Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab - 18 Apa Maksud Putrimu Memanggil Paman Pada Alan?


__ADS_3

Deris tiba - tiba mengingat perkataan Abel sekilas tadi. Tunggu! Aku tadi mendengar Abel memanggil Paman pada Alan, apa maksudnya?!


"Dara, apa maksudnya?" lidah Deris tak bisa ditahan.


"Apanya... maksud kamu?" Dara jelas tak mengerti mengerutkan kening nya.


"Apa maksud putrimu memanggil Paman pada Alan? Bukankah Alan papa Abel?"


Seketika Dara berwajah pucat dan salah tingkah, wanita itu memainkan jari - jari nya. Deris menatap tajam mata Dara, benar saja wanita itu mengalihkan tatapan tak ingin beradu pandang dengan dia.


"Dara? Kamu sedang gugup?" selidik Deris.

__ADS_1


Dara menggeleng dengan cepat, "A-aku hanya nggak terbiasa bawa masuk cowok di jam malam gini."


"Nggak masukin cowok di jam malam? Jadi kalau siang - siang sering?" ada nada cemburu dalam suara Deris.


Dara menghela nafas lega, sepertinya pengalihan topik nya berhasil. "Ya kalau siang - siang, misalnya kalau aku pulang kerja sore ada tukang gas masuk gantiin gas kalau abis, tukang galon, tukang ledeng__"


"Stop, Dara. Aku ngerti." Deris menepuk - nepuk dada nya yang tiba - tiba kesal sendiri.


"Oke maaf, aku banyak melenceng dari pembicaraan yang ingin aku katakan. Intinya aku meminta maaf atas kejadian yang menimpa kak Dira, aku tak membenarkan kelakuan keluargaku. Aku minta maaf hanya untukku, karena saat kamu kehilangan satu - satunya keluargamu aku nggak ada buat kamu. Malam itu kan kak Dira meninggal, malam kita berada di kamar hotel? Kamu berlari pergi meskipun aku terus memanggil mu, namun kamu pergi begitu saja. Saat itu aku menyesali kenapa aku harus mengajak mu tidur bersama membuatmu meninggalkan ku, tapi setelah mengetahui semua alasan - alasan mu seperti kamu hamil anak Alan dan kakakmu yang meninggal. Itu cukup untuk bagiku memahami kamu dalam posisimu saat itu."


Dara memilin kedua tangan nya, rahasia tentang Abel ingin sekali memberitahukan pada Deris namun hatinya belum bisa mempercayai lelaki itu. Bagaimana pun Deris adalah keluarga Darwin, dia tak ingin Abel diambil paksa darinya apalagi selama lima tahun dia menyelidiki keluarga Deris dan dia mengetahui jika Darwin dan istrinya belum juga dikarunia seorang anak.

__ADS_1


"Kamu nggak salah sedikit pun padaku, Der. Aku memang sangat membenci keluargamu tapi aku nggak benci kamu. Aku memilih meninggalkan mu waktu itu karena__"


Karena aku nggak berhak bahagia bersama mu diatas kematian kakakku. Kamu adalah anak dari wanita yang menyakiti kakakku, kamu juga adik dari lelaki yang melepaskan cinta kakakku. Kakakku akhirnya harus berjuang sendirian diatas dosa nya karena menjadi orang ketiga tapi kakakku masih tetap mencintai kakakmu sampai akhir hayatnya. Aku nggak bisa sama kamu sampai kapan pun, Deris. Dara hanya membatin bahkan untuk jujur saja masih terasa berat untuknya. Lebih baik tak bersama lelaki yang sampai kini masih terukir dalam hatinya daripada harus mengkhianati sang kakak.


"Kok malah bengong? Kamu meninggalkan ku karena?" Deris mengingatkan ucapan Dara yang tiba - tiba terhenti.


"Karena hal yang kamu sudah tau, kehamilan ku dan kematian kakakku. Oke, sekarang kita udah bicara... pergilah."


Deris melihat jam di ponselnya, memang sudah hampir setengah sebelas malam. Ia akan bicara lagi nanti saat siang hari tak ingin membuat Dara tak nyaman.


"Aku pergi tapi mulai sekarang jangan menghindariku lagi. Kini aku udah tau apa masalahnya, aku nggak akan berpihak pada keluargaku. Jangan samakan aku dengan mereka," Deris bangkit dari duduknya menatap Dara sebentar lalu berjalan keluar rumah diikuti Dara sampai Deris masuk ke dalam mobil dan pergi dari depan rumah Dara.

__ADS_1


Dara menatap nanar ke arah mobil Deris, andaikan Deris bukan bagian dari keluarga itu... apakah sampai sekarang mereka berdua masih bersama atau sudah berpisah karena dipisahkan oleh orang tua Deris sama seperti nasib kakaknya?


__ADS_2