Jejak Pendakian

Jejak Pendakian
Scary Experience Gunung Semeru Part 3


__ADS_3

Jangan lupa like 👍, comment 📝, dan jadikan cerita favorit teman-teman.


Simak ceritanya. Enjoooyyy!!!


-------------------------------------------


Setelah mereka bertiga puas foto-foto, tag video mereka pun melanjutkan perjalanan untuk turun gunung. Mereka turun lewat jalur Arcopodo, belum terjadi apa-apa, hanya saja mood Tika yang tidak karuan mungkin karena kelelahan dan sudah tidak betah ingin mandi karena gerah segala macam.


Mereka turun memilih jalur Arcopo**do yang dimana itu jalur lama yang lebih jauh dari pada jalur yang mereka lewati ketika naik ke atas. Selama perjalanan lewat Arcopodo Tika bertanya kepada Jo dan Syukur.


"Kalian liat patung gak di semak-semak?" tanya Tika.


"Gak ada kayak nya soalnya gak begitu merhatikan." ucap Jo

__ADS_1


"Cuma patung-patung kecil di pinggir jalan itu aja yang ku lihat, kalau yang di semak-semak itu gak lihat kayaknya." ucap Syukur menimpali.


Patung itu berdiri tegak dan menatap Tika, rasa lelah Tika semakin menjadi. Dan Tika yakin itu bukan patung.


Singkat cerita, sampailah mereka bertiga di Kalimati mereka prepare siap-siap untuk segera turun ke Ranu Kumbolo. Lagi dan lagi mendekati waktu magrib yang dimana sangat di larang para pendaki untuk naik atau turun gunung di waktu magrib.


Mereka bertemu dengan waktu magrib di jalan dan kali ini membuat Tika benae-benae takut dan menangis. Tika menyenter ke kanan dan ke kiri takut kalau ada binatang buas yang seakan-akan bisa menyerang mereka yang hanya bertiga pada saat itu. Tapi Tika d tegur sama Jo yang pada saat itu berada di depan.


"Tik, jangan senter sembarangan." ucap Jo singkat.


"Sudah senter nya lurus ke depan." pinta Jo sedikit membentak.


Tika tidak menggubris dan masih saja sedikit-sedikit senter ke pohon-pohon di sekitar mereka, sampai pada saat Tika menyenter pohon besar tiba-tiba dari balik pohon muncul wajah yang sangat menyeramkan hitam dan pecah-pecah seperti arang, rambutnya berantakan, dan matanya merah. Tika menangis, Syukur yang paham langsung menggandeng Tika untuk terus berjalan. Tika terus menangis sepanjang jalan Jo dan Syukur berjalan di sisi Tika agar merasa aman.

__ADS_1


Tika semakin gemetar dan takut, langkahnya semakin cepat dari pada sebelumnya padahal pada saat itu sudah tidak ada tenaga lagi, Tika terus menunduk dan tidak berani minta berhenti. Misalnya Jo atau Syukur minta istirahat, Tika tidak mengizinkan dan terus berjalan dengan langkah cepat berharap segera sampai, sepanjang jalan Tika dzikir, baca doa, baca ayat-ayat Al-qur'an untuk menenangkan dirinya.


Akhirnya mereka sampai di daerah Cemoro Kandang mereka beristirahat sejenak di situ untuk minum dan melepas lelah. Di *Cemoro Ka*ndang mereka bertemu dengan pendaki lain yang mau naik ke atas. Setelah satu atau dua menit beristirahat mereka melanjutkan perjalanan lagi. Sepanjang perjalanan turun ke bawah tidak terjadi apa-apa, Tika hanya melihat sosok putih besar namun tidak membuat Tika takut dan merasa terancam.


Tika sudah mulai tenang karena bertemu dengan dua orang pendaki lain yang mau turun ke bawah juga, mereka ketinggalan rombongan. Mereka terus berjalan menuju ke Ranu Kumbolo, Tika merasa karena tidak bertiga lagi. Akhirnya mereka sampai di tanjakan cinta posisinya di atas Ranu Kumbolo, ketika mau turun Tika melihat kembali sosok putih besar berada di atas danau Ranu Kumbolo namun itu tidak membuat Tika takut dan merasa terancam. Sesampainya di bawah mereka bangun tenda, ganti pakaian, makan, dan mengecek barang. Setelah itu mereka kembali tidur lagi.


Pagi harinya mereka bangun, prepare untuk turun ke bawah, akhirnya mereka memutuskan untuk turun kebawah mengakhiri pendakian ini. Tika merasa lebih lega namun perkiraannya meleset Tika kembali di ganggu di Watu Rejeng di situ ada tanah gundukan yang biasa di pakai istirahat oleh pendaki, di situ Tika melihat kembali sosok perempuan yang memiliki rambut sebahu sama seperti ketika mereka baru naik ke atas. Kali ini sosok perempuan itu tersenyum seperti mengucapkan goodbye, setelah melihat sosok itu Tika bisa bernapas lega akhirnya bisa sampai kembali di basecamp dengan selamat. Kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing.


Hikmah yang dapat kita ambil adalah jangan berangkat mendaki di waktu magrib mendingan menunggu setelah isya atau siang hari sekalian, jangan mendaki bagi perempuan yang menstruasi karena dalam keadaan kotor, dan jangan terpisah dari rombongan karena banyak pendaki hilang karena terpisah dari rombongan.


-------------------------------------------


Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mampir dan setia menunggu. Nantikan cerita-cerita horror pendakian lainnya tetap tongkrongi JEJAK PENDAKIAN. Author mohon maaf jika ada salah kata, typo, atau nama yang sama author mohon maaf.

__ADS_1


Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


__ADS_2