JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
54. AKU INGIN MEMILIKIMU


__ADS_3

Jasmine termenung di tempat yang sama sejak tadi siang, duduk bersandar di sebuah pohon menghiraukan gaun panjangnya yang kotor karena tanah.


"Apa seharusnya aku pergi dari sini? Sepertinya ini semua salah," gumam Jasmine.


Kepala Jasmine bertumpu di kedua lututnya yang ditekuk. Rambutnya tidak Serapi tadi pagi karena sapuan angij yang terus-menerus menerpa tubuhnya.


"Mungkin mereka salah menemukan orang. Benar apa yang None dan Permiro bilang, Orlando memiliki kedudukan yang membanggakan sekaligus menakutkan.


"Tentunya dia memiliki banyak musuh yang ingin menumbangkannya. Jika Orlando bersanding denganku yang ada aku menjadi beban untuknya."


Jasmine berdiri dan mulai melangkah pergi. Tidak tahu arah mana yang Jasmine ambil semua terserah apa yang kedua kakinya inginkan. Gaun panjang itu turut menyapu pasir atau daun yang Jasmine lewati.


Jasmine melangkah dengan lemas dan kepala yang tertunduk. Ini tidak mudah, batinnya berujar.


Sebuah tangan tiba-tiba meraih pinggangnya dan membawanya pergi dengan berlari diantara oksigen yang memberi nafas untuk makhluk hidup.


Jasmine menatap orang yang meraih tubuhnya, ternyata dia adalah orang yang membuatnya berpikir keras sejak tadi.


Jasmine memasuki sebuah bangun dengan orang itu melalui balkon. Jasmine sedikit takut tapi juga menikmati sensasi berlari bersama udara.


"Apa yang ingin kamu lakukan, hem? Kamu berniat pergi dariku?" tanya laki-laki itu dengan menangkup rahang Jasmine.


"Kamu tidak akan bisa pergi dari sisiku, Jasmine," tekan laki-laki itu.

__ADS_1


"Kak Orlan, maaf, tapi aku sadar kalau aku tidak pantas untuk posisi itu. Aku buruk dalam segala hal dan beridiri disimu hanya akan membuat bebanmu bertambah." Jasmine turut memegang kedua tangan besar yang menangkup wajahnya.


Laki-laki itu Orlando. Dia tahu apa yang dirasakan perempuan yang telah mengisi hatinya menjadi belahan jiwanya. Namun, Orlando adalah tipe orang yang berkuasa dan mau dituruti apapun yang dia minta.


"Siapa yang menentukan pantas atau tidaknya kamu disisiku? Tidak ada. Aku yang memilih, Jasmine! Sekalipun moon goddess sudah menentukan takdirku dengan siapa, tetap aku yang akan memilih! Dan pilihanku jatuh padamu, Luna."


Ibu jari Orlando mengusap pipi berisi dan lembut itu. Memberi kehangatan di sana. Jasmine menikmati usapan itu hingga memejamkan kedua matanya.


Keduanya masih berdiri di balkon, tapi tak seorangpun tahu keberadaan mereka. Jasmine belum tahu bangunan atau kastil milik siapa ini.


"I want you, Luna," bisik Orlando di daun telinga Jasmine dan memberi tiupan serta tanda bibirnya di sana.


"Apa yang kamu maksud?" tanya Jaskine tidak paham.


"I want you, aku menginginkanmu, aku ingin memilikimu seutuhnya, Luna," bisik Orlando lagi.


"Kamu tidak paham? Aku tidak yakin akan hal itu. Tapi tidak masalah, aku akan menjelaskannya," lanjut Orlando.


Kepala Orlando masih dalam posisi menunduk menyamakan tinggi bibirnya dengan tinggi daun teljnga Jasmine.


"Aku ingin kita menjadi satu, aku ingin mengikatmu agar kamu tidak bisa pergi dariku. Aku sudah terlalu lama menahannya, Luna. Sekarang aku tidak bisa untuk menundanya, aku ingin merasakan surga dunia denganmu yang menjadi takdirku."


Orlando tiba-tiba menggendong Jasmine ala bridal style dan membawan masuk ke dalam sebuah kamar. Kamar itu terhubung dengan balkon dengan gorden yang menutuk rapat. Hanya gorden, tapi siapa yang berani mebysuup kamar ini? Karena itu bukan sembarang gorden.

__ADS_1


"Ini tidak akan membutuhkan waktu yang sebentar, tapi nikmatilah. Kamu bisa melampia semua itu padaku. Dan maaf."


*****


"Aku harus kembali! Waktuku sudah habis untuk disini dan saatnya menjadi penghianat di kastil tidak berguna itu."


"Dan juga, orang yang aku cari sudah pergi. Tidak ada perlunya aku masih disini selain mengejar mangsaku."


"Bos, Anda mau kemana?" tanya laki-laki yang berpapasan dengannya.


"Urus semua tugasmu dengan baik, pastikan tidak ada saham anjlok, korupsi atau hal-hal lain yang merugikan perusahaan atau kepalamu akan aku pisahkan!" jawab laki-laki itu, Credere.


Credere berjalan dengan memakai pakaian yang dulu dia kenakan untuk pergi dari dimensi itu. Memasuki sedan miliknya dan membawanya pergi ketempat dia melakukan misi.


*****


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍

__ADS_1


Instagram : @kahorlenis._


__ADS_2