JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
48. KECELAKAAN


__ADS_3

Saat ini mereka semua telah sampai di kediaman Matthew, kenapa tidak kembali ke apartment Orlando? Karena Matthew tidak mengizinkannya dan Matthew tidak ingin Jasmine jauh dari pandangannya sebelum waktunya.


Sebelum mereka pulang seperti biasa Orlando memarahi Matthew dan pengawal Matthew karena lalai dalam menjaga Jasmine, sebelumnya Jasmine sudah di dalam mobil agar tidak mengetahui hal ini.


"Kamu… kenapa ikut masuk?" tanya Jasmine ketika Orlando mengikuti langkahnya masuk kamar.


"Kita sekamar," jawab Orlando santai.


"Hah? Tidak! Tidak ada satu kamar! Kamu tidur di kamar lain saja!" tolak Jasmine keras.


"Kita satu kamar, kan kasihan pembantu rumah ini harus mendapat tambahan kerja. Kamu tidak kasihan? Mereka sudah membersihkan rumah sebesar ini ditambah kamar yang harusnya kosong jadi terisi."


"Kenapa kamu kasihan? Lagian juga gaji mereka setimpal dengan pekerjaan mereka."


Orlando langsung masuk begitu saja.


"Luna?" panggil Orlando dengan nada rendah dan penuh peringatan.


"Huh."


Jasmine menutup pintu kamarnya dan bergerak untuk pergi ke kamar mandi.


"Behind the world?" gumam Orlando mengambil novel di rak majalah Jasmine.


"Our story," lanjutnya ketika membuka novel itu dan menatap daftar isi.


*****


"Sialan! Sedikit lagi!"


"Beruntung sekali dia tidak menyadari keberadaan ku, kalau mereka tahu bisa hancur aku."


"Hey! Sedang apa kamu di sini?" tanya seseorang tiba-tiba, Credere.


"Bukan urusanmu!"


"Oh? Kenapa pergi?" gumam Credere menatap orang itu pergi begitu saja.


"Owh… banyak sekali yang ingin menghancurkannya, tapi akan aku pastikan mereka semua akan hancur dan hanya aku yang akan memenangkannya."


"Sir?" panggil laki-laki dengan pakaian khas pengawal.


"Antar aku ke sana."


Pengawal itu mengangguk dan berjalan di belakang Credere.


*****


"Kak, kita pergi," ajak Jasmine.


"Pergi? Ke mana?"


"Kita ke rumah Fanny, aku sudah lama tidak bertemu dengannya."


"Boleh, beri aku ciuman… di sini." Orlando menepuk bibirnya.

__ADS_1


"Aku pergi sendiri saja."


Orlando yang melihat Jasmine beranjak segera menarik lengan itu dan menahan tubuh Jasmine di atas tubuhnya.


"Kak!"


"Bahaya selalu mengancam keberadaan mu, jadi jangan coba-coba pergi sendiri. Minta izinku untuk pergi kemanapun!" bisik Orlando sebelum melakukan apa yang diinginkannya.


"Lalu kalau a--aku ke kantor?" tanya Jasmine setelah berhasil menjauhkan wajah Orlando dari wajahnya.


"Tidak ada ke kantor, Matthew yang akan mengambil alih. Tugasmu hanya denganku."


"Berapa kali aku bilang, panggil dengan sebutan grandpa! Bukan Matthew! Seenaknya saja!"


"Selalu beri ini (menepuk bibirnya) maka aku akan memanggilnya dengan grandpa."


"Enak di kamu!"


Orlando langsung membekap bibir Jasmine dan mendekap tubuh Jasmine dengan erat.


"Ah, maafkan saya, silahkan dilanjutkan."


Suara seseorang mengagetkan mereka dan dengan segera Jasmine menjauhkan Orlando dari atas tubuhnya tepatnya dari lehernya.


Jasmine berdiri di depan cermin ketika pembantu itu telah pergi dan menatap bekas merah di lehernya.


"Kan merah!"


"Jadi pergi tidak?" tanya Orlando.


"Jadilah! Sebentar aku tutupi dulu ini!"


Dengan bibir yang maju ke depan Jasmine berjalan ketika Orlando menyeretnya.


"Kalian mau kemana?" tanya Matthew yang sedang membaca koran.


"Aku akan ke rumah kak Fanny, grandpa."


"Hati-hati, eh leher?"


"Kami pergi dulu," ujar Jasmine buru-buru dan berganti kini Jasmine yang menyeret Orlando.


Orlando menurut, kepalanya menoleh kebelakang dan menatap Matthew dengan lidah yang disapukan ke bibirnya, seketika Matthew yang melihat itu langsung mengeluarkan gerakan seakan ingin memotong leher Orlando.


Mereka sampai di mobil dan Orlando yang memegang kemudi segera melaju menuju rumah Fanny dengan kecepatan sedang.


"Sebelum pulang kita ke rumah sakit ya…."


"Kalau pulang ya pulang saja tidak perlu ke tempat lain."


"Aku mau jenguk mereka, kan kasihan mereka tinggal di hutan mana punya keluarga."


Tiba-tiba Orlando mempercepat laju mobil mereka membuat Jasmine yang menatap jalanan sekitar terkejut.


"Ada apa kak?"

__ADS_1


"Kencangkan sabuk pengamanmu dan pegangan erat-erat."


Walaupun Jasmine tidak tahu apa yang terjadi, Jasmine tetap menurutinya.


"Jangan lihat ke arah belakang!"


Seperti kebanyakan orang yang apabila dilarang timbul rasa penasaran seperti itulah yang saat ini sedang Jasmine rasakan.


Jasmine menatap Orlando yang fokus ke arah depan perlahan menatap belakang mobil mereka melalui kaca spion.


Mata Jasmine melotot sempurna ketika 2 mobil mengejar mereka.


"Orlan… kamu bilang aku ada keturunan dari seseorang yang punya kekuatan supranatural, bukan?"


"Jangan sekarang Jasmine," ujar Orlando dengan tangan yang fokus mengendalikan mobil yang ditumpangi mereka.


"Berarti aku punya kekuatan supranatural, kan? Dan sedikit yang aku tahu bahwa mereka mempunyai kekuatan telekinesis, benar?"


"Aku bilang tidak sekarang, Jasmine!"


Telekinesis adalah kemampuan mengontrol benda dibumi tanpa menyentuhnya yang mengandalkan konsentrasi dan menggunakan kekuatan pikiran. (Sumber : idntimes.com)


Jasmine mengangguk paham, menurutnya apa yang dia ucapkan itu benar hanya saja Orlando tidak bisa menjelaskannya untuk sekarang.


Jasmine mulai memfokuskan dirinya, walaupun dia tidak begitu tahu caranya tapi seperti yang dia tahu, dia hanya perlu memfokuskan pikirannya.


Orlando semakin menekan pedal gas ketika mobil yang mengejar mobilnya juga semakin melaju dan hampir berhasil menabrak bemper belakang mobilnya.


"Sialan!"


Orlando merogohkan tangannya pada dashboard mobil dan mengeluarkan tangannya ketika berhasil mengambil pistol dari sana. Orlando menurunkan kaca samping tempat duduknya dan menembakkan peluru ke arah ban mobil di belakangnya.


Adi tembak terjadi antar 3 mobil itu, Orlando berusaha menghindar ketika mobil itu meloloskan peluru dan menabrak mobilnya.


Brak


Tabrakan terjadi antara 2 mobil yang mengejar mereka. Aneh, kedua mobil itu jelas komplotan tapi mengapa keduanya menabrak diri ke komplotannya.


Orlando yang melihat itu menghentikan mobilnya sejenak dengan jarak yang cukup aman.


"Jasmine?" tanya Orlando tidak percaya.


"Maaf, aku sedikit tahu apa itu kekuatan supranatural dan aku yang melakukannya tadi," ujar Jasmine dengan berbisik dan kepala yang ditundukkan.


"Lain kali jangan melakukannya lagi, itu bisa membuatmu semakin dalam bahaya." Orlando berujar menenangkan dengan salah satu tangan mengusap rambut Jasmine.


"Kita pergi sekarang sebelum komplotan mereka datang." Jasmine mengangguk dan sebelum melajukan mobilnya Orlando melakukan hal favorit yang akan selalu dilakukannya.


Kecelakaan itu mungkin akan menimbulkan korban terlihat dari api yang timbul. Untung saja jalanan itu sepi tidak ada mobil atau alat transportasi lain kecuali 2 mobil tersebut dan mobil Orlando.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian👍


Instagram : @kahorlenis._


__ADS_2