JASMINE : AM I A WEREWOLF?

JASMINE : AM I A WEREWOLF?
32. NONE SADAR


__ADS_3

Mata itu mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang mulai masuk ke retina matanya. Mata yang terpejam beberapa hari terakhir dengan kesadaran yang hilang dan tidak mengetahui hal-hal apa saja yang sudah terjadi di sekitarnya.


Kepalanya menatap sekitar dan tidak mendapati siapapun, satu nama yang langsung terlintas di kepalanya. Dia perempuan cantik yang di hari sebelum-sebelumnya bersamanya. Lalu dimana dia?


"Jasmine?" gumamnya pelan.


Pintu terbuka dan menampakkan seorang laki-laki dengan wajah yang lelah dan pakaian yang kusut di segala sisi.


"None! Kamu sudah bangun?"


Bukannya menjawab laki-laki yang sedang terbaring malah mengajukan pertanyaan lain.


"Dimana Jasmine, Iro?"


Apabila kalian menebak jika dua laki-laki itu adalah None dan Permiro maka kalian benar. None yang baru saja terbangun setelah beberapa hari dan Permiro dengan wajah lelahnya.


"Iro?"


Permiro melangkah mendekat dan mendudukkan tubuhnya di sisi tempat tidur yang kosong.


"Jasmine hilang," jawab Permiro pelan.


"Hilang?!" kaget None dan spontan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Bagaimana bisa?!" lanjutnya.


"Kamu tenang dulu," pinta Permiro.


"Satu hari setelah kamu tidak sadarkan diri esoknya bukan Jasmine yang bangun…," jeda Permiro.


"Bukan Jasmine? Lalu siapa?"


"Dia… Hera. Hera adalah wolf dari Jasmine dan ketika aku meminta agar dia mengembalikan Jasmine, Hera tidak bisa karena Jasmine sedang terpuruk."


Kelanjutan dari cerita Permiro membuat rasa bersalah muncul di benak None. Bukankah ini semua salahku?, pikir None.

__ADS_1


"Jangan berpikir kalau ini salahmu, semua ini tentu atas kehendak moon goddess yang sudah mengatur takdir kita," ujar Permiro.


"Aku harus mencarinya."


"Kamu baru saja bangun, setidaknya beristirahatlah sampai besok."


"Beristirahat di situasi seperti ini? Bukannya istirahat aku akan semakin kepikiran dengan keadaan Jasmine!"


Permiro menghela nafas. "Baiklah kita cari bersama," putus Permiro.


Keduanya keluar kastil dan mulai mencari Jasmine berdua.


"Kamu sudah berapa hari mencarinya?" tanya None.


"Dua hari sejak Jasmine menghilang."


"A-."


"Jangan memotong ucapanku, waktu itu aku kira dia hanya ingin berlama-lama keluar dan tentu saja untuk mencari mate-nya."


"Hampir seluruh kawasan ini, karena tidak mungkin dia mencari sejauh itu, kan?"


"Berarti dia tidak ada di kawasan ini," pikir None.


"Apa dia sudah kembali ke dunianya?" lanjutnya menebak.


"Bagaimana bisa? Kalaupun iya aku pasti bisa merasakannya."


"Kamu lupa? Ada yang punya kuasa lebih tinggi darimu."


Permiro diam dan berpikir tentang kemungkinan itu.


"Apa moon goddess yang membuatnya pergi dari dunia ini?"


"Ya tentu saja, Iro!!!" gemas None.

__ADS_1


"Kenapa kamu menjadi bodoh sih!?"


"Hei! Beraninya kamu mengataiku! Mau ku buat kamu terbaring tidak berguna!?" ucapnya dengan menunjuk wajah None.


"Aduh, jangan-jangan," tolaknya.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja otak cerdasmu mungkin mulai menghilang."


"Kau! Ah!!!!" teriak Permiro kesal.


Keduanya diam dan tidak ada yang berniat memulai percakapan.


"Bagaimana kalau kita ke dunia manusia?" ujar None tiba-tiba.


"Lalu setelah kita di sana mau apa? Kita belum tentu tau keberadaan Jasmine."


"Bukankah kita bisa mengenali Jasmine melalui aromanya?"


"Ten-."


"Ayo! Kita kesana sekarang!" potong None.


"Nanti kita tinggal di apartment kita," lanjutnya.


Setelah keduanya setuju keduanya menuju perbatasan lalu ke dunia manusia.


Dunia manusia bagi mereka tidak terlalu menarik tetapi manusia bagi mereka sangat menarik. Darah yang mengalir di tubuh itu dapat memuaskan hasrat mereka untuk memangsa.


TBC


Note :


Bantu tandain apabila ada kata yang belum sesuai ya <3


Tinggalkan jempol kalian👍

__ADS_1


__ADS_2