JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
24. HERA


__ADS_3

Sinar mentari menyusup masuk ke jendela lingkaran besar di kamar Jasmine. Mata itu mengerjap pelan sebelum terlihat netra berwarna kuning keemasan.


Jasmine menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan menyisakan kepalanya saja yang terlihat.


"Selamat pagi," gumamnya.


"Waktunya pencarian," lanjutnya.


Jasmine telah selesai mandi dan gaun indah mengembang telah melekat di tubuh cantiknya.


Jasmine keluar dari persinggahannya menuruni tangga menuju lantai bawah.


"Jasmine!" panggil Permiro yang baru saja akan menaiki tangga.


Jasmine berhenti dan menatap ke arah Permiro. Mata Jasmine berkilat cepat dari warna hazel ke kuning keemasan.


Permiro tersentak kaget melihat itu, walau hanya sepersekian detik namun, mata jeli Permiro dapat menangkapnya.


"Kau!" kaget Permiro dengan jari telunjuk yang menunjuk Jasmine.


"Ada apa, kak?"


"Di mana Jasmine!?" tanya Permiro dengan nada tinggi.


Permiro dapat mengenali kalau itu bukan Jasmine-nya, mata itu bukan mata Jasmine.


"Aku tahu kau bukan Jasmine!"


"Jasmine… dia sedang istirahat," jawab dia.


"Kembalikan Jasmine!" titah Permiro.


"Dia, tidak bisa… Jasmine terpuruk akibat keadaan None," jelas dia.


"Dan perkenalkan aku adalah Hera."

__ADS_1


Dia Hera, wolf dari Jasmine yang baru muncul setelah sekian lama dia harus tertidur.


Permiro dengan raut datarnya pergi meninggalkan Hera sendirian.


"Aku akan keluar," ucap Hera yang masih dapat ditangkap oleh indera pendengar Permiro.


Hera berlalu menuju pintu utama berlawanan arah dengan langkah kaki Permiro yang menuju ke atas tangga.


Hera keluar tanpa hambatan setelah memberitahu warrior disana bahwa dirinya telah mendapatkan ijin dari Permiro.


Baru saja dirinya keluar dari kastil, Hera telah menemukan hutan belantara yang rimbun. Di kawasan ini hanya ada satu bangunan yang berdiri, tidak lain adalah kastil milik Permiro.


"Kapan terakhir kali aku bisa merasakan hal ini?" gumam Hera bertanya.


"Jasmine kecil sangat menggemaskan," lanjutnya mengingat-ingat masa kecil Jasmine.


Hera memang sudah ada sejak Jasmine masih kecil, namun Hera tidak bisa mengambil alih tubuh Jasmine dan dia hanya beberapa kali dapat melihat Jasmine ketika Jasmine tidur.


"Maks… kita akan segera bertemu. Kita akan bertemu jika takdir kita tidak berubah."


*****


Orlando merasa jantungnya berdetak dengan cepat. Orlando tidak tahu apa yang menyebabkan jantungnya berdetak secepat itu.


"Ada apa ini?" gumam Orlando dengan memegangi dada kirinya dimana jantung itu berada.


"Kenapa jantungku berdetak sangat cepat?"


"Dan kenapa aku merasa sangat senang?"


"Apa arti semua ini?"


"Orlan, dia telah muncul dan dia sedang menanti kedatanganku," Ucap Maks senang di dalam sana.


"Dia juga sedang mencariku!"

__ADS_1


Orlando sejenak terdiam dan memikirkan maksud dari perkataan Maks, sebelum akhirnya Orlando dapat menerjemahkan maksud perkataan Maks.


"Kita pergi dari sini, kita akan mencarinya sampai kita dapat menemukannya," ucap Orlando tegas.


Perasaan mereka membuncah, sangat senang hingga hanya dapat tersenyum untuk mengekspresikan semua itu. Hari itu akan tiba, tidak lama lagi.


*****


"Dimana Orlando, Cred?" tanya Elen pada Credere yang baru saja menginjakkan kakinya di pintu utama.


"Maaf kan saya, Reine Elen. Alpha Orlando meminta saya untuk kembali terlebih dahulu dan juga Alpha Orlando akan menemui anda apabila urusannya sudah selesai."


"Baiklah, kau bisa pergi."


Elen mendesah kasar kemudian berlalu kembali ke kamarnya.


"Olivia... aku merindukanmu," gumam Elen sedih.


*****


Kembali ke kastil milik Permiro. Suasana sepi merupakan hal biasa di kastil itu, namun entah mengapa Permiro tidak lagi nyaman dengan suasana itu.


"Kapan kamu akan bangun, None?"


"Ah, Hera... dia datang, kamu tidak ingin menemuinya?"


"Hera akan segera membawa pergi Jasmine, None."


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍

__ADS_1


__ADS_2