JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
10. PERMINTAAN JASMINE


__ADS_3

Hari-hari Jasmine hanya diisi dengan menyusuri hutan dan sungai yang pernah didatanginya bersama None dan Permiro dan tentunya keduanya ikut mendampinginya.


"Kamu tidak bosan mengelilingi hutan dan sungai terus, Jasmine?" tanya None.


"Aku bahkan sudah sangat-sangat bosan, kamu tahu?" lanjutnya.


"Aku tidak tahu kalau kamu bosan," jawab Jasmine dengan nada sesal.


"Kamu bisa pergi, atau kalian bisa pergi aku akan berkeliling sendiri," lanjutnya.


None yang mendengar jawaban dari Jasmine biasa saja sebelum melihat tatapan mata Permiro yang menakutkan.


"Ti--tidak-tidak, kita tentu di sini. Mana mungkin kita meninggalkanmu sendirian," jawab None gelagapan.


"Tapi beneran loh nggak papa kalau kalian bosan, kalian bisa kembali nanti aku akan menyusul. Lagi pula aku tidak akan tersesat."


"Tidak, Jasmine. Kalau kakak atau None pergi kamu juga harus pergi. Kami tidak ingin hal buruk terjadi padamu," sahut Permiro yang diangguki None.


"Em... baiklah kalau begitu."


"Kita ke sungai sekarang?" tanya Permiro.


"Ini masih belum sore untuk pergi ke sungai, kak," ucap Jasmine.


"Ya, tidak masalah. Nanti kita bisa bermain lebih lama di sana."


"Iya, Jasmine. Ayo kita ke sana dan tangkap ikan lebih banyak dari hari sebelumnya," sahut None.


"Ah, baiklah kalau begitu."


Ketiganya-pun berjalan menuju sungai.


"Kenapa kamu tidak bosan hanya melihat pohon, semak dan sungai?" tanya None tiba-tiba di perjalanan mereka menuju sungai.


"Aku menyukainya, itu menenangkan," ucap Jasmine.


Obrolan mereka terhenti hingga akhirnya mereka sampai di tepi sungai.


"Ah, aku tiba-tiba mengantuk," ucap Jasmine pelan setelah menguap.


"Kamu tidur saja dulu, aku dan None akan mencari ikannya dan akan membangunkanmu ketika semuanya sudah siap," ucap Permiro yang mendengar ucapan Jasmine.


"Tidak perlu, aku akan membasuh wajahku dengan air sungai pasti kantukku akan hilang," tolaknya seraya menatap None yang telah siap untuk mencari ikan dengan pakaian bagian atas yang sudah di lepas.


"Kamu tidur saja, None tidak akan mempermasalahkan hal itu," ucap Permiro lagi dengan nada yang di tekan.


Jasmine yang mendengar itu tidak bisa menolak akhirnya mengangguk dan mendudukkan diri di salah satu batang pohon lalu menutup matanya untuk terjun ke alam mimpi.


Permiro yang sudah melihat Jasmine terlelap menghampiri None dan ikut mengambil ikan.


"Jasmine kenapa? Dia kelelahan?" tanya None heran.

__ADS_1


"Tidak, dia hanya mengantuk."


"Ah, begitu rupanya."


Mereka berdua akhirnya mulai menangkap ikan dengan tangan kosong.


"Aish, ikan! Kenapa kau sulit ditangkap!" keluh None.


"Jangan lari kau!" teriaknya ketika ikan yang hampir dapat digenggamannya berenang menjauh.


"Jangan berteriak, None! Kau membuat ikan-ikan itu takut dan bisa saja Jasmine terbangun dari tidurnya!" ucap Permiro dengan nada mengancam.


"Baiklah, aku akan mengunci bibirku dan membuang kuncinya sejauh mungkin hingga tidak ada yang bisa menemukannya," ucap None dengan nada yang dibuat-buat dan dengan gesture tangan yang mengunci bibirnya.


"Jasmine...."


"Jasmine... kau tak merindukanku?"


"Ayo kembali, kau ada di tempat yang jauh."


"Kau dalam bahaya, Jasmine."


"Jasmine!"


"Jasmine!"


"Jasmine!"


"Kamu mimpi buruk?" tanya Permiro dengan tangan yang mengusap dahi Jasmine yang basah oleh keringat.


"Ayo, kita makan ikan bakarnya," ajaknya.


Jasmine yang masih belum sadar sepenuhnya hanya diam.


"Jasmine!" panggil Permiro lagi dengan nada yang sedikit kerasa dan tangan yang menggerakkan bahu Jasmine.


"Permiro, Jasmine sudah bangun?" tanya None tiba-tiba setelah selesai menyiapkan makanan untuk mereka.


"Dia kenapa?" tanyanya lagi ketika melihat Jasmine yang menatap mereka kosong.


"Antar aku pulang!" ucap Jasmine tiba-tiba.


"Aku ada di tempat yang salah! Tempat apa ini!? Antar aku pulang!"


"Ayo, antar aku pulang!"


"Hey, kamu kenapa, Jasmine?" tanya Permiro pelan.


"Ini bukan tempat asalku! Sekarang, antar aku pulang!"


"Permiro, kita bicara sebentar," ajak None.

__ADS_1


Permiro yang mendengar itu mengangg lalu meninggalkan Jasmine dan sebelumnya memberi tepukan ringan di puncak kepala Jasmine.


"Ada apa?" tanya Permiro.


"Apa dia baru sadar kalau dia sedang tersesat? Atau dia sadar kalau dia bukan di dunianya?" tanya None.


"Apa yang terjadi sebelumnya, Permiro?"


"Aku hanya membangunkannya tadi, dia bermimpi buruk... sepertinya? Dan tiba-tiba dia meminta pulang," jelas Permiro.


"Bagaimana? Apa kita harus mengantarnya pulang? Menuju perbatasan?"


"Aku... entah aku sedikit tidak rela," ujar Permiro.


"Lalu bagaimana?"


"Kita tidak mungkin menahannya di sini tanpa alasan yang jelas," lanjut None.


Permiro terdiam cukup lama sebelum berujar, "Baiklah kita antar dia ke perbatasan."


None yang mendengar itu tersenyum lalu mereka berjalan kembali ke tempat Jasmine.


"Dia ke mana?" tanya None.


"Jasmine!" teriak Permiro dengan nada gusar yang tidak kentara.


"Jasmine, kau di mana?"


"Kita cari dia, dia pasti belum jauh," ajak None.


Keduanya berjalan kembali ke arah gubuk yang mereka perkirakan Jasmine berjalan ke arah itu, juga aroma Jasmine yang dapat mereka lacak.


Sedangkan, Jasmine berjalan sendirian dengan masih memikirkan perihal mimpinya. Tiba-tiba dia teringat bahwa tidur di sore memang tidak baik.


"Jasmine!" teriak Permiro ketika melihat Jasmine berjalan di depannya.


Dengan cepat keduanya kini telah berada di depan Jasmine.


"Kau mau ke mana?" tanya Permiro.


"Aku mau pulang, kak!"


"Kita antar, kawasan ini bahaya," tukas Permiro.


Jasmine mengangguk dan mengikuti langkah keduanya. Jasmine tentu lupa dengan jalan yang di laluinya yang membuatnya ada di kawasan ini.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian👍


__ADS_2