Jodoh Andra

Jodoh Andra
Terjebak Hujan Deras (warning)


__ADS_3

Andra terkejut melihat Seli berlari seperti di kejar anjing gila. Gadis itu menubruk tubuh nya dan hampir terjatuh.


"Seli?" Gumam Andra. Dia melihat Seli terkejut dan terdiam saat menatap dirinya.


Apa yang terjadi, mengapa gadis ini seperti ini. Penampilan nya sangat kacau. Pikir Andra penasaran.


"Seli, kamu kenapa?" tanya Andra lagi, karena Seli tak kunjung menjawab nya.


Hanya suara deru nafas Seli yang tidak beraturan terdengar oleh Andra.


"A-andra?" gumam Seli terbata, wajah nya pucat, keringat bercucuran di tubuhnya.


"Kamu kenapa? Siapa yang mengejar mu sampai berlari ketakutan seperti ini?" Ucap Andra kembali mengulang pertanyaan nya.


Lagi lagi Seli tidak menjawab, dia melirik ke belakang. Seolah takut ada seseorang yang mengejarnya.


Huh..huh..


Andra masih menatap wanita itu, menunggu pertanyaan nya di jawab.


Setelah memastikan tidak ada orang mengejarnya, baru lah Seli bisa bernafas lega.


"Aku...Tadi di kejar anjing" jawab Seli terbata. Dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Andra. Dia malu dan tidak mau di kandang rendah oleh pria yang dia sukai.


"Kenapa bisa? Apa ada yang terluka?" Andra memeriksa tubuh Seli khawatir.


"Di mana yang luka?" tanya Andra lagi, dia tidak menemukan luka di bagian tubuh Seli.


"Andra aku tidak terluka, beruntung aku bisa lari cepat"ujar Seli memaksakan dirinya untuk tersenyum.


Fyuu...


"Syukur lah, aku kira kamu terluka"


Andra bernafas lega, melihat seli baik baik saja. Dia tersenyum pada wanita yang dia sukai.


Seli Pun membalas senyum manis Andra, meskipun nafas nya masih tersengal.


"Kamu mau kemana Ndra?"


"Aku mau pulang, tadi habis antar makan buat ayah" jawab Andra memperlihatkan rantang kosong yang di bawa setelah makan bersama ayah nya tadi.


Seli mengangguk pelan, kemudian dia menawarkan Andra untuk pulang bersama. Andra pun tidak menolak, toh mereka searah.


Ketika berada di perkebunan yang sepi, tiba-tiba gemuruh petir dan angin kencang melanda. Seketika itu hujan pun turun lebat .


Duar!!


Bramm..


"Akkh!!" Pekik Seli melompat ke pelukan Andra. Dia sangat takut dengan petir.


"Hujan, ayo berteduh!"


Andra menarik tangan Seli, mereka berlari memasuki gubuk peristirahatan petani melepas lelah.


Mereka berdua duduk di dalam gubuk, hujan terlihat semaki deras. Petir terus bergemuruh terdengar mengerikan.

__ADS_1


Baju Seli yang longgar terlihat mengetat karena basa terkena hujan. Udara terasa semakin dingin, Andra duduk di samping Seli yang semakin merapatkan diri padanya.


"Ini kesempatan ku bersama Andra, meskipun nantinya aku bersama Alex, setidaknya aku sudah pernah bersama Andra!" Pikir Seli.


Wanita itu pun semakin merapatkan dirinya pada Andra.


Namanya pria normal, Andra merasakan kehangatan dari tubuh Seli. Dia juga merasakan kenyal nya buah dada Seli yang menempel pada lengan nya.


"Ahh .."lenguh Seli.


Andra mampu mendengarnya, tapi dia berusaha untuk tidak memperdulikan nya. Andra berusaha untuk mengalihkan pikiran nya.


"Andra .."panggil Seli sensual. Dia menatap Andra yang terlihat membeku.


"Seli, ini tidak benar. Aku pria normal dan jangan membuat aku kehilangan akal sehat ku!"ucap Andra memperingatkan.


Seli tidak peduli, dia meraih wajah Andra. Menghadapkan wajahnya dengan wajah pria yang sangat dia cintai.


"Aku mencintai kamu Andra, aku rela melakukan nya bersama mu!" Ucap Seli terdengar tidak tahu malu.


Seperti nya gairah yang sempat di bangkitkan oleh Alex, masih menghinggapi diri Seli.


"Tidak sel-"


Cup.


Seli sudah lebih dulu membekap bibir Andra, sebelum pria itu menyelesaikan ucapan nya.


Cup...


Cup..


Seperti keingan gadis itu, Andra mulai terpancing. Namun dia berusaha untuk tetap menahan nya.


"Seli!" Tegas Andra, dia menahan kepala gadis itu, agar tidak mengecupnya lagi.


Andra menatap mata sayu Seli,matanya terselimuti oleh kabut gairah.


"Aku sangat ingin Andra" lirih Seli terdengar memohon.


Andra tidak bodoh, dia tidak secupu itu. Dia tahu gerak tubu Seli yang sejak tadi memang memancing dirinya.


Cukup lama mereka saling menatap, Seli tersenyum menggoda. Dia menjilati bibir Andra. Memeluk pria itu erat, bahkan tubuh sensitif mereka saling beradu dengan pembatas pakaian masing masing.


"Seli, ini tidak benar!"ujar Andra, dia masih mengikuti akal sehatnya.


"Aku mencintai mu Andra!"


Deg.


Andra terdiam, dia masih menatap manik mata Seli. Mencari kebohongan di sana.


"Aku sungguh mencintai mu, aku tidak bisa bersama Alex. Aku ingin bersama mu!" Rintih Seli.


"Benarkah?"


"Yah, aku mencintaimu. Aku rela, meskipun aku tidak bisa bersama mu nanti, tapi sekarang aku ingin!" Balasnya.

__ADS_1


Cup.


Seli kembali menyerang bibir Andra, tapi kali ini Andra tidak tinggal diam. Dia mulai menerima ciuman Seli. Bahkan sekarang dia lebih dominan membalas kecupan nya.


Tangan Ande pun mulai bekerja, meraba tubuh sensitif milik wanita itu. Perasaan senang, karena wanita itu juga mencintai nya.


"Ahh .."


******* halus, mengalun di telinga Andra, membuat pria itu semakin bergairah.


Di saat gairah memuncak, pakaian atas Seli sudah mulai terbuka. Tiba tiba Andra menghentikan aksinya.


Dia yang berada di leher Seli, melihat sesuatu yang membuang gairahnya menjadi amarah.


"Andra! Kenapa ?"tanya Seli merasa kecewa.


Di luar gubuk masih terjadi hujan deras. Perkebunan yang sepi terasa semakin sepi. Orang merasa kedinginan, namun dua insan ini malah merasa semakin panas oleh gairah.


Seli menatap kecewa Andra yang menghentikan aksinya. Dia kembali mencoba menciumi leher Andra. Namun, pria itu tetap diam.


"Tadi kamu dari mana ?"tanya Andra.


Seli menghentikan aksinya, mendengar nada suara Andra yang terdengar dingin.


"Aku..."


"Jawab jujur!"sentak Andra tegas. Dia mengangkat dagu Seli, agar menatap wajah nya.


"Rumah Alex!" Lirih Seli.


Seketika rahang Andra mengeras, di merasa marah. Andra mendorong Seli turun dari pangkuan nya.


"Aku tidak suka bekas!" Ujar Andra. Di dalam hatinya dia kecewa, Seli memanfaatkan nya. pantas wanita ini berusaha menggoda nya.


"Tidak Andra, kamu salah paham. Aku memang sempat di cumbuinya, tapi kamu tidak melakukan apapun. Dia hampir memperkosa ku. Karena itulah aku berlari " jelas Seli, dia berusaha meyakinkan Andra.


"Apa kamu berusaha membodohi ku?" Ujar Andra sinis.


"Tidak Andra, karena inilah aku ingin melakukan nya bersama mu. Karena aku tidak mau melakukan pertama kali dengan nya" lirih Seli mulai terisak.


Mendengar isakan itu, Andra mulai lemah. Dia tidak suka mendengar tangisa Seli.


Andra kembali merengkuh tubuh wanita itu, memeluk nya untuk memberikan ketenangan.


"Sudah lah,jangan menangis"kata Andra membujuk.


Seli pun berhenti menangis,dia membalas pelukan Andra. Dia juga ke Bali bergairah.


"Ini tidak benar Seli, hentikan hal itu!" tegur Andra.


"Kenapa Andra? Apa kamu masih tidak percaya pada ku?"


Andra menggeleng, dia hanya tidak mau mengotori wanita yang dia cintai.


Seli tidak puas, dia masih berpikir Andra tidak percaya padanya. Dengan berani, Seli membuka atasan nya. Memperlihatkan pada Andra.


Tentu saja Andra terkejut.

__ADS_1


__ADS_2