JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
35. WEEKEND


__ADS_3

Hari libur adalah hari yang banyak didambakan semua orang, dimana mereka bisa pergi piknik, menonton bioskop, belanja atau hanya sekedar menikmati me time di rumah.


Weekend kali ini adalah yang menyenangkan bagi Jasmine, dimana biasanya dia akan melakukan pemotretan tanpa tahu hari, kini Jasmine dapat merasakan akhir pekan yang menyenangkan.


Fanny dan Austin sudah berada di rumahnya sejak pagi dan keduanya ikut sarapan bersama dengan mereka.


"Jasmine! Bagaimana kalau nanti kita ke pantai," ajak Fanny yang langsung saja membuat mata semua orang menatap ke arahnya terutama Matthew yang menatap Fanny sedikit tajam.


"Tidak untuk pantai!" ujar Matthew.


"Yah…," gumam Fanny lesu.


Austin yang melihat itu langsung memutar otak mencari cara agar pujaan hatinya tidak lesu seperti itu di weekend kali ini.


"Bagaimana kalau ke taman? Kita piknik di sana," ide Austin.


Seakan balon yang diisi udara hingga membentuk bulatan sempurna seperti itu pula raut wajah Fanny yang langsung kembali segar.


"Boleh-boleh! Kamu mau kan Jasmine?" Fanny menatap Jasmine yang duduk di hadapannya.


"Ide bagus! Kebetulan aku juga merasa bosan dan membutuhkan udara segar sebelum nanti aku berkutat dengan kertas berharga mahal itu."


"Ayo kita siapkan semuanya!" Fanny berdiri begitupun Jasmine.


"Kalian tidak mengajak kami?" tanya Austin yang disimak oleh 2 pria berbeda usia.


Fanny berhenti sedangkan Jasmine tetap berjalan ke dapur untuk mencari makanan yang bisa mereka bawa.

__ADS_1


"Kalau kalian mau ikut saja kalau tidak aku dan Jasmine bisa piknik berdua."


"Kami ikut! Ya kan?" tanya Austin meminta persetujuan yang lain.


Orlando mengangguk, Matthew juga.


"Kalau begitu, kalian bersiap saja," ujar Fanny kalau pergi menyusul ke dapur.


Sedikit cerita bahwa maks dan Orlando kembali bertukar posisi ketika pagi menjelang.


Mereka semua pergi dengan kesibukannya masing-masing tepatnya hanya kedua perempuan itu sedangkan para laki-laki sudah siap pergi dengan pakaian seadanya.


Kini Jasmine dan Fanny sudah bersama dengan para laki-laki dengan keranjang yang dibawa Fanny dan tikar yang sudah ditaruh di bagasi mobil.


"What!? Apa yang kalian pakai!?" tanya Austin.


"Sepertinya Grandpa tidak jadi ikut, kalian saja yang pergi," potong Matthew.


"Kenapa? Apa Grandpa tidak enak badan?" tanya Jasmine khawatir.


"Tidak, Grandpa baik-baik saja hanya saja Grandpa ingin di rumah."


"Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu," pamit Jasmine.


Mereka pergi melupakan masalah tadi, tapi sepertinya tidak karena Austin masih dengan raut kesalnya.


Di dalam mobil milik Orlando dengan atap yang terbuka lagu dari penyanyi Ed Sheeran dengan judul Castle on the Hill berputar menemani perjalanan mereka.

__ADS_1


"Tutup atapnya!" titah Austin seenaknya, walaupun begitu Orlando menurutinya karena dia tahu maksud Austin.


"Kenapa kalian memakai pakaian terbuka!?" ujarnya marah.


Kemarahannya tadi harus ditahan karena Jasmine yang menggiring mereka untuk segera pergi ke mobil. Orlando dengan peka mengecilkan suara musik yang berputar.


"Apa salahnya, kak? Ini kan musim panas wajar kalau kita pakai pakaian seperti ini. Memangnya kita haru pakai sweater?" jawab Jasmine.


"Tidak sampai seperti ini!? Astaga! Kalian bisa memakai pakaian yang berlengan bukan tanpa lengan seperti ini!"


"Dan itu… potongan lehernya bisa pilih yang tidak terlalu rendah!?"


Austin terus mengoceh bahkan ocehannya hampir menggantikan suara musik.


"Kak! Kami membawa cardigan! Jadi hentikan ocehanmu itu!" kesal Fanny.


Jasmine sebenarnya ingin menjawab tapi genggaman tangan Orlando yang berada di tangannya hampir mematahkan tulang-tulang yang berada di balik kulit itu.


"Kalian tidak tahu apa yang ada dipikiran laki-laki kalau melihat kalian seperti ini!" frustasi Austin.


"Lalu apa bedanya dengan kalian berdua? Kalian kan juga laki-laki," ujar Fanny.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian👍


__ADS_2