
Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di parkiran terdekat dari taman agar tidak terlalu jauh mereka berjalan.
Taman yang terletak di kota terbesar kedua di negara J dengan sungai buatan juga television tower yang menjadi latar belakangnya.
Austin dan Fanny sudah keluar lebih dulu dengan membawa tikar juga keranjang yang sudah berisi camilan. Keduanya keluar tanpa bertatapan sama sekali.
Ketika Jasmine akan turun dengan segera mengunci pintu mobil dan menahan Jasmine agar tetap berada di posisinya.
"Ada apa, Maks?"
"No, I'm not Maks."
"Ohhh." Jasmine tidak menunjukkan raut terkejutnya karena dia berusaha untuk biasa saja.
"Kenapa?" tanya Jasmine lagi.
"Pakai cardigan mu baru kita keluar."
"Nanti aku pakai, aku masih ingin seperti ini," tolak Jasmine.
"Berani melawan?" Nada mengancam terdengar telinga Jasmine.
Orlando mendekat dan menahan pergerakan Jasmine dengan menaruh salah satu tangannya di pinggang Jasmine dan satunya digunakan untuk menahan tubuhnya dengan menaruhnya di kaca mobil.
Posisi mereka dengan Jasmine yang menyandar ke pintu dan menghadap ke arah Orlando.
"O-orlan."
Jasmine tersentak kaku ketika kepala Orlando berada di area lehernya kemudian sedikit meringis ketika merasa Orlando menggigit lehernya.
"Sshhh… Orlan."
Terakhir Orlando memberi kecupan di bekas gigitannya lalu menjauhkan kepalanya.
"Pakai cardigan mu atau kita pulang!" ancam Orlando.
"Orlan!!! Kamu merusak weekend ku!" kesal Jasmine ketika melihat lehernya yang memerah dari kamera ponselnya.
"Kita pulang?"
"Big no!!" tolak Jasmine keras, dengan kasar Jasmine mengambil cardigan yang berada di kursi belakang karena cardigannya tadi ditaruh Fanny disana sebelum meninggalkannya.
__ADS_1
Akhirnya pintu dibuka oleh Orlando dan jasmine keluar dengan menggunakan shoulder bag putih dengan logo brand berwarna emas serta tak lupa cardigan yang sudah menutupi bahu indahnya itu.
Sebum itu dia tadi sempat menutupi bekas merah dilehernya menggunakan foundation.
"Kenapa kalian berjauhan?" tanya Jasmine ketika mereka sudah berada di sana.
Jasmine dan Orlando duduk di tikar itu.
"Jasmine ayo kita berfoto!" ajak Fanny menghiraukan pertanyaan dari Jasmine.
Jasmine hanya mengangguk mereka berdua akhirnya sibuk dengan selfienya dan bergonta-ganti gaya.
Sedangkan Orlando dia hanya diam dan sesekali memakan cemilan yang berada di keranjang dan Austin dia hanya diam tidak melakukan apapun.
"Ah… segarnya…," ujar Jasmine ketika meneguk minuman segar yang diambil dari keranjang mereka.
"Kenapa kalian semua diam?" kesal Jasmine. Dia merasa sedang piknik dengan boneka-boneka-nya.
"Kak Austin! Ada masalah apa denganmu!?"
Austin diam.
Jasmine pergi. Di bayangannya piknik ini akan sangat menyenangkan tapi nyatanya tidak sama sekali.
"Kalian selesaikan masalah kalian, aku akan menyusul Jasmine," ucap Orlando lalu membuntuti Jasmine yang berjalan dengan raut kesal.
Sepeninggalan Jasmine dan Orlando, kedua sepasang manusia itu masih saling diam sebelum akhirnya Austin berdiri membuat Fanny yang penasaran meliriknya sekilas.
Austin tidak pergi melainkan mengambil tempat duduk di sebelah Fanny.
*****
Kaki yang terbalut high heels setinggi 3 cm itu berjalan menyusuri jalan setapak di taman itu. Sesekali tangan yang sudah menggenggam sebuah kamera analog yang tadi berada di dalam tasnya memotret pemandangan sekitar.
Kameranya kini tertuju pada seekor kupu-kupu yang sedang melakukan penyerbukan pada salah satu bunga di sana.
"Kamu suka memotret?" tanya Orlando tiba-tiba.
Sedari tadi Orlando selalu mengikuti setiap langkah Jasmine.
"Sedikit," jawab Jasmine tanpa menatap ke arah Orlando.
__ADS_1
Jasmine kembali melangkah dan duduk di salah satu kursi di sana, Orlando juga ikut duduk di samping Jasmine.
"Kamu kenapa bisa kenal aku?" tanya Jasmine.
"Dan kemarin kamu bilang namamu Maks."
Orlando tidak langsung menjawab.
"Kalau aku bilang ini takdir kita, bagaimana?"
"Takdir? Mungkin aku percaya, tapi apa iya takdir bilang ke kamu kalau nama aku Jasmine?"
"Jasmine!"
Seorang laki-laki dengan pakaian santai memanggil Jasmine. Jasmine menatap laki-laki itu dan dia merasa pernah melihat wajah itu tapi dia tidak ingat.
"Siapa?" tanya Jasmine yang seketika membuat laki-laki itu mendelikkan matanya.
Orlando juga ikut menatap None tentu dia tidak lupa dengan werewolf yang dia tinggalkan dengan banyak luka waktu itu.
"Kamu lupa? Aku None atau kamu biasa memanggilku One," jelas laki-laki itu, None. Sekilas matanya menatap Orlando tapi fokusnya saat ini kepada Jasmine.
"One? Maaf mungkin kamu salah orang."
"Tidak! Mana mungkin aku lupa denganmu."
"Jasmine… coba ingat-ingat lagi! Kamu tidak mungkin lupa dengan aku juga Iro kan?" paksa None.
Jasmine berusaha mengingat tapi dia tidak mampu mengingatnya sama sekali.
"Pergilah! Jangan mengganggu kami!" titah Orlando.
"Kamu diamlah! Tidak perlu ikut campur urusanku! Karena kamu juga Jasmine pergi dari kami!"
TBC
Note :
Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3
Tinggalkan jempol kalian👍
__ADS_1