JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
30. BERTEMU MATTHEW


__ADS_3

Saat ini Orlando dan Jasmine sedang berada di salah satu restoran dengan gaya khas benua E. Keduanya sedang memakan menu yang sudah mereka pesan dengan diam.


"Ah, ya. Aku belum tau namamu tapi kamu sudah tau namaku, tau dari mana?" tanya Jasmine di sela makan mereka.


"Namaku Orlando dan perihal dari mana aku tau namamu itu rahasia."


"Apa kau menguntitku?" tuduh Jasmine yang di jawab gelengan oleh Orlando.


"Kamu sudah selesai?" tanya Orlando ketika Jasmine sudah menaruh alat makannya.


"Em, ya."


"Langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu? Kebetulan aku orang baru di sini siapa tau kamu berminat mengajakku berkeliling."


"Mengajakmu berkeliling setelah kelakuanmu itu? Aku tidak ingin merepotkan diriku sendiri, jadi lebih baik segera antar aku pulang."


"Atau jika kamu tidak bisa aku bisa pulang sendiri," lanjutnya.


"Aku antar."


Mereka berdua meninggalkan restoran itu dan kembali ke dalam mobil.


"Di mana rumahmu?" tanya Orlando ketika mereka sedang berhenti di traffic light.


"Aku saja yang mengemudi."


Bukannya memberitahu jalannya namun, Jasmine malah meminta untuk mengemudi mobil Orlando.


"Beritahu saja jalannya, aku tidak memintamu untuk mengemudikan mobil ini."


Mobil kembali melaju ketika traffic light berwarna hijau. Jasmine mendengus namun, tak urung memberitahu jalan rumahnya.


Mereka telah sampai di rumah Jasmine, keduanya turun dan dibukakan pintu oleh salah seorang pelayan.


"Jasmine, kenapa baru pulang? Dari mana?" tanya Matthew.

__ADS_1


Ketiganya kini telah duduk di sofa ruang tamu, sebenarnya Orlando tidak dipersilahkan oleh Jasmine untuk masuk tapi dia langsung berjalan ikut masuk.


Jasmine menarik nafasnya untuk menghilangkan rasa gugupnya lalu berujar, "Aku kemarin bertemu dengan temanku, sampai lupa waktu jadi aku menginap di rumahnya."


Setelah berujar demikian Jasmine mengambil jus yang disediakan oleh pelayan tadi.


"Aku ke kamar dulu, Grandpa. Ada yang harus kerjakan," izin Jasmine yang diangguki Matthew.


Jasmine pergi menaiki tangga menuju kamarnya. Ketika Jasmine tak lagi terlihat oleh kedua pasang mata itu Matthew mengajukan pertanyaan.


"Kau yang membuat itu?" tanya Matthew ambigu pada Orlando tentu saja karena hanya mereka berdua di sana.


Orlando menaikkan salah satu alisnya sebelum mengangguk.


"Berani sekali kau bertindak tidak senonoh pada cucuku!?"


Orlando tetap santai walau Matthew sudah mulai kebakaran jenggot.


"Sebelumnya tentu anda sudah tahu siapa saya, jadi mengenai hal itu juga tentunya anda sudah paham, bukan?"


"Tuan Matthew," panggil Orlando dan ikut berdiri menatap Matthew.


"Anda tidak memiliki hak untuk melarang saya!" lanjut Orlando dengan nada penekanan.


"Seret dia keluar!" titah Matthew pada pengawal yang berada di belakangnya.


Kedua pengawal itu bergerak atas titah Tuan besar mereka hendak menyentuh pergelangan tangan Orlando.


"Jangan berani-berani kalian menyentuh tubuhku!" tahan Orlando yang seketika membuat kedua pengawal itu diam di tempat.


Bahkan Matthew hampir tidak bernapas, aura penekanan keluar dari tubuh Orlando yang mampu membuat mereka terdiam.


"Tuan Matthew, lebih baik anda izinkan saya tinggal disini. Atau kalau anda tidak mau saya bisa membuat rumah anda menjadi tidak dapat dihuni lagi!" ancam Orlando.


"Jangan pernah berani mengancamku, Orlan!"

__ADS_1


"Saya sudah mengancam anda," ujar Orlan santai dengan kembali duduk ke tempat duduknya.


"Kau!"


"Grandpa, ada apa? Aku tadi mendengar ribut-ribut," tanya Jasmine tiba-tiba dari ujung tangga.


"Bukan hal penting," jawab Matthew dengan mendudukkan tubuhnya.


"Kau tidak pulang? Apa sebegitu nyaman rumahku?" sindir Jasmine.


"Aku berencana akan menginap di rumahmu dan kakekmu juga sudah mengizinkannya," jawab Orlando santai.


"Grandpa!" ujar Jasmine tidak terima.


Matthew hendak mengelak namun, mata tajam Orlando menatapnya penuh ancaman.


"Ya, dia akan menginap di sini."


"Grandpa! Aku tidak mau!" tolak Jasmine.


"Kenapa kau tidak pulang saja!" lanjutnya bertanya kepada Orlando.


Orlando diam tidak menggubris dan hanya menatap Jasmine.


"Lebih baik aku saja yang pergi."


"Jangan beranjak dari tempat dudukmu, Jasmine," titah Orlando mengancam.


Jasmine diam tak berkutik, mata tajam itu menyorot menusuk retina matanya.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian👍


__ADS_2