Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab - 50 Anggap Aku Pengganti Kakakmu.


__ADS_3

Setelah semua orang kembali ke Jakarta, Dara dan Denis terbang ke Vietnam. Deris dengan setia terus menemani Dara kemana pun istrinya itu pergi, bahkan disaat berpamitan dari teman-teman satu kantornya.


Di Perusahaan milik Rocky, Dara berbincang untuk berpamitan dengan teman sekantornya. Deris meminta ijin pada Dara untuk bicara dengan Rocky sebentar.


Di ruangan kantor Pimpinan, Rocky menyodorkan kontak seseorang di Jakarta. "Aku mengucurkan dana pada orang ini saat dia menjadi dewan, aku dengar kini orang tua mu akan ikut pemilihan menjadi dewan. Posisi orang tuamu pasti bertambah kuat, jika ada apa-apa hubungi orang ini... dia akan menangani Ayahmu."


"Kamu terlalu berbuat banyak untuk Dara," Deris mengambil kartu nama itu.


"Aku berhutang budi pada Dira, sekarang aku merasa sudah terlepas dari balas budiku pada Dira melalui Dara. Aku hanya ingin Dara bahagia di sepanjang hidupnya, aku takkan memaafkan siapapun menyakiti nya lagi."


Deris mengangguk, ia hanya menghargai apa yang Dilakukan Rocky untuk istrinya. "Terima kasih untuk semuanya yang kamu lakukan untuk Dara."


"Ini adalah bukti saat Dara dibawa ke rumah sakit sewaktu di rumah orang tuamu, aku mengambil beberapa foto. Kamu juga pasti mengantongi Cctv, bukan? Aku tau kenapa kamu belum melaporkan penyerangan pada Dara meskipun banyak bukti karena Dara sebagai korban menghilang. Sekarang setelah Dara kembali, terserah padamu dan Dara akan melaporkan atau tidak. Aku sudah memberikan bukti yang ku punya padamu."

__ADS_1


Deris mengambil chip bukti dari tangan Rocky, jika ia mengusutnya sudah bisa dipastikan pencalonan sang Ayah sebagai Dewan akan dihentikan dan nama baik Ayahnya akan tercemar.


"Deris, lakukan yang ingin kamu lakukan. Jangan ragu, jangan bertindak hati-hati jika itu demi wanita yang kamu cintai," Rocky mengingatkan.


Deris akhirnya tersenyum, perkataan Rocky benar. Di tangan nya ada jalan yang terbaik, kenapa dia harus ragu?


"Sekali lagi terima kasih," Deris menepuk lengan Rocky santai.


"Teman?" Rocky mengulurkan tangannya.


Tepat saat mereka berdua berjabat tangan sembari tersenyum, Dara masuk. Melihat pemandangan kedua lelaki yang berhubungan dekat dengan nya saling melempar senyum tulus ia merasa lega.


"Rocky," Dara mendekat lalu duduk di samping lelaki itu. "Aku..."

__ADS_1


Rocky menarik tangan Dara tersenyum hangat pada wanita yang telah mengisi hari - harinya selama beberapa waktu. "Jangan katakan apapun, aku sudah mengerti apa yang ingin kamu katakan. Aku akan tetap menjadi keluargamu, kakakmu. Anggap aku pengganti kakakmu Dira, jika ada apa-apa jangan sungkan katakan padaku. Aku akan selalu ada untukmu, dan jaga cinta kalian berdua. Aku merestui mu dan akan selalu mendoakan mu."


Air mata menetes mengaliri wajah Dara, wanita yang jarang menangis dan hanya bisa dihitung dengan jari itu memeluk Rocky sebagai keluarga sebelah tangan nya menggenggam tangan Deris yang duduk di samping Rocky.


Rocky menoleh pada Deris dan diberikan sinyal jika Deris memperbolehkan, ia langsung memeluk balik Dara. "Jaga diri, jadilah kamu apa adanya. Dara yang kuat, Dara yang selalu berpendirian kuat."


"Jaga dirimu juga, kalau kamu kesepian datang pada kami. Aku dan Deris juga semuanya akan menyambut kedatangan mu." Dara melepaskan pelukan nya lalu mengusap air mata yang sudah mulai mengering.


"Pergilah, kalian akan berbulan madu berkeliling Vietnam bukan? Jangan lupa hubungi aku saat kalian akan pulang ke Indonesia, oke?"


Dara mengangguk, ia lalu berbalik pada suaminya. "Aku sudah selesai, ayo."


Deris berdiri masih menggenggam tangan Dara membawa istrinya ikut berdiri, lalu mereka saling berpelukan. "Kami pergi."

__ADS_1


Rocky mengangguk, ia tetap duduk merasa tak sanggup jika berdiri karena kakinya gemetar. Bukan karena tak rela Dara meninggalkannya tapi karena rasa bahagia menjadi saksi saat Dara empat tahun lalu pernah sakit jiwa sekarang sedang tersenyum penuh bahagia bersama lelaki pilihan nya.


__ADS_2