
3 hari sejak kembalinya Orlando ke kastil dan Orlando sedikit melupakan kejadian yang lalu karena mengurusi urusan kastil dengan ditemukannya beberapa penghianat.
Malam bulan sabit tiba dan Orlando sedang bersiap untuk menuju ke Loupnoir pack dengan ditemani oleh Credere dan Zweit. Keadaan di Loupnoir sangat meriah walaupun Wolfsmond pack dan Loupnoir pack berselisih namun, di acara seperti ini tidak mungkin mereka membuat keributan.
Hingga tengah malam perjamuan masih berlanjut, namun tiba-tiba Orlando merasa aneh dengan tubuhnya, Orlando merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Perasaan gelisah yang tinggi membuat dirinya tidak nyaman.
Ada apa denganku?, batin Orlando.
"Bukankah Watcher Credere sangat sigap?" ucap seseorang dengan nada kagum.
"Orlando kita harus pergi! Dia sedang dalam bahaya, aku bisa merasakannya."
Orlando sedikit bimbang, perjamuan ini memang tidak sangat penting namun, hal ini terkait harga diri pack-nya.
Tiba-tiba Orlando langsung berlari keluar ketika Maks berhasil menguasai tubuhnya. Orlando atau Maks merubah wujudnya menjadi serigala dan berlari menuju perbatasan.
Maks telah sampai di dunia manusia, Maks juga Orlando pernah ke dunia manusia untuk beberapa urusan.
"Dimana dia?" gumam Maks gelisah. Sungguh perasaan takut menyelimuti hatinya.
"Jangan mendekat!"
"Diamlah, cantik. Bukankah ini akan menjadi malam yang indah di bawah cahaya bulan sabit?"
__ADS_1
Bugh
Maks yang mendengar teriakan itu berjalan dengan cepat untuk mendekat.
Mata maks terbelalak kaget ketika menemukan seorang perempuan yang berusaha memberi pukulan pada laki-laki di hadapannya. Hati Maks tergerak untuk membantu dan saat itu juga tangannya membalik tubuh laki-laki itu dan menghantam wajah laki-laki itu dengan keras hingga membuat lebam di bekas tinjuan itu.
Perempuan itu membuang napas lega. Akhirnya seseorang membantunya, sebelumnya perempuan itu akan berlari namun laki-laki itu berhasil memojokkannya di gang sempit dan tanpa celah untuk berlari.
Laki-laki itu tumbang, laki-laki itu dalam keadaan tidak sadar atau mabuk.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Maks.
Perempuan itu menatap Maks yang lebih tinggi darinya lalu mengangguk.
Netra Maks berkilat kuning keemasan ketika netranya bertabrakan dengan netra hazel milik perempuan itu.
Perempuan bernetra hazel tak lain adalah Jasmine. Ketika dia berjalan pulang sendirian karena Fanny dijemput Austin jadinya dia berjalan sendiri. Sebelumnya, Austin sudah menawarkan tumpangan untuknya namun, Jasmine menolak dan juga Jasmine ingin berjalan-jalan di bawah cahaya bulan.
Jasmine tiba-tiba merasa tubuhnya melemah hingga akhirnya Jasmine kehilangan kesadarannya dan tubuhnya berhasil direngkuh oleh Maks.
Maks mengangkat tubuh ringan Jasmine dan membawanya pergi ke salah satu gedung pencakar langit yang berada di sana.
"Bukankah takdir sangat mempermainkan kita, Hera?"
__ADS_1
"Tapi aku senang akhirnya kita bertemu."
"Bukankah ini yang kita harapkan sejak dulu?"
"Apakah aku harus membawamu ketempat yang seharusnya?"
"Tapi aku tidak masalah jika harus di dunia ini untuk sementara."
Maks berjalan dengan santai di trotoar di terangi lampu-lampu yang berada di sana juga cahaya bulan. Jadi rasa takut dan gelisah itu karena Hera, mate-nya. Takdirnya sangat lucu, mereka dipertemukan di dunia manusia bukan dunia werewolf.
Maks sampai di gedung dengan tulisan di bagian atas gedung Luxury apartment. Menaiki lift khusus menuju puncak gedung di mana presidential suite room berada yang menjadi milik Orlando.
Ruangan yang memiliki fasilitas lengkap dengan pemandangan yang indah terlebih ketika malam hari. Ruangan ber-AC menyambut kedatangan maks juga Jasmine yang pingsan. Menurunkan Jasmine di ranjang yang teramat empuk.
"Kamu sangat cantik," puji Maks dengan membelai wajah Jasmine.
"Kita tidak akan terpisah lagi, sampai kapanpun."
TBC
Note :
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
__ADS_1
Tinggalkan jempol kalian👍