
Seseorang sedang duduk di sofa menatap perempuan yang sedang terlelap di atas tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali kepalanya.
Perempuan itu menggeliat kecil lalu membuka matanya. Seketika kepala itu menatap liar sekeliling kamar dan hampir berteriak sebelum pemilik kamar berdiri di depannya dan membuat teriakan itu tertelan kembali.
"Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?"
Deep voice dipagi hari sangat menyegarkan telinga Jasmine. Jasmine menatap laki-laki itu sedikit terpesona namun, tak lama makian keluar dari bibir Jasmine.
"Sialan! Siapa kau?! Beraninya membawaku pergi!"
"Shutt, jangan mengucapkan kata buruk itu di hadapanku!" tegas Orlando.
"Aku tidak membawamu pergi, tapi aku menolongmu dari laki-laki yang berniat melecehkan mu kemarin."
Jasmine teringat kejadian semalam. Namun, lagi-lagi Jasmine berniat akan memaki laki-laki itu sebelum laki-laki itu memotong ucapannya.
"Jangan memakiku lagi dengan kata yang tidak ingin aku dengar itu," potong Orlando.
"Aku yang mengganti bajumu dan tidak perlu khawatir tidak ada hal yang aku ambil dari tubuhmu."
"Tetap saja! Kenapa tidak menyuruh orang lain saja!? Itu salah satu tindakan yang tidak sopan!"
Orlando diam tidak ingin menjawab, membuat Jasmine kesal dan berlalu ke kamar mandi dengan menghentakkan kakinya.
"Sialan kau!" teriak Jasmine dari dalam kamar mandi ketika dirinya berniat akan menyikat giginya dulu dan tatapannya jatuh ke area lehernya yang terdapat bekas kemerahan.
Jasmine kembali keluar dengan wajah merah padam.
"Ber-,"
Orlando membungkam bibir Jasmine dengan bibirnya membuat Jasmine membelalakkan matanya, Jasmine mendorong tubuh Orlando namun tidak bisa dan kini pinggangnya di tahan oleh tangan kekar Orlando.
"Mmpphhh."
__ADS_1
"itu hakku!" bisik Orlando dengan penekanan setelah melepas ciuman mereka.
"Kamu milikku, hanya milikku!" lanjutnya.
Jasmine seketika terdiam kaku. Orlando menggendong tubuh Jasmine dan membawanya kembali ke kamar mandi.
"Mandilah, setelah itu aku antar pulang," titahnya dengan nada yang sangat lembut.
Jasmine masih terdiam walaupun Orlando telah meninggalkannya sendirian.
"Gila!"
Setelah memaki dirinya sendiri, Jasmine mulai membersihkan dirinya. Dia kembali teringat bahwa laki-laki itu sudah melihat tubuhnya, Jasmine mencoba untuk menerimanya karena memakinya seperti tadi juga tidak berguna.
*****
"Jasmine… Jasmine… Jasmine," gumam Orlando riang.
"Nama yang cantik, secantik orangnya dan itu hanya milikku."
Malam itu, andai saja dia tidak bisa menahan diri mungkin Jasmine tidak akan bisa berjalan. Nyatanya dia berhasil menahan diri, namun memberi sedikit hal sebagai tanda bahwa Jasmine adalah miliknya!
*****
"Aku tidak membawa baju?" tanya Jasmine pada dirinya sendiri.
"Bagaimana aku akan keluar? Sial sekali aku."
"Apa aku meminta dia untuk mengambilkan baju?"
"Ah, tidak tidak. Konyol sekali."
Jasmine mondar-mandir dengan bathrobe yang sudah membalut tubuhnya. Jasmine membuka pintu kamar mandi dan mengintip apakah dia masih ditempat atau sudah keluar.
__ADS_1
"Sepertinya aman. Dia tidak ada di sana."
Jasmine berjalan keluar dengan cepat lalu, membuka pintu almari mencari-cari pakaian yang mungkin bisa dipakainya.
"Jasmine?"
Jasmine menengokkan kepalanya ke arah pintu dan sedetik dia langsung berlari akan kembali ke kamar mandi. Orlando menarik pinggang Jasmine cepat membuat Jasmine berbalik dan mendekat ke arahnya.
"Tidak perlu lari," ujar Orlando.
"Pakaianmu disini," lanjutnya dengan membuka salah satu pintu lemari yang memperlihatkan beberapa gaun sederhana dan pakaian yang lain.
"Kamu pilih saja, semua sudah sesuai ukuranmu, aku keluar dulu."
Orlando berlalu keluar, Orlando tidak sampai menebak kalau Jasmine akan keluar dalam keadaan seperti itu. Niatnya tadi Orlando akan memberikan pakaian itu, tapi Jasmine sudah keluar dulu. Bukankah itu salah satu keberuntungan?
Jasmine memilih pakaian di dalam lemari itu dan ketika dia membuka laci yang ada di sana wajahnya langsung memerah melihat dalaman perempuan yang ukurannya sudah disesuaikan. Apa ini?!
Jasmine mengambil sepasang, memastikan pintu kamar terkunci jendela-jendela tertutup lalu Jasmine memakai bajunya.
Jasmine telah selesai dengan segala urusannya dan berjalan keluar kamar. Sebuah *fl*oral dress dengan v-neck berhasil membuat Orlando yang melihatnya kembali terpesona.
"Aku tidak bisa memasak dan juga tidak ada makanan yang bisa dimasak," ucap Orlando ketika Jasmine sudah berada di dekatnya.
"Kita cari makan di jalan saja sekalian aku antar kamu pulang," lanjutnya.
Jasmine hanya mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Orlando keluar. Mobil dengan warna brown metallic keluar dari parkiran bawah tanah apartment melaju membelah jalan raya.
TBC
Note :
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
__ADS_1
Tinggalkan jempol kalian👍