JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
19. PERTEMUAN ORLANDO DAN NONE


__ADS_3

Orlando menatap langit malam dari balkon kamarnya yang berada di menara kastil. Bulan sabit yang terang terlihat jelas dari tepat berdirinya Orlando.


"Kapan kita mencarinya lagi?" tanya Maks.


"Entah."


"Aku baru ingat, bahwa pada bulan purnama kemarin tiba moon goddess memberitahukan kalau mate kita begitu istimewa," lanjutnya.


"Dan itu artinya akan banyak rintangan untuk kita dapat menemukannya?" tanya Maks yang diangguki oleh Orlando.


"Dia pasti sangat cantik dan tentunya akan banyak yang menyukainya atau bisa saja saat ini dia sedang dikagumi oleh seseorang."


"Akan banyak musuh dalam kisah cinta kita nantinya, Maks."


"Ya, tapi dia hanya akan menjadi milik kita selama-lamanya walaupun banyak orang yang berkeinginan untuk merebutnya."


Percakapan mereka terhenti hingga suasana berubah menjadi sunyi.


Tubuh Orlando melemas dan Orlando tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Orlando diam tanpa perlawanan dan kini mata itu berubah menjadi kuning keemasan yang sangat terang apabila berada di kegelapan.


Orlando kini berada di bagian terdalam jiwanya, mengistirahatkan jiwanya dan membiarkan wolf-nya menguasai raganya.


"Aku menginginkan darah untuk malam ini," gumam Maks dengan mata menyala dan menatap tajam ke arah hutan yang gelap.


Setelah berucap demikian, Maks merubah wujudnya menjadi serigala putih keabu-abuan dengan tubuh besar dan gagah melompat melewati jendela kastil dan memijakkan kakinya di beberapa tempat agar dapat melompat turun.



...pixabay.com...


Maks telah keluar dari wilayah kastil tanpa melewati gerbang utama. Mata tajam itu menyorot ke sepenjuru hutan mencari-cari di mana mangsanya berada.


"Apa yang akan aku mangsa?" batin Maks berucap.


"Apa seekor kelinci?" lanjutnya dengan menatap seekor kelinci putih yang melompat-lompat.


"Aku ingin darah manusia, tapi sepertinya tidak ada manusia di sini."


Akhirnya Maks berlari menggunakan keempat kaki kuatnya menuju kelinci yang melompat-lompat. Kelinci putih itu seketika mati ketika gigi tajam Maks menggigit perut Kelinci itu.


"Lumayan." batin Maks setelah habis menyantap kelinci kecil itu.


Maks terus berjalan menyusuri hutan dan sesekali memangsa hewan.


Hingga pagi tiba kini Maks atau raga Orlando dalam wujud serigala telah kembali dalam wujud manusia. Maks saat ini berada di sungai tidak tau apa yang membuatnya sampai di sungai ini.


"Menangkap ikan sepertinya bukan hal buruk," gumamnya dengan melihat sungai.


Maks turun menuju air sungai dan ketika kakinya menyentuh air membuat tubuhnya tersentak kaget.


"Sial! Dingin sekali," ucap Maks ketika dirinya menepi menjauhi air.


Air sungai memang masih dingin karena hari masih sangat pagi dan langit masih dihiasi bulan yang mulai tak terlihat.


Maks melangkah kembali mendekati sungai namun, kali ini Maks menapakkan kakinya ke bebatuan di sana.


"Luna, Luna, Luna ," gumam Maks.

__ADS_1


"Ini! Ini aroma Mate-ku!" ucap Maks dengan semangat ketika hidungnya menangkap aroma mate-nya.


"Ah, tidak-tidak! Aroma ini sama dengan aroma penyihir itu!"


Maks menolak kebenaran ketika hidungnya menangkap aroma mate-nya namun, Maks kembali menangkap sesuatu yang berbeda.


"Tapi... aroma ini berbeda, ini menggairahkan," ucap Maks menggebu.


Maks berdiri dari duduknya dan mengendus aroma yang dapat menaikkan birahinya itu.


"Sial! Ini memabukkan! Ini milikku! Ya, tidak salah lagi, ini milikku!" ucap Maks posesif ketika hidungnya menangkap aroma yang semakin membuat birahinya meningkat.


"Dia pernah ke sini? Aroma ini di sini tapi di sini tidak ada siapa-siapa." Maks menatap sekeliling.


"Aku akan mencarinya, aku pastikan aku tidak akan salah lagi!"


Maks melangkahkan kakinya meninggalkan area sungai, kembali di ingat dirinya memang belum ke area ini.


"Kenapa di sini ada banyak sing... kong?" tanya Maks ketika di tengah perjalanannya. Pohon-pohon singkong yang masih kecil dapat Maks tangkap keberadaannya.


Maks tentu heran karena ini tempat para werewolf tinggal dan para werewolf tidak mungkin memakan singkong, bukan?


"Buah? Buah apa ini?" tanyanya lagi ketika melihat bulatan-bulatan kecil berwarna jingga keemasan yang tumbuh diantara semak-semak.


"Kenapa daerah ini aneh sekali? Apa ada manusia di sini?"


"Arghhh!!!!" teriak Maks tiba-tiba.


"Si-sialan kau!"


Maks terduduk dengan memegangi area dadanya. Rintihan kesakitan dirinya rasakan.


"Aku tida-dak akan per-gi!"


*****


Di sisi lain, seseorang mendengar suara geraman Maks seketika menghentikan langkahnya.


"Suara siapa itu?" gumamnya.


"Sial! Kenapa di sini menjadi seram begini?" ucapnya lagi dengan mengusap-usap area bahunya.


"Aku penasaran, apa aku ke sana saja?"


"Tapi kalau itu serigala dan aku di mangsa olehnya, bagaimana?"


"Aish! Kenapa aku takut pada sesamaku?"


Kalian tau itu siapa? Ya, kalau kalian menebak itu None kalian benar.


None pergi mencari mangsa hingga pagi hari tiba dan kini dirinya masih memegang sebuah tulang hewan yang dirinya jilat-jilat dengan lidahnya.


"Aku akan ke sana." Tekad None sudah bulat di temani dengan rasa penasaran. Tulang itu dia buang dan berjalan mendekati arah yang menurutnya dapat mengantarkan dirinya pada suara geraman itu.


Suara geraman itu tidak terdengar lagi namun, kini telinga tajam None menangkap suara rintihan kesakitan.


None mengusap kedua bahunya lagi merasakan kengerian hutan ini.

__ADS_1


"Hah!" teriak None tertahan.


"Itu, alpha Wolfsmond?" tanyanya pada dirinya sendiri.


None bersembunyi di salah satu pohon melihat raga Orlando yang kesakitan.


"Ada apa dengannya?"


"Apa aku harus mendekatinya?"


"Ah, tentu saja tidak, None! Gila!"


None berdebat dengan dirinya sendiri.


*****


"Waktumu istirahat, Maks!" ucap Orlando di dalam sana dan sedetik setelah berucap demikian rintihan Maks terhenti.


Mata itu tertutup sebelum kembali terbuka memperlih mata abu-abu memikatnya.


"Aku yang akan mencarinya, terima kasih untuk bantuannya," gumam Orlando.


Orlando berdiri dari posisi duduknya.


"Siapa di sana!?" teriak Orlando tiba-tiba ketika hidungnya menangkap aroma dari serigala lain.


Tidak menutup kemungkinan serigala yang tidak menyukainya menyerangnya.


Orlando menatap ke arah kanan dan ya, dia menemukan None yang bersembunyi di balik pohon. Kaki Orlando melangkah perlahan mendekati None yang telah menampakkan dirinya.


"Rogue?" ucapnya dengan nada sedikit mengejek namun, mampu membuat api berkobar di dada None.


"Mengapa kau di sini? Apakah kau berniat membunuhku atas suruhan serigala lain?" tanyanya lagi, tentunya masih mempertahankan nada ejeknya.


"Seharusnya, saya yang bertanya, Alpha Wolfsmond pack," balas None setelah keterdiamannya tadi dengan nada ejek di tiga kata terakhir.


"Mengapa anda di kawasan ini? Kawasan selatan yang banyak dihuni oleh Rogue," ujar None sengit.


"Ini masih wilayah ku dan hak ku ingin berada di kawasan ini atau kawasan lain," jawab Orlando dengan sombongnya.


"Ah, sudahlah. Aku mempunyai kepentingan lain dari pada mengurusi Rogue seperti mu." Orlando berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya sebelum sebuah serangan dari belakang membuatnya berhenti.


Cakaran keras None berikan pada bagian punggung Orlando hingga membuat pakaian Orlando robek. None telah berubah menjadi wujud serigalanya. Tidak sebesar wujud serigala Orlando, tapi dia adalah Rogue yang terkenal dengan keberingasannya.


Orlando seketika merubah wujudnya menjadi serigala dan memberi perlawanan balik kepada serigala. Dia seorang Alpha yang terkenal kuat dan mengalah seekor Rogue bukanlah hal yang susah.


Pertarungan sengit terjadi diantar keduanya yang saling menyerang tanpa mau mengalah. Orlando berhasil menumbangkan None dan berlalu pergi setelah meninggalkan luka yang cukup banyak.


"Aku berbaik hati untuk tidak membunuhmu," ucapnya Orlando pada None yang masih berwujud serigala sedangkan dirinya sudah berubah.


Aku mencium aroma itu ditubuhnya, batin Orlando.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian👍


__ADS_2