JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
41. KAU MESUM!


__ADS_3

Orlando berjalan memasuki kamar yang ditempati Jasmine setelah Matthew pergi. Menatap Jasmine dari depan pintu yang hanya menampakkan punggungnya, Orlando kembali berjalan mendekat.


Orlando membalikkan tubuh Jasmine agar menghadapnya dengan pelan agar Jasmine tidak terbangun tapi lenguhan keluar dari bibir yang mampu memancing Orlando.


"Shutt… tidur lagi," bisiknya dengan menepuk-nepuk punggung Jasmine.


Jasmine bergerak tanpa sadar memeluk erat tubuh Orlando dengan salah satu kaki yang mematikan pergerakan Orlando. Jasmine menyamankan posisi kepalanya di dada Orlando.


"Mau ikut aku, nggak?" tanyanya walau tidak akan mendapatkan jawaban karena Jasmine tidur.


Orlando mengecup seluruh permukaan wajah Jasmine dan terakhir sedikit memberi kumatan di bibir itu sehingga lenguhan kembali terdengar.


"Tidur lagi." Orlando menurunkan tangannya dan berhenti di dua bongkahan padat lalu menepuknya pelan serta memberi sedikit remasan.


"Eungh," lenguh Jasmine ketika tidurnya terus diganggu.


Bukannya berhenti Orlando semakin menjadi dengan ******* bibir Jasmine dengan intens walau terkadang berhenti dan tangan yang menepuk, mengelus, atau meremas dua bongkahan itu.


Jasmine akhirnya membuka matanya dan melotot kaget apalagi ketika merasakan ******* di bibirnya serta sebuah tangan di bongkahan belakang miliknya.


Dengan memberontak Jasmine mencoba melepaskan diri. Orlando yang merasa mendapat perlawanan menghentikan kegiatannya dan membuka matanya menatap binar hazel itu dengan nafsu yang mulai berjalan naik.


"Sudah bangun? Apa aku terlalu mengganggumu?" tanya Orlando dengan mengusap pelipis Jasmine.


"Kau mesum juga ternyata, tapi berhentilah bersikap tidak sopan kepadaku!"


"Aku hanya ingin membuat tidurmu nyenyak," sanggah Orlando.


"Nyenyak? Kau hanya membuat tidurku tidak nyenyak! Kali ini aku maafkan, sekarang pergilah dari hadapanku!"

__ADS_1


"Ini apartment ku, jadi aku berhak untuk tetap disini, lagi pula kakimu membuatku tidak bisa bergerak."


Ucapan Orlando membuat Jasmine menatap ke arah kakinya yang ternyata mengapit kedua kaki Orlando, dengan segera Jasmine menurunkannya. Tiba-tiba Orlando memposisikan Jasmine agar terlentang dibawahnya dan dia di atasnya, mengukung Jasmine.


"Ke-kenapa kau diatasku!?" marah Jasmine walau tertahan karena posisi wajah mereka yang cukup dekat.


"Aku ingin menghias ini," ujar Orlando dengan menunjuk leher Jasmine.


"Untuk sekarang," lanjutnya dan tanpa memberi jeda Orlando mendekatkan wajahnya ke leher Jasmine.


"Or-orlan… ka-." Jasmine berujar tapi terpaksa terhenti ketika lenguhan akan keluar dari bibirnya.


"Jangan menahannya," bisik Orlando.


*****


Di lain tempat dan di lain dimensi, terdapat dua orang sedang berbincang untuk menyelamatkan posisi mereka.


"Aku tidak jadi merasakan menjadi seorang Luna."


Apabila kalian menebak bahwa perempuan muda itu adalah Olive Twerkuns maka kalian benar.


"Itu salahmu karena tidak berhati-hati! Semua rencana kita berantakan dan itu mengancam keberadaan kita!" teriak perempuan yang lebih tua.


"Tapi… kita bisa membunuh dia saja, bukankah itu lebih baik daripada menghalangi Orlando untuk bertemu dengan Jasmine," saran Olive.


"Ya, itu ide bagus. Saat ini kita harus bekerja sama dan mencari cara agar kau bisa keluar dari tempat ini."


*****

__ADS_1


Kembali di sisi Orlando dan Jasmine. Jasmine berusaha menahan lenguhannya dengan segala tingkah Orlando, walau terus dipancing Jasmine berusaha mengendalikan tubuhnya. Jasmine juga merasa dia tidak bisa menolak dengan tingkah Orlando.


"Wow! Bukankah ini sangat indah," ujar Orlando dengan mengusap kiss Mark yang hampir memenuhi leher putih Jasmine.


"Kau mesum!"


"Tentu saja, bagaimana aku bisa mendapatkan keturunan kalau aku tidak mesum."


Orlando menghentikan kegiatan ini sudah cukup baik. Orlando menggulingkan tubuhnya ke samping Jasmine dan menarik Jasmine agar mendekat dan memeluknya.


"Jangan memikirkan tentang kejadian itu lagi, ya," pinta Orlando.


"Bagaimanapun kondisi mu aku akan tetap di sini, di sampingmu," lanjutnya.


Jasmine hanya diam tapi tak urung dia mengangguk. Jasmine akan berusaha melupakan hal itu.


"Kenapa aku tidak bisa menolak atas perlakuanmu tadi?" Keheningan tadi terpecah ketika Jasmine mengajukan pertanyaan.


Orlando tersenyum sebentar. "Kamu akan tahu dikemudian hari," ujar Orlando membuat teka-teki di otak Jasmine.


"Sekarang tidur lagi atau mau makan?"


"Mau tidur aja," ujar Jasmine dengan semakin memasukkan wajahnya di dada telanjang Orlando.


"Tidurlah."


TBC


Note :

__ADS_1


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍


__ADS_2