
Pagi ini terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya. Dua orang yang sudah lama saling menunggu kini tertidur di tempat yang sama, dibawah selimut yang sama dan saling mendekap dalam tidur mereka.
Sejuknya udara pagi membuat tubuh si pria semakin mendekap si wanita. Wanita didekapannya kini telah benar-benar miliknya seutuhnya setelah berbagi malam yang panjang.
Orlando dan Jasmine, malam panjang mereka lewati dengan penuh gairah dan Orlando yang mendominasi. Semuanya terasa melelahkan tapi sangat menggairahkan dan membuat Orlando tidak bisa berhenti
"Luna, ayo bangun… kita harus segera pergi sebelum orang lain tahu," bisik Orlando dengan salah satu tangannya yang mengusap punggung polos Jasmine yang tersembunyi dalam selimut.
"Eungh, aku masih mengantuk. Aku baru saja tidur," rengek Jasmine dengan semakin masuk ke dalam dekapan Orlando.
"Setidaknya gunakan pakaianmu terlebih dahulu," pinta Orlando.
"Hey, tidur lagi," gumam Orlando ketika melihat Jasmine kembali menutup matanya dengan erat.
Orlando bangun dari tidurnya dan merapikan selimut itu agar menutupi tubuh polos Jasmine. Orlando mengambil gaun simple yang memang sengaja Orlando sediakan dan ditempatkan di tempat yang tersembunyi.
Midi dress simple Orlando bawa keluar dengan dia yang sudah berganti pakaian juga. Meletakkan midi dress itu di meja kaca yang lebar lalu membangunkan Jasmine. Sulit untuk memakaikan dress seperti itu ketika orangnya sedang tidur.
"Bangun, Jasmine. Bangun sebentar dan pakai bajumu. Kamu tidak inginkan orang-orang tiba-tiba datang dan berniat membunuhmu nanti?" Orlando meberi ciuman terus menerus di pipi Jasmine agar Jasmine memiliki niat untuk bangun.
"Aku memilikimu dan kamu pasti tidak akan membiarkanku terluka," jawab Jasmine dengan nada serak dan mata yang mulai mengerjap.
__ADS_1
"Bangun, ada baju spesial untukmu." Orlando menunjukkan dress tadi kepada Jasmine.
"Tidak perlu mandi, bersihkan tubuhmu secukupnya dan kita harus segera pergi." Orlando membopong tubuh Jasmine yang tak kunjung bangun dari tidurnya menuju kamar mandi dan membasuh wajah Jasmine agar benar-benar terbuka dan sadar.
*****
"Dia tidak ada?"
"Aku tidak menemukannya. Aku sudah mencari hingga jarak 5 meter dari berbagai sisi, tapi tidak ada tanda-tanda apapun mengenai keberadaan Jasmine."
"Tidak mungkin kan dia dimangsa hewan buas lain atau dibunuh rogue lain?" lanjutnya bertanya.
"Itu tidak mungkin. Kamu ingat awal kita bertemu dengannya dengan niat jahat ada sesuatu yang menyerang kita dan itu pasti akan terjadi pada rogue lain atau werewolf lain yang berniat jahat," sanggah Permiro.
"Kita cari sekali lagi, barangkali ada yang tidak kita lihat," saran None.
Mereka kembali menyusuri hutan dari titik awal mereka meninggalkan Jasmine dan memperluas pencarian menjadi 10 meter dari berbagai sisi.
*****
Jasmine berada di gendongan Orlando yang berlari dengan alas udara melalui jendela kamar itu. Dengan cepat mereka akhirnya turun setelah 30 meter dari bangunan itu.
__ADS_1
"Kenapa kita harus lewat jendela? Kenapa tidak pintu?"
"Berbahaya, sedikit kemungkinan ada orang yang tahu kita tadi."
"Aw! Sakit," rintih Jasmine.
Orlando memegang bahu Jasmine yang tadi berusaha berjalan. Ini adalah penyebab malam itu.
Tanpa mereka tahu ternyata memang ada orang yang mengetahui mereka. Orang yang menjadi bagian kastil itu.
Ketika Orlando pergi
"Siapa itu? Kenapa keluar dari kamar alpha?" Seorang pria yang tidak sengaja mendongak menatap langit itu melihat seseorang yang memang tidak terlalu jelas siapa berlari.
"Apa ini…?" Pria itu kembali masuk ke dalam kastil dan menaiki tangga menuju kamar alpha.
"Alpha kemarin sudah di sini, tapi beliau hanya sendirian."
Pintu itu dibuka pria itu setelah mengetuk beberapa kali tapi tak mendapat jawaban. Menyusuri kamar itu mencari sesuatu.
"Benarkah ini? Sangat ceroboh." Pria yang membuka selimut yang tertata itu menampilkan senyum jahat dengan ide-ide yang mulai bermunculan.
__ADS_1
"Tidak ada yang bisa menyusup di kamar ini, jadi itu pasti alpha dan… luna?"