
"Serigala!?"
"Jangan mendekat!" teriaknya dengan kedua tangan yang terjulur ke depan berusaha menghentikan langkah serigala itu.
"Jangan makan aku," ucapnya dengan terisak.
"Aku akan pergi! Aku akan pergi!" ucapnya lagi dengan nada tergesa-gesa dan berusaha bangun dari duduknya.
Namun, entah kenapa tubuhnya tidak bisa bergerak seakan ada lem yang merekatkannya dengan tanah yang didudukinya.
"Jangan makan aku huhuhu...."
Mata indah itu berderai air mata.
"Maaf-maaf, maaf aku telah mengusik tempat tinggalmu."
"Aku tidak bermaksud buruk, biarkan aku pergi."
"Perkenalkan aku Hera. Dan jangan takut karena aku tidak akan menyakitimu," ucap serigala itu yang membuat mata indah tadi melotot sempurna.
"Ka-kau bisa bicara?"
"Ka-kau siluman?"
Perempuan cantik yang sedang tertidur di ranjang empuk itu terbangun dari tidurnya dengan matanya yang melotot sempurna.
"Apa tadi? Aku bermimpi bertemu serigala?" gumamnya.
"Hah!" teriaknya kaget.
"Di mana ini?" Perempuan itu turun dari tempat tidurnya.
"Ini bukan rumahku dan juga ini bukan gubuk itu," ucapnya dengan mondar-mandir.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan seorang laki-laki tinggi dan berkaris. Sangat menawan dan tidak membosankan untuk dilihat.
"Jasmine," panggil laki-laki itu ketika melihat perempuan yang tak lain adalah Jasmine mondar-mandir di kamar.
Jasmine menoleh lalu melangkah dengan langkah lebar mendekati laki-laki itu.
"Kak Iro! Ini di mana? Apa kita di culik? Tapi kenapa aku bisa ada di tempat yang nyaman? Biasanya kalau di culik akan ditempatkan di tempat yang kumuh, pengap dan gelap," cerocos Jasmine tanpa henti sembari matanya yang bergerak ke sana-ke mari.
"Siapa yang di culik? Kita nggak di culik," ucap Permiro dengan menggiring Jasmine untuk kembali masuk ke dalam dan duduk di ranjang miliknya.
"Lalu... ini di mana? Bukankah kemarin kita masih di gubuk?"
"Ini tempat tinggal baru kamu, tepatnya ini tempat tinggal kakak dan None yang asli," jelas Permiro dengan mengambil minum untuk Jasmine.
Jasmine menerima gelas dengan ukiran antik itu.
"Ini... nggak beracun, kan?" tanya Jasmine dengan menelisik air di dalan gelas itu.
"Kenapa mikir gitu?" tanya Permiro balik.
"Mungkin saja."
__ADS_1
"Nggak ada yang akan ngeracunin kamu, minum aja bangun tidur lalu minum itu baik untuk tubuh," suruh Permiro dengan sedikit penjelasan.
Jasmine percaya lalu meminum air itu. Setelah selesai dirinya menaruh gelas itu di meja yang ada didekat ranjangnya.
"Kenapa bilang gitu? Kemarin-kemarin kita minum air sungai kakak nggak ceramah."
"Itu kan kemarin, ini beda lagi."
Jasmine diam dan menatap ke sekeliling kamarnya? Desain kamar dengan banyak aksen kayu berwarna coklat dengan putih keabu-abuan serta jendela besar berbentuk bulat di sisi kirinya terlihat sangat indah.
"Kamu tidak suka?" tanya Permiro ketika melihat mata Jasmine yang menatap ke sekeliling kamar.
"Suka, ini kamar siapa?"
"Kamar kamu, memangnya kamar siapa?"
"Kok? Kamar aku? Kenapa? Aku kan mau pulang."
"Kamu di sini saja ya," bujuk Permiro.
Jasmine berdiri dan melangkahkan kakinya menuju jendela besar itu. Dapat matanya tangkap pemandangan pohon mengelilingi 'rumah' ini.
"Aku... nggak bisa. Aku punya kehidupan yang lain."
Permiro diam, sebesar dan sekuat apapun keinginan Jasmine untuk pulang itu tidak akan bisa sebelum seseorang yang mengatur semua ini mengijinkannya.
"Itu... One! Dia kenapa!?" jerit Jasmine melihat None yang berjalan terseok-seok dengan beberapa luka yang telah mengering.
Jasmine berlari keluar dengan acak mencari dimana dirinya bisa menemukan tangga yang akan mengantarka menuju lantai bawah.
"Ke sini Jasmine," ajak Permiro menuntun langkah Jasmine.
"Biarkan dia," titah Permiro dengan nada dingin.
Kedua penjaga itu kembali ke posisinya dan Jasmine menarik pintu itu agar terbuka.
"One! Astaga, kamu kenapa?" tanya Jasmine khawatir melihat kondisi None yang tidak baik-baik saja.
None kaget melihat keberadaan Jasmine di sini lalu segera mengembalikan ekspresi wajahnya ketika melihat Permiro di belakang Jasmine memberi tatapan peringatan.
"Ti-tidak apa-apa, hanya luka kecil," jawab None.
"Luka kecil bagaimana? Ini... cakaran?" ucap Jasmine sembari melihat ke arah bahu None yang robek dan memperli luka cakaran yang cukup besar.
"Sudah Jasmine, kita biarkan None masuk dan aku akan memanggil seseorang untuk mengobatinya," sahut Permiro.
"Ayo aku bantu," tawar Jasmine.
None terkekeh geli namun, tetap menuruti langkah Jasmine yang pelan.
"Kamu ini kenapa? Manis banget."
"Aku takut kamu tergelincir."
Seketika tawa None mengudara.
"Ada-ada saja."
__ADS_1
Mereka sampai di ruang tamu yang dominan berwarna putih gading dan beberapa berwarna merah.
"Kamu mandi saja, Jasmine. Biar None aku yang mengurus," ucap Permiro.
Jasmine ingin membantah dan mulutnya siap mengeluarkan kata-kata bantahannya sebelum Permiro menyela.
"Kemarin kamu bilang tubuhmu lengket semua, sekarang kamu bisa pergi mandi dan baju-baju ada di lemarimu," sela Permiro menitah.
"Baiklah, cepat sembuh, One," ucap Jasmine sebelum berlalu pergi.
"KAK IRO, AKU TIDAK TAU JALANNYA!" teriak Jasmine yang berada beberapa meter dari keduanya.
"Tingkahnya...," ujar Permiro gemas.
"Kamu antarkan dia!" lanjutnya menitah pada salah satu pelayan perempuan.
"Iro!" panggil None.
"Ya, dia di sini atas perintah Moon goddess."
"Dia Luna itu, None," lanjutnya.
Kalian bertanya kenapa None tidak tahu? karena pada saat Moon goddess datang dan None terduduk tiba-tiba None pingsan.
"Wow! Sangat mengejutkan," pekik None kagum.
"Namun, bukankah dia adalah manusia?" lanjutnya bertanya.
"Ya, tapi ada cerita panjang di balik itu semua dan aku belum tahu," jawab Permiro.
"Itu lukamu dapat dari mana?" tanya Permiro setelah keterdiaman mereka.
"Ah, ini, ya? Aku tadi menyerang Alpha Wolfsmond pack," jawab None santai yang membuat mata Permiro berkilat tajam.
"Maksudnya?" tanya Permiro dengan nada penekanan.
None merinding merasakan aura Permiro yang berhasil menekannya.
None akhirnya menceritakan bagaimana awal mula dirinya bisa menyerang Alpha dari Wolfsmond pack.
"Jangan pernah dekat-dekat dengannya lagi, karena Jasmine yang ditakdirkan untuk menjadi Luna di sana ada bersama kita."
"Memangnya kenapa?"
"Aku tidak ingin dia mendapatkan Jasmine semudah itu melalui aroma khas Jasmine yang menempel di tubuhmu dan Moon goddess juga memerintahkan kita untuk menjaga Jasmine dari jangkauan dia sampai waktu pertemuan keduanya tiba," jelasnya.
"Hem, baiklah."
"Aku ke kamar Jasmine dulu, istirahatlah agar lukamu sembuh," pamit Permiro yang diangguki oleh None.
Mata None mulai tertutup, lukanya cukup banyak dan itu bukan dia dapat dari serigala biasa atau serigala dengan kekuatan yang berada di bawahnya.
Rasa sakit itu cukup menyakitkan namun, None masih bisa menahannya. Lukanya akan sembuh kurang lebih dalam waktu seminggu dan dalam waktu itu dapat dia pastikan dia hanya dapat berada di dalam kastil mereka.
TBC
Note :
__ADS_1
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
Tinggalkan jempol kalian👍