
Satu hari setelah guncangan terjadi.
Guncangan yang terjadi kemarin menjadi topik hangat yang banyak di bicarakan di sekitar kastil.
Guncangan kemarin ada apa, ya?
Kemarin sangat menakutkan
Iya, aku takut kalau tubuhku tertimpa bangunan atau pohon
Sedangkan saat ini, Credere sedang berjalan menuju menara kastil tempat di mana seorang Alpha tinggal.
Tok... tok... tok
Credere mengernyitkan dahinya ketika tak kunjung dapat jawaban dari dalam. Dia kembali mengetuk pintu besar itu dan masih sama belum mendapatkan jawaban.
"Diam lah, Maks! Kenapa kau ini seperti anak kecil!"
"Aku benci kau! Kau tahu!? Aku sangat-sangat membencimu!"
"Ya-ya-ya benci aku sepuasmu!"
Suara keributan yang terjadi pada satu orang mengalihkan perhatian Credere, dan terlihat bahwa Alpha-nya sedang berdebat dengan wolf-nya.
"Alpha," panggil Credere pelan.
Orlando yang mendengar panggilan itu menghentikan acara debatnya dan mengangguk, lalu meminta Credere untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Ada apa?"
"Saya hanya ingin memberitahu kalau guncangan kemarin berhasil menyita perhatian banyak werewolf di sini," jelas Credere.
"Mereka bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi kemarin sehingga ada guncangan tersebut," lanjutnya.
"Kau tahu dengan apa yang harus kau kerjakan, Cred," ucap Orlando.
__ADS_1
"Kau hentikan pembicaraan tentang guncangan kemarin dan klarifikasi bahwa guncangan itu hanya guncangan biasa dan tidak akan menimbulkan bencana di sini," lanjutnya.
"Baik, Alpha. Kalau begitu saya pamit undur diri," ucap Credere dengan membungkukkan badannya yang di beri anggukan oleh Orlando.
Setelah kepergian Credere, tenyata Maks kembali mendebatkan perihal pencarian Luna-nya.
"Ayo ke kawasan selatan, Orlan!"
"Dia pasti di sana, kau tahu bukan kawasan itu berbahaya. Nanti kalau Luna-ku dalam bahaya, bagaimana?"
Ocehan-ocehan Maks terus keluar hingga membuat Orlando kesal dan menyetujuinya.
Kini Orlando telah sampai di kawasan Selatan itu dan mulai menyusuri jalanan kemarin.
"Kau puas sekarang!?"
"Ya, tentu saja."
Orlando berjalan dengan sesekali mengendus aroma di sekitar kawasan selatan itu.
"D**i mana kau ku Luna-ku? Aku di sini untuk mencarimu."
"Apa yang kau ucapkan itu!? Mengerikan!"
Maks tidak menyahut.
"Aku tidak mencium aromanya, ayo kita pulang!"
"Tidak! Kalau kau mau pulang kau saja yang pulang! Aku tidak mau!"
"Heh! Kau itu dalam tubuhku kalau aku pulang maka kau harus pulang!"
"Akh!" jerit Orlando kesakitan.
"A--apa yang kau lakukan!"
__ADS_1
Orlando berteriak penuh kesakitan dan berhenti ketika mata hitam itu berubah merah.
"Aku yang berkuasa, Orlando!" Ucapan penuh tekanan terucap dari Maks yang menggantikan Orlando.
*****
Di s**isi lain
Jasmine saat ini tengah menikmati singkong rebus tadi dengan sesekali menatap rumah gubuk yang di tinggalinya.
"Kak Iro," panggil Jasmine setelah singkong yang di genggamannya habis.
"Ya, ada apa?"
"Tadi itu ada apa? Kenapa hutan ini terguncang?"
Permiro yang mendapat pertanyaan seperti itu sedikit gelagapan namun, masih mampu di tutupinya. Sedangkan, None yang mendengar bersyukur dalam hati karena bukan dia yang mendapat pertanyaan itu.
"Itu hanya guncangan biasa yang sudah cukup sering terjadi," jawab Permiro setelah terdiam beberapa detik. Tentu saja itu bualan Permiro karena dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Ohhh."
"Kalau tadi kenapa kamu menangis dan ketakutan?" tanya None.
"Itu ya? Aku teringat suatu kejadian...," ucap Jasmine.
"Kejadian?" tanya None lagi.
Jasmine terdiam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.
"Kalau tidak bisa menjawab tidak masalah, kamu bisa cerita lain kali," ujar None dengan mengusap rambut Jasmine.
TBC
Note :
__ADS_1
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
Tinggalkan jempol kalian👍