
Jangan lupa like 👍, comment 📝, dan jadikan cerita favorit teman-teman.
Simak ceritanya. Enjoooyyy!!!
____________________________________
Pengalaman dari seorang maha siswa bernama Tika yang pada saat itu sedang mengadakan pendakian bersama kedua teman cowoknya yang bernama Jo dan Syukur.
Jangan jadikan cerita ini membuat kalian takut untuk mendaki gunung semeru, justru harus menjadi berani dan jangan takut dengan makhluk seperti itu, manusia adalah makhluk paling sempurna.
Dari awal memutuskan untuk mendaki gunung semeru, hati nya Tika sudah ragu banget untuk mendaki, dia tidak tau kenapa bisa menjadi sangat ragu, padahal Tika sudah merencanai untuk mendaki satu bulan yang lalu. Bahkan dulu juga pernah berencana naik ke semeru, sudah beli tiket dan lain sebagainya namun gagal untuk mendaki. Yang membuat Tika ragu untuk mendaki adalah karena Tika tidak percaya diri bisakah dirinya sampai ke puncak.
Hari yang mereka putus kan pun tiba, mereka berangkat menuju ke Ranu pani, selama perjalanan ke Ranu pani hati Tika sudah tidak yakin aja, padahal itu masih siang hari.
Selama perjalanan ke Ranu pani, Tika banyak sekali melihat makhluk-makhluk yang ia tidak ingin kan dan membuat Tika menjadi semakin ragu untuk mendaki. Namun Tika tetap percaya dan yakin kali ini tidak gagal lagi seperti sebelumnya.
Ketika sampai di Ranu pani perasaan ragu dan takut Tika semakin menjadi-jadi. Tika semakin pesimis untuk bisa sampai ke puncak namun ia tetap bersikeras untuk bisa sampai ke puncak di pendakian kali ini.
Mereka mulai mendaki pukul setengah lima otomatis waktu magrib mereka masih di jalan. Menjelang magrib, Tika sudah merasakan kehadiran makhluk-makhluk itu, karena posisi naik maka mereka banyak beristirahat dan otomatis mereka mencari tempat yang adem untuk istirahat sejenak. Menurut Tika berteduh di tempat yang ade**m dan lembab, makhluk tersebut justru ada karena juga menghindari terkena sinar matahari.
Setelah masuk waktu magrib mereka mendengar suara adzan di pemukiman warga yang berada di bawah gunung, mereka baru sampai di daerah Watu rejeng sebelum jembatan, untuk melanjutkan ke atas masih jauh sedangkan untuk kembali ke bawah lebih jauh lagi.
Di situ Tika melihat sosok bayangan perempuan yang memiliki rambut sesiku. Namun Tika berpikir positif karena masih waktu magrib, dimana waktu magrib itu merupakan jam keluarnya makhluk-makhluk seperti itu dan terkadang menampakan diri. Sebenarnya tidak boleh mendaki di waktu magrib atau turun dari gunung di waktu magrib, itu sangat tidak di rekomendasikan, mending tunggu setelah isya atau siang sekalian.
__ADS_1
Tika masih mengabaikan sosok bayangan perempuan tersebut. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan perempuan itu seperti mengikuti mereka tapi tidak menampakkan diri, hanya Tika yang merasakannya. Tika merasa ada orang lain sedangkan mereka hanya bertiga, dan pada saat itu memang lagi sepi pendakian ke semeru pada saat itu, mungkin pendaki yang lain akan berangkat setelah isya atau pada saat siang hari, pada saat itu mereka bertiga sangat nekat sekali untuk mendaki di waktu magrib.
Hati Tika semakin takut karena merasa ada yang mengikuti mereka, tidak lama setelah itu Tika melihat sosok kakek namun sosok ini tidak membuat Tika takut. Perjalanan mereka terus berlanjut dan Tika tidak melihat apa-apa, Tika hanya diam tidak memberitahukan kepada Jo dan Syukur, hanya Tika yang tau dan merasakannya. Takut jika Tika memberi tau Jo dan Syukur itu membuat kacau pikiran dan paling parah gagal mendaki gunung semeru ini.
Dua jam kemudian, mereka sudah dekat dengan pos tiga. Hati Tika tidak nyaman lagi berada di situ mungkin karena terlalu malam dan kondisi sangat capek dan kelelahan, tidak lama kemudian mereka sampai di pos tiga dan beristirahat sebentar. Kondisi di pos tiga sangat sepi dan hanya mereka bertiga.
Setelah merasa cukup istirahat mereka melanjutkan pendakian, jalur setelah pos tiga merupakan tanah pasir dan menanjak, mereka mengenakan buff atau masker agar tidak kemasukan debu. Baru berjalan sekitar lima belas menit, Tika merasakan ada aura yang lebih besar lagi di jalur yang mereka lalui membuat Tika menjadi sangat takut dan tidak berani menoleh ke kanan atau ke kiri, Tika hanya menatap punggung Syukur yang ada di depannya dan Jo berada di belakang Tika. Beberapa langkah melewati lokasi tersebut Tika sudah tidak merasakan aura besar tersebut, tapi masih merasakan sosok perempuan yang tadi Tika lihat di Watu rejeng. Tika tidak tahu maksud dari sosok perempuan itu mengikutinya, Tika merasa semakin terancam.
Sosok perempuan ini terus mengikuti Tika, tiba-tiba ada suara orang ketawa seperti meledek Tika. Tapi Tika berusaha berpikir positif itu hanya halusinasinya saja karena dia juga merasa sudah kelelahan. Mereka terus melanjutkan perjalanan, setelah empat puluh lima menit berjalan mereka hampir sampai di Ranu Kumbolo, mereka sudah di atas dan melihat ke Ranu Kumbolo yang terletak di bawah mereka.
Di Ranu Kumbolo Tika melihat cahaya warna-warni di atas air Ranu Kumbolo namun Tika berpikir positif itu hanya pantulan dari tenda-tenda pendaki lainnya yang sudah sampai lebih dahulu dari mereka bertiga. Tika bertanya kepada Syukur,
"Mas, emang boleh ya orang masuk ke dalam air (berenang)?" tanya Tika tiba-tiba.
"Gak boleh, karena airnya itu di pake buat minum jadi dilarang keras nyebur di situ." jawab Syukur menjelaskan kepada Tika.
Mereka pun turun ke bawah untuk membangun camp, belum sempat mendirikan tenda Tika terpaku kaget dengan perasaan antara takut dan takjub. Tika melihat beberapa sosok perempuan di atas air sedang menari, mungkin ada acara upacara bagi makhluk ghaib. Karena ada sekumpulan orang sedang menari di atas air.
Tika memperhatikan penari-penari tersebut, tapi semakin di lihat membuat Tika semakin takut dan dia yakin kalau itu bukan manusia. Dan Tika memutuskan untuk mengubah posisi tendanya,
"Mas Jo, aku gak mau tendanya disini. Mending kita dirikan tenda di antara tenda pendaki lain supaya mengurangi tenda kita terkena angin." ucap Tika memohon dengan alasan agar tendanya tidak terlalu kena angin. Jo dan Syukur menuruti permintaan Tika yang kebetulan perempuan sendiri. Belum berdiri sempurna tendanya Tika sudah nyelonong masuk dengan alasan udaranya dingin banget. Padahal Tika sangat ketakutan.
Singkat cerita, mereka berganti pakaian, makan, dan persiapan tidur. Baru mau tidur Tika mendengar suara perempuan ketawa persis suara kuda meringkik.
__ADS_1
Setahu author suara ringkikan kuda menandakan kuntilanak laki-laki, jika salah mohon di benarkan. Lanjuut!!
Tika berpikir "Masa iya ada kuda malam-malam gini, di gunung, dan menghampiri manusia." gumam Tika dalam hati.
Tika berusaha mengabaikan suara tersebut namanya di atas gunung. Tak lama kemudian Tika merasa ada yang mendekati tenda dan berteriak sangat menyeramkan seperti laki-laki sedang marah.
"Ya ampuun apaan tuh." ucap Tika keceplosan.
Sontak, Jo dan Syukur kaget dan bertanya,
"Ada apa Tik?" tanya Syukur.
"Eh gak apa-apa mas, halu aja aku." ucap Tika berusaha meyakinkan Jo dan Syukur.
"Cerita aja." ucap Jo sedikit memaksa Tika.
"Ada kah orang yang bekeliaran di luar tenda jam segini?" tanya Tika.
"Ya gak ada, di luar dingin banget dan juga sudah larut malam, emang ada apa sih?" tanya Jo kebingungan.
"Gak apa-apa kok." ucap Tika sembari menarik resleting sleeping bag nya.
Tika mulai merasa tidak nyaman dan merasa ancaman mulai datang lagi. Padahal Tika ingin sekali memberi tahu Jo dan Syukur tentang apa yang dia rasakan, namun di gunung dilarang keras menceritakan hal-hal mistis. Singkat cerita Tika pun tertidur dengan lelap.
__ADS_1
-------------------------------------------
Apa yang terjadi dengan Tika, tongkrongin terus JEJAK PENDAKIAN yang update setiap hari.