
Sudah hampir lima belas menit lebih Rocky menghilang entah kemana, Dara yang gusar berpamitan pada teman-temannya untuk mencari Rocky.
Baru saja menginjakkan kakinya masuk ke dalam lobby hotel, seseorang menabrak bahunya.
"Sorry!" ucap si pria yang menabrak Dara.
"Nggak masalah," Dara tersenyum ramah melihat wajah Asia dan menyangka itu orang pribumi.
"Sebagai permintaan maaf, aku akan membelikan mu minum Nona." Tawar pria itu.
"Tidak usah, aku sudah mempunyai kekasih," Dara memperlihatkan cincin tunangan di jari manisnya dengan Rocky 3 bulan lalu agar si pria tau dia sudah mempunyai pasangan dan tidak mendekatinya.
"Ah, sayang sekali. Kamu sangat cantik, mengingatkan ku pada kekasihku. Boleh tau namamu?" sekali lagi pria itu mengajak interaksi.
"Dira." Jawab Dara singkat.
"Mirip nama kekasihku, namanya Dara."
"Lalu kemana dia?"
"Dulu hilang, dia kini kembali... namun sepertinya dia sudah melupakanku." Deris menatap nanar pada Dara, mendengar penuturan dari lelaki bernama Rocky yang mengembalikan Abel sempat membuatnya marah bahkan menonjok Rocky. Namun setelah penjelasan Rocky tentang keadaan Dara selama 4 tahun ini menghilang, akhirnya Deris memutuskan tak ingin memaksa Dara untuk mengingat.
Flash Back Lima Belas Menit Lalu...
Deris beserta yang lainnya berlarian kesana kemari karena Abel menghilang, baru saja mereka berkumpul di lobby setelah kembali dari pencarian seorang lelaki menuntun Abel masuk.
"Abel...!!"
__ADS_1
Abel berlari memeluk Deris, "Om! Hiks... ada Mama Dara diluar. Abel yakin itu Mama!"
Pandangan Deris mengarah pada pria yang datang bersama Abel, sebelum bertanya ternyata lelaki itu berbicara terlebih dahulu.
"Kenalkan, namaku Rocky. Bisakah aku bicara dengan kamu, Deris."
Deris mengangkat alisnya karena merasa tak mengenali lelaki di hadapannya yang memanggil namanya dengan akrab.
"Maksudku, jika kalian mau kalian bisa ikut mendengar apa yang ingin aku katakan. Tapi, bisakah anak ini jauhkan dulu. Ini mengenai Dara, kalian--"
Bugh!
Baru saja nama Dara keluar dari mulut Rocky, bogeman tinju Deris mendarat di wajah lelaki itu. Deris menarik baju pantai milik Rocky, "Apa kau yang menculik Dara! Kau si ba jingan itu!"
"Kamu ingin aku menjelaskan di depan anak perempuan ini? Ini akan sangat menyakitkan saat mendengar keadaan Dara."
Deris menatap ke bawah melihat wajah sedih sang keponakan, ia menoleh pada Inara. "Bu Inara, bisakah Anda dan Sabrina membawa Abel masuk ke dalam kamar? Biarkan aku dan para lelaki bicara disini."
Deris mendorong tubuh Rocky ke atas sofa di lobby, lalu keempat pria itu duduk mengelilingi Rocky agar pria itu tak bisa kabur.
"Selama empat tahun keparatt! Empat tahun kau membawa Dara! Dimana dia?!"
Rocky mengeluarkan ponsel, dia sudah mewanti - wanita akan bertindak bagaimana ketika Dara ditemukan oleh Deris. Ia lalu memutar video yang disimpan saat Dara sakit mental, sewaktu wanita itu bertingkah seperti anak kecil.
Deris yang lebih dulu melihat video itu, ia menangkup jantungnya yang kesakitan saat melihat keadaan Dara yang seperti orang gila. "Tidak! Dara..." lirihnya.
"Dara koma selama hampir 10 bulan, dia seperti ini karena ada gumpalan darah pada otaknya ditambah traumatis yang menyerang dan mental nya lebih parah lagi. Dokter mengatakan meskipun operasi pengangkatan gumpalan darah berhasil, namun itu tidak menjamin ingatan Dara akan kembali. Jika kembali pun, traumatis nya juga akan kembali dan mentalnya akan terganggu lagi. Jadi, selama ini aku masih menyembunyikan Dara karena aku tak ingin Dara mengingat kembali kejadian menyakitkan dalam hidupnya."
__ADS_1
"Kau bohong! Ba jingan menji jikkan! Siapa kau sebenarnya? Apa maksud mu menculik Dara dari rumah sakit?!"
Rocky menoleh pada Darwin, "Kamu tidak mengenalku?"
Darwin yang sejak tadi diam saja akhirnya angkat bicara, dia tentu saja mengenal Rocky karena pernah berkelahi dulu saat memperebutkan Dira.
"Kamu Rocky, pria yang dulu mengatakan mencintai Dira. Tapi kenapa kamu menculik Dara? Dia tidak ada urusan apapun denganmu."
"Awalnya saat aku mendengar kamu mengkhianati Dira dengan menikahi wanita lain dan akhirnya Dira meninggal, aku ingin balas dendam pada keluargamu. Namun setelah melihat keadaan Dara, aku hanya ingin menjaga adik dari Dira wanita yang pernah aku cintai. Tapi kini, aku mencintai Dara, kami adalah sepasang kekasih sekarang--"
Bugh!
Sekali lagi Deris meninju wajah Rocky, Alan dan Dimas menahan tubuh Deris yang bahkan terus memberontak. "Dara milik gue! Dara milik gue!" Deris histeris.
"Tahan, Der! Kita harus tau keadaan Dara! Kita sudah beruntung bisa menemukan Dara! Jangan begini! Jangan egois! Sekarang yang lebih penting adalah Dara!"
Tubuh memberontak Deris akhirnya terkulai lemas, membayangkan keadaan Dara yang memprihatikan membuatnya seketika menangis.
"Berapa lama keadaan parah Dara sebelum di operasi?" tanya Alan.
"Kurang lebih 3 bulan, Dara melakukan operasi dan masa pemulihan selama hampir 1 bulan di rumah sakit. Kini sudah 3 tahun Dara hidup dengan normal, tapi jika dia mengingat sedikit saja tentang masa lalunya sakit kepala nya akan kambuh. Dokter mengatakan harus berhati - hati, jangan memaksakan ingatan apapun pada Dara."
Semua orang terdiam, termasuk Deris yang masih belum bisa menerima penjelasan dari Rocky karena baginya lelaki brengsek itu yang menculik Dara masih bersalah dimatanya.
"Lihat! Dara datang menuju kesini! Terserah kalian ingin bersikap seperti apa! Tapi menurutku jika ingin dekat dengan nya, kalian harus berpura-pura tidak mengenalnya." Ucap Rocky melihat dari jendela besar Dara diluar menuju pintu masuk hotel.
Keempat pasang mata saling melirik lalu menatap ke arah Dara diluar sana, akhirnya mereka mengangguk setuju dengan ucapan Rocky.
__ADS_1
"Aku akan lebih dulu mendekat! Kamu jangan menghalangiku!" Deris menatap benci Rocky meskipun ia bersyukur dengan keadaan Dara yang terlihat sehat sekarang.
Flashback Lima Belas Menit Lalu OFF.