
Deris segera dirawat kembali dengan ditemani Dara yang duduk di sofa di dalam ruangan rawat VIP. Dara terus memeriksa jam di ponsel pasalnya belum menelepon s bibi tetangga rumah yang selalu menjaga Abel kalau dia sedang bekerja dengan bayaran di setiap ia gajian. Itu pun hanya mengurus Abel di rumah tanpa mengantar jemput sekolah karena si bibi harus menjadi buruh cuci dari pagi sampai siang hari di rumah keluarga kaya.
Deris melihat kegelisahan Dara, "Ada apa? Sejak tadi kamu gelisah."
"Aku harus pulang, anakku hanya sama bibi pengasuh. Kamu nggak apa - apa aku tinggal? Mungkin Ibumu juga sebentar lagi datang, aku nggak mau ada keributan." Jawab Dara.
"Kalau begitu pergilah. Dara, boleh aku menelepon mu nanti?" tanya Deris ragu - ragu.
"Aku akan bayar biaya rumah sakit dan yang lainnya, aku pergi." Dara tidak mengiyakan, dia berbalik pergi.
Deris menghela nafas panjang, "Apa masih ada sedikit saja rasamu untukku, Dar? Aku nggak perduli dengan masa lalu mu dan Alan, bagaimana kamu dulu menyakitiku dengan meninggalkan ku. Aku hanya ingin memilikimu saat ini," lirih Deris.
__ADS_1
Tok
Tok
Pintu kamar terbuka, Ibu dan Kakak Deris datang. Deris terkejut, apa barusan diluar keluarganya berpapasan dengan Dara?
"Kenapa kayak terkejut gitu? Mana wanita itu? Bukan nya tadi kalian pergi bareng," tanya Darwin mata lelaki itu merotasi ruangan, tadi saat Deris menelepon jika dia dirawat kembali seketika Darwin mengajak sang ibu pergi dari kantor polisi untuk segera ke rumah sakit, Darwin ingin bertemu dengan adik dari Dira.
"Hah? Aku? Nggak!" elak Darwin, ia berhati - hati karena ada Ibunya disana.
"Apa maksud kamu dia adalah kekasih kamu dan kalian hanya sedang bertengkar?! Kamu mengkhianati Feli? Awas aja kalau kamu putus dengan Feli, dia adalah putri dari Pak Marwan yang sebentar lagi akan mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Jangan macam - macam kamu!" bentak sang Mama menatap tajam Deris.
__ADS_1
Deris berdecak kesal, jika bukan karena dia menuruti keinginan sang Mama dia akan betah men-jomblo menunggu kemungkinan bertemu lagi dengan Dara. Kini, dia sudah mempunyai kesempatan bertemu Dara kembali, apalagi Dara single. Baginya tak masalah jika Dara single parent dan sudah mempunyai anak ia akan menganggap putri Dara anaknya sendiri.
"Sepulang dari rumah sakit Deris memang berniat putus dengan Feli, selama ini Deris sudah berusaha mencintai Feli tapi Deris nggak bisa. Sudah sejak lama hati Deris dicuri seorang wanita, maaf Mah... tapi jangan tekan dan paksa Deris untuk melanjutkan hubungan dengan Feli atau rumah tangga kami akan hancur seperti Kak Darwin yang kerjaan nya setiap hari hanya bertengkar dengan Kak Mawar." Ujar Deris dengan tekad yang kuat.
"Kamu! Deris kamu!" sang Mama menunjuk wajah putra bungsunya.
"Udah Mah, biarkan Deris dengan hidupnya. Perkataan Deris benar, aku dan Mawar selalu bertengkar setiap hari mungkin karena aku dihukum dulu menyuruh Dira aborsi, lihat yang terjadi pada pernikahanku dan Mawar?! Sampai sekarang kami tidak bisa punya anak! Sudah jelas aku nggak mandul karena Dira hamil anakku, sampai kini aku masih menyesali perbuatanku pada Dira. Dia meninggal dalam pendarahan bersama anak kami!" Ujar Darwin sedih, lelaki itu mendapat kabar Dira resign dari Perusahaan saat akan melahirkan. Dia selama ini tau jika Dira mempertahankan anak mereka namun dia selalu mengacuhkan wanita itu. Sampai kabar pun datang tentang Dira yang meninggal di meja operasi bersama anak yang tidak bisa diselamatkan.
"Diam! Kenapa kau membahas wanita ja lang pengganggu rumah tangga orang itu! Sudah baik wanita itu mati! Kalau dia masih hidup dan masih mengganggumu, Mama akan penjarakan dia!" bentak Nyonya Tiara.
"Disini Darwin yang salah, aku yang mengemis cinta pada Dira. Dia bahkan ingin pergi dariku, tapi aku mengancam akan mati di hadapan nya! Aku yang salah! Anakmu ini yang gila, Mah! Setelah kematian nya, setiap aku menyentuh istriku aku merasa ji jik pada diriku sendiri. Hatiku mati dengan kepergian nya Dira, aku sadar dia lah wanita satu - satunya yang aku cintai." Bulir - bulir air mata terjatuh dari mata Darwin, tangan nya meremas jantung nya yang terasa sakit.
__ADS_1
Deris terhenyak mendengar cerita hidup sang kakak, dia tak menyangka dibalik dingin nya sikap sang kakak pada kakak iparnya karena ada wanita lain dalam hati sang kakak, bahkan wanita yang sudah meninggal.