
Pagi telah tiba, kicauan burung yang tinggal di hutan ini menyambut pagi Jasmine. Jasmine memang disambut tapi orang yang disambut masih bergelung dengan selimutnya.
Pintu terbuka menampilkan salah seorang rogue dengan tampilan yang selalu memukau dan sangat tampan, berjalan mendekati tempat tidur yang Jasmine tempati.
Wajahnya mendekat hendak mencium pipi selembut kapas itu tapi ucapan seseorang terlintas di pikirannya.
"Jaga sikap dan jangan pernah melakukan kontak fisik berlebihan padanya!"
"Sial! Dia seenaknya memerintahku!"
Laki-laki itu menghembuskan napas berusaha meredam rasa kesalnya.
"Jasmine… ayo bangun," ujar laki-laki itu dengan nada lirih dan tangan yang hanya mampu menepuk pipi lembut itu.
"Eungh… jangan ganggu aku!" kesal Jasmine dan memutar tubuhnya memunggungi orang yang seenak mengganggu tidurnya.
"Mari kita belajar sesuatu, atau kamu ingin pergi mencari ikan seperti dulu? Golden berry?" bujuk laki-laki itu.
Jasmine tidak mendengarkan ucapan itu dan tetap menutup matanya.
Laki-laki lain masuk dengan pakaian yang tidak jauh beda.
"Jasmine belum bangun?"
"Kamu tahu jawabannya jadi, tidak perlu susah bertanya dan membuang kata-kata dengan percuma!"
__ADS_1
"Ada apa denganmu, Permiro? Ini masih pagi untukmu kesal," tanya laki-laki yang baru saja masuk itu ketika mendengar jawaban ketus laki-laki di depannya yang tak lain Permiro tidak lupa ekspresi tidak menyenangkan keluar.
"Hey, Jasmine… ayo bangun, ini sudah pagi, kita bisa melihat black rose pagi ini," ucap laki-laki yang tak lain None dengan tangan yang mengusap rambut halus itu.
Kedua laki-laki dengan umur yang hanya terpaut sedikit itu duduk di kedua sisi perempuan yang sedang terlelap menyelami alam mimpi.
Karena Jasmine tidak menunjukkan respon apapun, None dengan berani mendekatkan wajahnya ke wajah Jasmine.
Ketika bibir None mendekat ke arah dahi Jasmine, Pwrmiro lebih dulu mendorong kepala None.
"Jangan menciumnya atau kamu akan mendapat luka darinya untuk ketiga kalinya!" peringat Permiro.
Jasmine yang merasa sudah tidak nyaman dengan tidurnya juga tempat tidur yang bergoyang-goyang menandakan ada orang selain dirinya di dalam kamar itu akhirnya memilih bangun
"Kalian sedang apa di sini?" tanya Jasmine dengan suara yang masih sedikit serak.
"Untuk apa? Aku tidak memiliki pekerjaan di sini, jadi lebih baik aku tidur." Jasmine menaikan selimutnya.
"Kamu punya jadwal yang lebih padat dari yang biasa kamu lakukan, Jasmine," ujar Permiro.
"Jadi, segeralah bangun dan mandi lalu temui aku di bawah," titah Permiro.
Dalam ruangan itu menyisakan Jasmine dan None saja.
"Jasmine… ayo bangun, kamu harus disiapkan untuk menduduki posisi luna," bujuk None dengan menepuk pipi Jasmine pelan.
__ADS_1
"Luna?" tanya Jasmine bingung.
"Iya, Luna. Kamu akan menjadi ratu di kastil milik Orlando, jadi bersihkan dirimu dan mulailah berlatih. Karena posisi luna tidak semudah itu," pesan None kemudian meninggalkan Jasmine sendirian dalam kamarnya.
"Hah, ayo Jasmine kita mandi."
Jasmine berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar itu dan menatap dirinya melalui cermin.
"Hera?"
"Hai, Jasmine. Kamu sudah mengetahui ternyata. Selamat berjuang, semua tidak akan sia-sia. Aku selalu berada di sini dan ketika kamu sudah kuat nanti aku bisa menggantikanmu."
Jasmine berbicara dengan cerminan dirinya yang ternyata bukan dirinya yang sesungguhnya melainkan Hera, wolf-nya.
Jasmine telah selesai dengan mandinya dan memakai bathrobe ketika keluar dari kamar mandi. Memakai gaun Sabrina berwarna abu-abu dengan beberapa hiasan di bagian atas dan tentunya simple dan mudah digunakan untuk bergerak, karena menurut Jasmine hari ini akan berlaku dengan panjang.
*****
TBC
Note :
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
Tinggalkan jempol kalian👍
__ADS_1
Instagram : @kahorlenis._