
Orlando telah sampai di mana kawasan utara yang di maksud itu berada.
"Yang harus aku cari saat ini adalah tempat tersembunyi itu. Namun, sepertinya tidak semudah itu karena di tutupi oleh kekuatan hitam penyihir," gumam Orlando dengan menatap sekeliling.
Pandangan Orlando jatuh pada seseorang yang dikenalinya. Sayangnya, Orlando hanya dapat melihat bagian punggung wanita itu.
"Itu...?"
"Dia?"
"Jangan-jangan!"
Orlando berjalan mengendap-endap mengikuti langkah kaki itu dengan jarak 5 meter.
"Loh! Kemana hilangnya dia?" tanya Orlando ketika wanita yang dicurigainya itu tiba-tiba tidak terlihat.
Akhirnya Orlando memutuskan untuk terus berjalan kedepan dan ya, tempat di mana wanita itu pergi Orlando temukan.
"Apa ini yang dimaksud tempat tersembunyi itu?"
Dari jauh, wanita itu terlihat dan dia sedang berbicara dengan seseorang dengan pakaian tertutup dan tak dikenali.
Tak lama orang itu pergi meninggalkan wanita itu sendirian.
Wanita itu berbalik dan matanya melotot sempurna mendapati Orlando di sana.
"Luna Olive?"
"Jadi benar, pantas saja aku tidak merasakan apapun ketika di dekatmu, tidak seperti seorang werewolf menemukan mate-nya."
"Wow! Mengagumkan. Bagaimana bisa seorang penyihir bisa memasuki kastilku tanpa diketahui siapapun? Dan juga bagaimana bisa aku mencium aroma mate-ku waktu itu?"
"Al-alpha," panggil Olive dengan nada gagap.
"Ya, ini aku kenapa wajahmu seperti itu?"
"Apakah rencanamu sudah terbongkar?"
"Bawa dia ke kastil!" perintah Orlando dengan nada tegasnya pada beberapa warrior yang dia panggil.
__ADS_1
Olive di seret dengan paksa oleh dua warrior yang memegangi kedua lengannya.
"Nggak! Lepaskan aku! Apa kalian lupa!? Aku Luna kalian!" teriak Olive memberontak.
Olive menggerakkan tangannya acak berharap agar cekalan itu bisa telepas, namun bukannya terlepas cekalan itu menjadi lebih kuat dan erat hingga dapat Olive rasakan rasa perih mulai menerpa pergelangan tangannya.
Mereka telah sampai di kastil dan mereka menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan terutama pada Olive yang mereka ketahui sebagai Luna mereka diseret paksa.
*Ada apa dengan Luna kita?
Kenapa Luna diseret seperti itu*?
Olive di jatuhkan di lantai batu dengan kasar hingga suara lutut yang menyentuh lantai itu dapat mereka dengar dengan jelas.
"Alpha! Kenapa kau memperlakukannya seperti itu!?" teriak Elen yang berjalan mendekat.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Elen lembut kepada Olive.
"Astaga! Pergelanganmu lecet dan lutut mu!"
"Orlando! Apa yang kamu lakukan!?"
"Dia membohongi kita! Dia menipu kita!" ucap Orlando tegas dengan menunjuk ke bawah di mana Olive bersimpuh.
"Dia penyihir! Dia penyihir yang menggunakan aroma mate-ku untuk bisa memasuki kastil ini!"
Ucapan penuh penekanan dari Orlando yang dapat mereka semua yang ada di sana dengar menimbulkan bisik-bisik.
Penyihir?
"Aku akan menghukumnya! Aku akan memenggal kepalanya yang dengan berani melakukan tindakan menjijikkan ini!"
Sorak sorai dari sekitar yang mendukung agar Olive dihukum terdengar.
"Nak, jangan seperti itu," ucap Elen dengan Olive yang berada di dekapan tangan kanan.
"Jangan seperti itu gimana, Bunda!? Dia menipu kita semua!"
"Selama dia di sini, dia tidak pernah melakukan hal-hal yang buruk dan mengancam kastil ini," ucap Elen membela.
__ADS_1
"Sekalinya penipu akan tetap penipu, Bunda! Dan memenggal kepala seorang penyihir merupakan hukum yang tertulis di kastil ini!"
"Alpha, memenggal kepala penyihir memang hukum tertulis di kastil ini, namun apabila penyihir itu tidak melakukan hal-hal yang mengancam itu terdengar kurang pantas untuk hukumannya," sela Zweit tiba-tiba.
"Alpha, lebih baik kau memberi hukuman pengasingan selama-lamanya," sarannya.
"Itu sangat mudah, Beta Zweit," tolak Orlando.
"Tetapi itu lebih dari cukup atas hal yang dilakukannya."
Orlando memegang kepalanya dan menghembuskan napas kasar.
"Baiklah, aku Orlando Clodoveo alpha dari Wolfsmond pack menjatuhi hukuman pengasingan selama-lamanya untuk Olive Twerkuns!"
Setelah ucapan itu terucap para warrior yang menangani hukuman ini berjalan dan memegang kedua lengan Olive dan membawanya pergi dari sana.
"Alpha aku Mate-mu! Aku Mate-mu!"
Orlando memijat kepalanya dan berjalan masuk ke dalam kastil. Sedangkan, Elen menatap ke arah Olive dengan sedih.
Orlando telah sampai di kamarnya dan mendudukkan dirinya di sofa yang ada di kamarnya.
"Hari yang melelahkan, bukan?" tanya Maks tiba-tiba setelah sekian lama tidak muncul.
"Kenapa kau baru muncul!?"
"Aku tidak suka berada di dekatnya!"
"Kau sudah tau mengenai ini?"
"Tidak, karena aku juga mencium aroma mate-ku dari tubuhnya."
"Sepertinya kemarin kita terkena sihirnya," tebak Orlando.
"Dan menurutku, itu bukan sihir biasa karena kita tidak semudah itu terpengaruh oleh sihir."
TBC
Note :
__ADS_1
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
Tinggalkan jempol kalian👍