JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
14. BERCERITA


__ADS_3

"Aku mau nanya boleh?" tanya Jasmine.


"Nanya apa?" tanya None.


"Ini di hutan ya?"


"Ya, kamu ngiranya apa, Jasmine?" jawab None dengan tergelak.


"Hehehe... lalu kenapa kalian bisa tinggal di sini?" tanya Jasmine setelah tawa canggungnya berhenti.


"Itu rahasia kami," jawab None yang seketika membuat suasana canggung.


"Gitu ya...," jawab Jasmine dengan menggaruk rambutnya.


"Kamu kenapa bisa sampai sini, Je?" tanya Permiro tiba-tiba.


"Je? Siapa?" tanya None heran.


"Jasmine," jawab Permiro singkat.


"Jasmine jadi Je, dari mananya? Dari huruf depan sama belakang?" heran None.


"Dimlah! Cerewet sekali!"


"Baiklah-baiklah," ucap None dengan kedua tangan yang diangkat sebatas kepala.


"Jadi, gimana, Je? Kok bisa sampai sini?" tanya Permiro lagi.


"Ohhh... itu, waktu itu aku sebenarnya lagi pemotretan di pantai untuk salah satu brand dan bagaimana aku bisa sampai sini itu karena waktu aku lagi break itu aku bermain ke ombak dan di sana aku lihat ada anak kecil sendirian yang ternyata terpisah dengan orang tuanya...," jelas Jasmine panjang.


None dan Permiro menyimak semua penjelasan Jasmine dengan baik.


"Anak kecil itu di mana? Kok nggak ada sama kamu?" tanya None.

__ADS_1


"Nggak tahu, tiba-tiba nggak ada mungkin udah ketemu sama ibunya karena waktu itu aku juga keasikan sendiri."


"Besok kalian bisa antar aku pulang, nggak?"


"Kenapa kamu tiba-tiba mau pulang?" tanya Permiro.


Pertanyaan Permiro membuat Jasmine terdiam.


"A--aku tadi mimpi kalau...."


"Kalau?" tanya None penasaran.


Tiba-tiba mata Jasmine berkaca-kaca.


"Eh, kenapa? Aku salah ngomong?" panik None.


"Aduh... cup cup cup," bujuk None yang bukannya membuat Jasmine tenang malah membuat Permiro geli mendengar ucapannya. None membujuk dengan tangan yang menepuk-nepuk kepala Jasmine pelan.


"Aduh... gimana dong? Aku peluk aja ya?"


"Panas! Tangan Kak Iro kasar!" ucap None dengan nada menye-menye dan tangan kanan yang mengusap tangan kirinya.


Permiro mendelik ke arah None lalu menarik pinggang Jasmine untuk mendekat dan menyembunyikan kepala Jasmine di dadanya.


"Shut... udah jangan nangis? Kalau nggak mau cerita nggak papa," bisik Permiro dengan nada lembutnya.


"Udah tenang?" tanya Permiro ketika Jasmine sudah berhenti sesenggukan.


"Tadi itu aku mimpi kalau manager yang udah seperti kakak aku itu bilang kalau aku dalam bahaya, emang iya?" ujar Jasmine dengan suara parau karena habis menangis.


None dan Permiro saling tatap.


"Kamu akan aman kalau bersama kami, kami akan berusaha untuk selalu lindungi kamu," jawab None.

__ADS_1


"Emm...."


"Oh iya, aku baru ingat kalau aku belum mandi sejak aku di sini," ujar Jasmine tiba-tiba.


"Nggak usah mandi, kamu nggak bau juga," ucap None.


"Emang iya?" tanya Jasmine yang di angguki None.


"Alasan lain, karena di sini nggak ada baju ganti buat kamu," ucap None.


"Kamu masih mau pulang?" tanya Permiro.


"Mau, aku kangen sama temen-temen aku sama kakek aku juga!"


*****


"Ternyata dia."


"Dia akan menjadi kunci kehancurannya."


"Dia akan menjadi pion utama dalam permainan ini."


"Sangat menyenangkan."


"Aku akan menghancurkan mereka perlahan-lahan."


"Aku yang memegang kendali dan mereka adalah pion-pion ku."


Orang itu pergi setelah selesai dengan acara menguntitnya.


TBC


Note :

__ADS_1


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍


__ADS_2