
Di perjalanan pulang, Andra dan Kamil berjalan beriringan. Mereka baru saja mengantar Siti pulang.
"Andra, kamu ngerasa gak sih. Kalau Siti sedikit berbeda sama kamu"
"Beda gimana nya sih Kamil, kamu jangan ngaco deh " ujar Andra terlihat acuh.
"Aku serius Andra, aku ngerasa Siti suka sama ku!" Kata Kamil serius.
Namun, Andra tetap tidak terlalu menanggapi nya.
"Udah lah Kamil, gak usah mikirin yang aneh aneh"
"Terserah kamu deh, aku sudah memperingatkan kamu." Ucap Kamil.
Andra hanya melirik sebentar, kemudian kembali menatap ke depan. Terdengar suara hembusan nafas kasar dari Andra.
"CK, aku tahu kok kamu juga merasa seperti itu. Tapi, kamu menyangkal nya bukan?" ujar Kamil.
Fyuu...
"Sebenarnya aku menyukai Seli, bukan Siti. Tapi,"
"Dia sudah punya pacar?" Sambung Kamil.
Andra hanya diam, dia kembali menghela nafas resah.
"Udah lah Ndra, kamu gak usah terlalu berharap sama dia. Apalagi keluarga Seli itu mata duitan" kata Kamil.
Andra tidak menjawab lagi, dia berjalan sambil menunduk. Memikirkan perasaan nya yang mulai berkecamuk.
Brmm....Brmm...
Andra dan Kamil terkejut, mereka melihat beberapa motor tengah melaju kearah mereka.
"Ada geng motor Ndra!" Gumam Kamil ketakutan.
"Tidak Kamil, mereka bukan geng motor, Alex" ucap Andra.
Andra menghentikan langkah nya, ketika empat pria mengendarai motor mengelilingi mereka.
"Gawat Ndra, mereka berempat. Kita berdua" bisik Kamil mulai was was.
Brmm....
"Sudah lah, tidak apa apa. Kita tidak akan apa apa. " Balas Andra menenangkan Kamil.
Andra menatap satu persatu dari pengendara motor itu. Salah satu dari mereka adalah Alex.
Alex, mengapa dia melakukan semua ini. apa yang telah ia lakukan, hingga pria ini membawa teman teman nya untuk menghadang nya.
Brmm...
Sepeda motor Alex berhenti tepat di depan Andra. Kemudian, di ikuti oleh ketiga teman nya dengan berbaris di samping Alex.
"Alex!" gumam Kamil.
"Yap, ini aku. Kenapa, kalian takut?" ledek Alex meremehkan.
"Cih, siapa yang takut. Kami tidak takut, kamu saja yang pengecut!" balas Kamil meludah kesamping.
"Heh, orang miskin! aku hanya ingin memperingati kamu yah! Jauhi Seli! dia itu pacar aku!" ucap Alex memperingatkan Andra dengan suara lantang.
__ADS_1
Dengan santai, Andra menjawab.
"Aku tidak pernah mendekati Seli!"
Cih.
Alex meludah kesamping, dia mematikan mesin motornya, kemudian turun dari sana. Begitu juga dengan teman teman Alex. Mereka berdiri menantang Andra dan Kamil.
"Kau terlalu munafik Andra!"
"tutup mulut kamu Alex!" sela Kamil mulai emosi. dia tidak suka mendengar sahabat nya di jelek kan.
"Wohoo....Takut....Hahaha..." tawa Alex bersama teman teman nya. Membuat Kamil hendak menyerang mereka.
Namun, Andra menahan nya. Kamil menoleh, melihat Andra menggelengkan kepalanya.
"Lihat Guys, mereka takut!" ujar Alex meledek.
"Kami tidak takut, tapi kami hanya sadar. Melawan kalian, hanya membuang buang waktu saja." ujar Andra.
"Kau..." Alex maju, dia menarik kerah baju Andra. Menatap mata pria itu dengan sorot apo kemarahan.
"Jika kau berani mendekati Seli lagi, aku tidak akan mengampuni mu Andra.,"
"Aku tidak mendekatinya, tapi dia yang mendekati ku Alex. Seli tidak menyukai mu!"
Bug!
Seketika Alex langsung melayangkan tinju nya ke wajah Andra. Membuat Andra terhuyung ke samping.
Rasa nyeri langsung menyerang tulang pipi Andra.
"Andra!" teriak Kamil, dia hendak mendekati Andra, tapi ketiga teman Alex menahan dirinya.
"Sayang sekali, tinju mu tidak membuat ku takut Alex" lirih Andra tersenyum miring.
Bug.
Satu pukulan Andra layangkan ke wajah Alex, tanpa bisa pria itu sempat mengelak.
"Aku tidak berniat memukul mu Alex, tapi kau memaksaku untuk memukul mu"
Bug!.
Satu kali lagi, Andra melayangkan pukulannya ketika Alex kembali menatap nya.
"Berani sekali kau!!!" geram Alex menahan amarah.
"Cih, kau tidak akan mampu melawan nya Alex. Kau hanya berani karena harta orang tua mu!" ledek Kamil.
Plak!
Bug!
Bruk.
Kamil menyerang ketiga teman Alex, kemudian dia bergerak cepat mendekati Andra.
Kedua pria gagah itu berdiri menatap pada Alex yang sudah berkumpul dengan ketiga teman nya.
"Kau pikir, menyerang kami dengan membawa pasukan. akan membuat kami takut?" ujar Kamil.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memperingatkan kamu Andra, sekali lagi kau mendekati pacar ku. Rumah ibu mu, akan aku hancurkan!"
"Coba saja jika kau tidak ingin mati " balas Andra.
Alex kembali mendekati Andra, dia tidak henti henti nya mencoba menghajar Andra.
Bug!
Bug!
Mereka mulai berkelahi, saling balas serangan tinju. bukan hanya Alex saja yang menyerang, tetapi anak buah Alex juga ikut menyerang.
Bug.
"Andra!" teriak Kamil.
Andra berbalik, dia melihat Alex hendak memukul nya. Beruntung Andra sangat lihat dalam ilmu bela diri. Jadi,dia tidak khawatir ketika di keroyok.
Saat berhasil menghindari serangan Alex, tanpa di duga salah satu teman Alex memukul Andra dari belakang.
Bruk.
Bugh.
Andra terhempas di tanah, dia mendapat pukulan dan tendangan dari Alex dan teman teman nya.
Tidak terima melihat teman nya di keroyok, Kamil langsung menyerang mereka. Dia memukul secara brutal pada Alex dan teman teman nya yang sedang memukuli Andra.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Kamil. Dia membantu Andra berdiri, kemudian melawan Alex dan teman teman nya secara bersamaan.
Beruntung tempat mereka berkelahi adalah jalanan sepi. Tidak ada rumah di sekitar sana, karena Andra dan Kamil melewati jalan perkebunan.
Cukup lama mereka baku hantam, Akhirnya Alex dan teman teman nya memutuskan untuk pergi.
Tidak ada wajah mereka yang tidak memar, semuanya terkena pukulan.
"Awas kamu yah! jika sekali lagi aku melihat kamu mendekati Seli. Habis kau!" ancam Alex sebelum dia benar benar pergi.
"Cabut!"
Brmm....Brmm...
Fyu..
Kamil bernafas lega,dia mendekati Andra yang terduduk di tanah.
Perkelahian mereka tidak ada yang menang atau kalah. Alex menghentikan perkelahian karena dia memiliki janji temu bersama dengan paman nya.
"Kamu tidak apa apa Andra?" tanya Kamil membantu Andra berdiri.
"Aku baik baik saja, hanya terkenal beberapa pukulan" jawab nya.
"Huh, baru saja dibicarain, mereka main nongol aja" gerutu Kamil.
"Sudah lah, ayo ke rumah kamu. Aku tidak bisa pulang dengan keadaan bonyok seperti ini"
"Oke, kebetulan ayah sama ibu aku pergi ke rumah nenek ku"
"Bagus" sahut Andra.
Mereka berjalan menuju ke rumah Kamil, jarak nya tidak terlalu jauh lagi.
__ADS_1
Astaga, bagaimana aku bisa pulang jika wajah ku memar memar. Ibu sama ayah pasti marah.
Andra terus berjalan sambil berpikir, apa yang harus dia katakan jika ayah dan ibu nya mengetahui hal ini.