JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
42. BATHTUB


__ADS_3

Dengan kekuatan sihir yang keduanya satukan Olive akhirnya dapat keluar dari sana tanpa diketahui siapapun dan di sadari siapapun.


"Kita ke dimensi manusia langsung dan segera kita mencari Luna itu!" ujar wanita tua itu.


Keduanya menghilang dengan asap hitam yang menutupi mereka, kemudian asap itu terbang mengikuti udara.


*****


Beberapa hari terakhir Austin dibuat khawatir dengan keadaan perempuan yang menjadi ratu di hatinya wali belum diresmikan.


"Fanny? Kamu di dalam? Buka pintunya!"


Austin mengetuk pintu kamar Fanny dengan kasar.


Setelah piknik yang keduanya lakukan dengan Jasmine juga Orlando Fanny memang memaafkan Austin dengan syarat bahwa dia bisa tinggal kembali di rumahnya tanpa Austin, Austin menyanggupinya karena dia juga akan ada urusan.


Hari ini waktu Austin lenggang dan dia mendapat laporan dari pekerja di rumah ini yang diperintahnya untuk memberitahu segala hal yang dilakukan Fanny untuk melapor. Dan kemarin


dia mendapat laporan bahwa Fanny tidak mau keluar kamar dan tidak mau makan bahkan kamarnya dikunci.


"Fanny!? Kalau kamu tidak membuka pintu ini aku akan mendobraknya!" ancam Austin kepalang kesal.


Kesibukannya membuat otaknya cukup panas dan dia mendapat laporan yang tidak mengenakkan semakin panas otaknya. Niat hati ingin bersenang-senang tapi batal.


"Fanny!?"


Brak


Pintu dibuka paksa oleh Austin dari tendangan kakinya yang berbalut sneakers dengan keras karena kamar itu terkunci dan tidak ada kunci cadangannya.


"Fanny?" panggilnya untuk kesekian kalinya.


Kamar Fanny terlihat suram dengan gorden yang menutupi cahaya matahari untuk masuk walau sudah ada lampu yang menyala.

__ADS_1


Austin mengelilingi kamar yang cukup untuk ditempati satu orang saja karena berada di kawasan perumahan biasa. Kamar dengan segala hal di dalamnya berwarna putih sudah dikelilingi oleh Austin.


Telinga Austin menangkap suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Mencoba mengetuknya tapi tidak ada jawaban.


"Fanny?"


Tok-tok-tok


Karena tak kunjung mendapat jawaban Austin membuka pintu itu yang ternyata tidak terkunci. Matanya terkunci pada bathtub yang terlihat beberapa helai rambut.


"Fanny? Hei?"


Austin segera mengangkat tubuh Fanny menuju tempat tidur dan berusaha menghangatkan tubuhnya dengan mematikan AC dan membuka gorden Agara cahaya matahari bisa masuk.


Austin mengambil ponselnya dan menelpon dokter kenalannya untuk datang ke rumah Fanny dan memeriksa keadaan Fanny lalu pergi ke bawah.


"Buatkan saya bubur hangat juga wedang jahe," ujarnya ketika dia sampai di dapur.


Austin mencoba membangunkan Fanny dengan menepuk pipinya pelan. Beberapa kali percobaan akhirnya mata Fanny mengerjap pelan.


"Akhirnya… keadaanmu bagaimana?"


"Permisi, Tuan. Ini bubur dan wedang jahenya juga ini ada pak dokter," ujar Bi Lia, pembantu di rumah Fanny.


"Taruh di nakas saja."


Bi Lia mengangguk dan setelah selesai dia pergi keluar.


"Kamu cek dia, aku menemukannya di bathtub tadi," sirihnya pada Aldy, dokter yang dipanggil Austin.


"Ya, tentu saja aku akan memeriksanya tugasku kan memang itu," sahut Aldy dengan mengeluarkan stetoskopnya dari dalam tas yang dibawanya tadi.


Aldy meletakkan stetoskop itu di beberapa titik untuk mengecek denyut jantung perempuan itu.

__ADS_1


"Semuanya baik, apa yang kamu khawatirkan?"


"Aku menemukannya di bathtub tadi dengan air yang mengalir."


"Seriously? Mungkin dia tertidur di sana."


"Jangan bercanda, Al!"


"Siapa yang bercanda? Kalau kamu tidak percaya coba tanyakan sama dia atau kalau mau panggil saja dokter yang lain! Jauh-jauh aku kesini hanya dapat omelanmu!" Aldy mengemas kembali peralatan medisnya.


"Aku pergi, jangan lupa bayaranku!"


Austin tidak peduli dengan temannya itu dan memilih utnuk mendekat ke arah Fanny.


"Fanny… kamu tidur tadi?" tanyanya.


Wajah Fanny sedikit ling-lung dengan mata yang menatap acak sebelum menatap mata Austin.


"Hm? Ah iya aku tadi tertidur."


"Em… baiklah. Sekarang kamu ganti baju dulu ya? Mau ganti sendiri atau aku panggilkan pembantumu atau aku bantu?"


"A-ku bisa ganti sendiri, bisa keluar?"


"Apapun untukmu." Austin beranjak keluar memberi privasi pada Fanny.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍

__ADS_1


__ADS_2