ku. Dara, tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku memang tidak berjanji akan bisa membahagiakan mu namun setidaknya mari kita berusaha bersama-sama menjalani hubungan ini. Masalah keluargaku, aku tidak seperti ka Darwin yang bergantung pada Papa-ku. Sejak kamu meninggalkan ku, aku bekerja keras dalam study dan mendirikan perusahaan tanpa kekayaan dari orang tuanku sedikit pun. Mereka tak akan bisa mengendalikan ku, aku mohon terima aku."

__ADS_1


"Kamu sudah mempunyai kekasih, Deris. Aku nggak mau seperti kak Dira, kita related aja dengan kehidupan kak Dira dan kak Darwin. Mereka berakhir buruk, aku takut. Aku nggak ingin melukai Abel, dia putri kak Dira dan aku harus menjaganya seumur hidupku." Dara tak sadar mengatakan kebenaran pada Deris.


Dara terhenyak, dia menutup mulutnya tapi melihat respons Deris yang biasa saja ia bisa menduga Deris sudah mengetahui kebenaran nya. "Kamu sudah tau?"


"Ya, Alan sudah cerita semuanya. Maaf aku mengorek hidupmu, itu karena banyak hal ganjal yang aku engga ngerti. Kamu marah?" Deris sedikit takut kalau Dara akan marah padanya karena sudah lancang mengorek informasi pribadi Dara.


Dara menghela nafas panjang, mungkin ini lebih baik daripada selalu ketakutan jika kebenaran tentang Abel akhirnya terungkap.


"Jangan sampai keluarga mu tau, aku gak ingin Abel direbut dariku. Abel adalah anakku, mengerti!" Dara bersuara sedikit keras.


"Alan juga sudah bercerita karena ketakutan mu kehilangan Abel, kamu nggak ingin aku tau kebenarannya karena posisimu di mata hukum tidak kuat. Jadi, ayo kita bersama lalu menikah dan mengadopsi Abel menjadi putri kita. Ya?"


Dara menggeleng dengan cepat, "Urus lebih dulu keadaanmu, Der. Kamu bukan seseorang yang masih sendiri, kamu mempunyai kekasih. Jangan datang padaku dan memintaku untuk jadi pasanganmu kalau kamu masih mempunyai ikatan dengan orang lain. Aku nggak menutup hatiku, tapi aku juga nggak akan membukanya padamu dengan situasi mu sekarang." Tegas Dara.


Deris menarik nafas kasar, dia tau perkataan Dara benar. Sebelum ia memulai dengan Dara, ia harus membereskan seluruh urusan nya.

__ADS_1


"Baik, aku nurut apa katamu. Tapi kamu harus janji akan nunggu aku sampai aku selesai dengan semua urusanku, jangan berpaling pada lelaki lain misalnya Tommy. Aku tau dia menyukaimu dan bertekad akan mengejar mu. Dia sendiri yang mengatakan langsung padaku jika kami adalah rival cinta. Janji?"


Dara menatap mata Deris yang dipenuhi cinta untuknya, akhirnya ia mengangguk. Deris tersenyum menarik tangan Dara lalu mengecup punggung tangan wanita yang dicintainya itu.


__ADS_2