JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
53. BESAR DAN MENGGODA


__ADS_3

Jasmine berjalan dengan anggun menuruni tangga dengan gaun yang sedikit menyentuh tanah. Wajah yang dipoles biasa dengan rambut yang diikat ke atas terlihat sangat anggun dan aura yang dikeluarkan membuat banyak orang akan terpesona.


Mutia telah sampai di depan Permiro yang sedang duduk dengan posisi sangat sempurna tanpa kegiatan apapun dan hanya mengawasi kastil miliknya. Tapi tak lama tugas berat akan diembannya.


"Kak?" panggil Jasmine.


Permiro menatap Jasmine dengan pandangan terpesona tapi dengan segera Permiro mengenyahkannya.


"Sudah siap?" tanya Permiro untuk memastikan.


"Hm," jawab Jasmine dengan anggukan kepala.


Keduanya berjalan keluar dari kastil itu dan menuju kehutan belantara. Bukan tanah penuh pepohonan yang mereka datangi tapi mereka berhenti di sebuah tanah kosong atau bisa disebut lapangan.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Jasmine dengan menatap sekitar hutan itu.


Tidak ada jawaban yang didapat Jasmine. "Kak?"


Jasmine menatap ke belakang tubuhnya dimana tadi Permiro berdiri di sana tapi kini sudah tidak ada, menghilang tanpa suara dan pamit dari Jasmine.


Wuss


Suara angin tiba-tiba kencang dan melewati tubuh Jasmine membawa angin kencang itu yang mampu menumbangkan tubuh Jasmine.


"Jasmine, menjadi seorang Luna tidaklah mudah. Kamu memang ratu yang menjadi pasangan seorang raja, tapi hidupmu tidak seenak ratu-ratu yang kalian impikan para wanita." Suara tiba-tiba menggema di sekeliling Jasmine membuat Jasmine kebingungan mencari milik siapa suara itu.


Jasmine yang tadinya terduduk karena jatuh kini kembali berdiri dan mencari sumber suara.


"Banyak orang ingin memposisikan diri mereka menjadi seorang Luna, tapi kamulah yang terpilih sebagai seorang Luna. Terkadang Luna harus merelakan nyawa pergi dari raganya untuk melindungi rakyatnya," sambung pemilik suara.


Wuss


"Karena Luna yang merelakan rakyatnya mati dan membuat dirinya tetap hidup, bukan Luna sesungguhnya," bisik pemilik suara tepat di telinga Jasmine.


Suara angin kedua yang juga sama kencang dengan angin pertama kembali menerjang Jasmine. Jasmine cukup kuat menahan angin itu tapi tidak lama akhirnya Jasmine kembali terduduk dan terdengar bisikan tadi.


"Oke, itu sedikit pelajaran dariku. Tidak penting tapi juga tidak bisa dilupakan. Buatlah dirimu sekuat mungkin untuk berdiri di sisi Alpha dan menjadi perisai ketika Alpha tumbang.


"Hal yang hampir mustahil jika seorang Alpha tumbang, tapi tidak ada yang tidak mungkin," tutup pemilik suara itu.


"Kak Iro?" panggil Jasmine terheran-heran.


Mata itu tak lagi menatapnya lembut, yang terlihat hanya tatapan tegas seorang laki-laki.

__ADS_1


"Jangan memanggilku kakak lagi ketika di situasi seperti saat ini, karena aku tidak cukup pantas untuk panggilan seorang adik pada kakaknya."


Permiro pergi tanpa mengajak Jasmine, ketika Jasmine mengikuti langkah Permiro tiba-tiba sebuah anak panah meluncur dari sisi kiri. 


Anak panah itu tidak diarahkan ke Jasmine tapi itu cukup mengagetkan Jasmine. Jasmine yang melihat anak panah itu sudah beberapa senti dari wajahnya sedikit menunduk wajahnya.


"Tidak buruk, tapi tidak bagus. Itu hanya satu anak panah biasa, bagaimana kalau yang meluncur anak panah perak dan dari berbagai sisi?" tanya laki-laki dengan busur panah yang berada di pundak kanannya.


"Aku tidak bisa menghindar dengan cepat karena gaun ini!" protes Jasmine ketika merasa hari ini dia banyak disalahkan.


"Ya, pakaian kalian memang seperti itu karena kalian perempuan. Para perempuan memakai gaun itu biasa dan jangan buat gaun itu menghalangi langkahmu!


"Musuh tidak datang dengan izin dan aba-aba, mereka datang sesuka hati ketika ada kesempatan. Entah ketika kamu memakai gaun atau tidak, itu tidak ada yang tahu," lanjut None.


"Tapi beritahu aku terlebih dahulu! Ini hanya latihan bukan di medan perang! Dan aku baru disini!"


"Tidak pernah ada pemberitahuan, Jasmine. Dan entah itu latihan atau peperangan yang nyata, reflek sangat dibutuhkan."


None kembali mengangkat busurnya dan menarik anak panah pada bowstring. Melepas tarikannya dengan tiba-tiba ketika bidikannya sudah sesuai.


Jasmine memejamkan matanya, bukan bermaksud menyerah tapi Jasmine berusaha memfokuskan pikirannya.


"Telekinesis milikmu belum sempurna untuk kamu gunakan dan kamu terlalu panik menghadapi situasi ini, berlatih lebih keras lagi. Kuatkan instingmu dan pertajam pendengaranmu," ujar None yang ternyata sudah berada di depan Jasmine.


"Aku tahu kamu pandai dan paham apa yang aku dan Permiro maksud. Tidak perlu buru-buru tapi jangan terlalu santai, keberadaanmu mulai diintai." None menutup ucapannya dengan memberikan tepukan pelan di puncak kepala Jasmine.


None pergi dengan cepat membawa angin bersamanya. Menyisakan Jasmine di area itu.


*****


"Hei, kalian perempuan bodoh!" panggil laki-laki dengan memaki.


Langit menggelap menutupi sinar matahari dan menampakkan sinar bulan dengan bintang yang bertaburan.


Tempat hiburan malam, sesuai namanya tempat itu akan ramai ketika hari mulai gelap apalagi pada tengah malam.


Pria dengan perut buncit itu memanggil 2 perempuan yang sedang meliuk-liukkan tubuhnya di dance floor. Jarak mereka cukup dekat dan panggilan laki-laki tambun itu cukup keras.


2 perempuan dengan usia yang berbeda dan pakaian yang hanya menutupi aset penting mereka menengok menatap pria tambun itu.


"HEH! KESINI!"


2 perempuan itu mendekat ke arah pria tambun. Mereka Olive Twerkuns dengan perempuan yang selalu berada disisinya. Sepertinya dua orang itu lupa dengan tujuan asli mereka datang ke dunia manusia.

__ADS_1


"Ada apa? Kamu mengenal kita?" tanya Olive.


Olive dan perempuan disampingnya yang berhadapan dengan pria tambun itu seketika menyingkirkan badan mereka ketika pria itu menerobos bagian tengah mereka.


"Malam yang indah, bukan? Dua wanita seksi berada di sisiku," ujar pria itu dengan memeluk pinggul mereka dan memberi r*masan di sana.


Lenguhan terdengar dari kedua bibir mereka. Dan itu sepertinya menjadi alasan mereka lupa tujuan awal mereka yaitu kenikmatan dunia.


"Kalian menyukainya, hem?" tanya pria itu lagi yang mendengar lenguhan itu dan kembali memberi r*masan di sana dengan lebih kuat dan terakhir mengusap dengan lembut dan menggoda.


"Dekatkan tubuh kalian," titah pria itu yang langsung keduanya turuti.


"Wow! Besar dan menggoda," kagum pria itu.


Pria itu menundukkan kepalanya dan wanita yang lebih tua dari Olive itu memundurkan kepalanya ketika kepala pria itu mendekatinya.


"Sangat lembut, mau lebih?" tanya Pria itu.


Bagian itu basah karena pria yang berada ditengah mereka.


"Aku?" tanya Olive dengan merajuk.


"Are you jealous?" tanya pria itu disertai tawa.


"Hahaha, ini juga. Smooth dan mengagumkan."


Pria itu menggerak tubuh mereka naik turun dan kedua kaki pria itu yang diregangkan. 


"Wo, wo, wo yang muda tidak sabaran." Tawa pria itu kembali mengudara.


Perempuan yang bersama olive yang mendengar itu tidak terima lalu menggerakkan tubuhnya dengan brutal.


"Kalian tidak sabaran, tapi aku ingin menikmati musik sebelum aku mengerjai kalian. Malam ini masih panjang sebelum matahari kembali terbit."


*****


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍

__ADS_1


Instagram: @kahorlenis._


__ADS_2