
Jasmine dengan None serta Permiro berjalan menyusuri hutan dengan Jasmine yang berjalan dengan riang gembira hingga matahari berwarna jingga menandakan waktu sore tiba.
"Suasana di sini menyenangkan dengan banyak kicauan burung," ucapnya.
"Tentu saja, ini kan hutan. Kalau banyak suara berisik itu suaramu," jawab None.
"Kamu menyebalkan!" sungut Jasmine.
Ya, salah satu sifat None adalah menyebalkan dan Jasmine baru mengetahui beberapa saat yang lalu.
Kruyuk
Kruyuk
"Perut siapa itu?" tanya None dengan tengil sembari menatap Jasmine yang memegangi perutnya.
"Perut orang lah! Masa serigala!"
"Kamu lapar?" tanya Permiro.
"Ehm... sedikit," jawab Jasmine dengan menyatukan ibu jarinya dengan jari kelingkingnya.
"Mau kembali ke gubuk?" tawar Permiro.
"Jangan! Aku masih ingin berkeliling di sekitar sini," tolak Jasmine.
"Lalu bagaimana? Perut lapar dan harus diisi."
"Bagaimana kalau kita cari buah-buahan di sekitar hutan sini?"
"Kemarin aku menemukan golden berry, kita bisa mencarinya," lanjut Jasmine.
"Baiklah kalau itu maumu," ucap Permiro setuju.
"Eh, One ke mana? Kenapa dia menghilang?" tanya Jasmine celingukan.
"Kenapa kau mencariku? Kau merindukanku? Padahal baru sebentar," cerocos None dari belakang tubuh Jasmine.
"Eh! Kenapa kamu mengejutkanku!"
"Ayo, katanya mau cari golden berry," sahut Permiro.
Ketiganya kembali berjalan mencari golden berry untuk mengganjal perut Jasmine yang tengah kelaparan.
"Itu dia!" kejut Jasmine dengan menunjuk semak-semak di depannya.
Jasmine segera berlari meninggalkan None dan Permiro sendirian.
"Banyak yang sudah matang, bolehkah aku mengambilnya?"
"Kenapa kau meminta izin? Kemarin saja kau sudah mengambilnya," jawab None.
Jasmine menghiraukan jawaban dari None dan mulai memetik buah itu setelah Permiro mengangguk.
"Ini manis seperti yang kemarin," ucap Jasmine dengan memakan golden berry-nya.
"Kalian tidak mau? Ini cukup banyak untuk kita makan, kalian pasti juga lapar," tawar Jasmine.
"Tidak perlu, kau makan saja," tolak Permiro.
"Aku mau!" sahut None.
Jasmine yang mendengar jawaban None-pun menyodorkan tangan yang menggenggam buah golden berry miliknya. Sedangkan, Permiro yang mendengar jawaban None melotot penuh peringatan.
__ADS_1
"Huwek... apa ini!?" ucap None setelah memakannya.
"Sangat tidak enak!" lanjutnya.
"Apaan! Enak begini! Lidahmu saja itu yang pemilih!" ucap Jasmine tidak terima.
"Kau tentu tidak bisa memakannya, One. Kau kan karnivora," sahut Permiro.
"Jangan memanggilku One!" sentak None tidak terima.
"Karnivora? Bukannya kita itu omnivora, ya?" jawab Jasmine.
"Kita, aku dan One Karnivora," ucap Permiro santai.
"Iro! Jangan memanggilku One!" sahut None.
"One, One, One," ledek Permiro.
"Iro, Iro, Iro, Iro," balas None.
"Kalian ini apa-apaansih!?" sentak Jasmine sebal.
"Karnivora berarti kalian pemakan daging, termasuk manusia?" ucap Jasmine dengan 2 kalimat terakhir yang diucap pelan.
"Bentar-bentar," ucap None dengan tangan yang di depan dada dan satunya di bawah dagu. Berpikir. Sedangkan, Permiro terdiam.
"Wah, sungai," ucap Jasmine mengagetkan.
"Sungai-nya sangat jernih. Boleh aku berenang?" tanyanya pada keduanya.
"Jangan, kita tidak punya baju untuk gantimu," larang Permiro.
"Yah, sayang sekali," jawab Jasmine lesu.
"Bagaimana kalau kita menangkap ikan saja? Pasti seru," sahut None memberi ide.
"Kalian saja yang menangkap ikan, aku akan mencari kayu-nya," ucap Permiro.
"Baiklah, hati-hati kak Iro," jawab Jasmine.
Permiro-pun berjalan untuk mencari kayu dan batu untuk menyalakan api. Sedangkan, None dan Jasmine saat ini berdebat.
"Ayo, kita cari ikannya," ajak None.
"Kamu turun dulu, nanti baru aku. Biar aku melihat teknik yang kamu gunakan untuk mengambil ikan."
"Apaan, ngambil ikan pakai teknik!"
"Ayolah, One. Kamu kan laki-laki."
"Kenapa kalau laki-laki?"
"Udahlah, kamu masuk aja dulu. Nanti keburu ikannya habis!"
None dengan sedikit kesal memasukkan kakinya kedalam air sungai dengan Jasmine yang duduk di bebatuan menatap None.
Jasmine akhirnya turun setelah beberapa saat. Keduanya mencari ikan disertai ocehan-ocehan Jasmine.
"Sudah dapat berapa?" tanya Permiro ketika sampai di sungai kembali.
"Belum!" jawab Jasmine cemberut.
"Aku dapat satu," sahut None.
__ADS_1
"Yasudah kita bakar itu dulu."
"Tapi itu cuma satu kak!"
"Tidak apa-apa, itu untukmu saja. Boleh, None?"
"Tentu," jawab None dengan riang dan mengusap rambut Jasmine hingga membuat Jasmine tersenyum senang dan memberi pelukan singkat pada None.
None membalas pelukan itu lali keduanya keluar dari air dan mulai membakar ikan hasil tangkapan None. Jasmine tidak memakannya sendiri, dia membagi dengan None dan Permiro walau sedikit.
"Eh, ini kenapa? Apa... apa gempa bumi?" tanya Jasmine heran ketika tanah yang didudukinya bergetar hebat.
"Ini kenapa!?" Jasmine mulai panik dan matanya berkaca-kaca.
"Hey, tenang, Jasmine. Jangan panik, ada kita di sini," ucap Permiro menenangkan dengan membawa tubuh Jasmine ke dalam pelukannya. Sedangkan, None masih diam dan hanya menatap keduanya.
"Nggak... nggak... Daddy... Mommy," racau Jasmine.
"Tenang, Jasmine." Permiro berucap lagi dengan mengusap lembut punggung sempit Jasmine.
None yang melihat itu mendekat dan mengusap rambut Jasmine agar lebih tenang.
"Kita kembali ke gubuk saja, agar lebih aman," saran None.
Permiro mengangguk setuju dan menggendong Jasmine dan berlari dengan cepat menuju gubuk yang mereka tempati. Hanya butuh sepersekian detik kini mereka telah sampailah di gubuk.
"Ini ada apa? Tidak biasanya seperti ini," tanya None ketika Permiro telah meletakkan Jasmine ke atas tempat tidur.
"Aku tidak tau, mungkin sesuatu dari luar menyerang kawasan ini dengan kekuatan hitam," jelas Permiro ragu dengan tangan yang terus mengusap dahi Jasmine yang tertidur.
"Kita di sini saja, agar Jasmine tidak dalam keadaan bahaya. Entah kenapa aku takut dia terluka," lanjutnya yang diangguki None.
*****
"Kekuatan apa ini?" gumam Thomas ketika merasa mendapat perlawanan yang tak biasa.
"Berhenti melakukan ritual bodohmu itu. Ritualmu tidak akan berhasil, dia akan tetap di sini. Dia milik werewolf!"
Indera pendengar Thomas menangkap suara tanpa ada wujud di manapun ketika dirinya menatap sekeliling pantai.
"Kau siapa!? Tunjukkan wujudmu jangan menjadi seorang pengecut!" jawab Thomas tanpa takut.
"Aku bukan seorang pengecut dan kau tidak pantas untuk mengetahui siapa diriku ini!"
"Segera hentikan atau kau akan menerima dampak buruk dari semua ini!"
"Tidak akan! Itu tidak menguntungkanku sama sekali!"
"Lalu dengan kau melakukan ritual bodoh ini kau mendapatkan keuntungan? Kau hanya semakin merugikan dirimu!"
"Dengan kekuatan hitam yang kau gunakan hanya akan membuat dirimu menyesal di kemudian hari!"
"Temui aku, maka aku akan menghentikan hal ini. Atau ijinkan saja aku memasuki kawasan itu."
"Mengijinkanmu masuk? Kau hanya akan menjadi perusak di dalam sana!"
"Kau hanya juru kunci abal-abal!"
"Segera hentikan ritual bodohmu itu!"
TBC
Note :
__ADS_1
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
Tinggalkan jempol kalian👍