
Keesokan hari nya, Seli terlihat sangat bahagia. Dia sudah tahu, jika Andra juga menyukai dirinya.
"Mau kemana kamu Seli?"tanya Gea. Wanita paru baya itu mendekati putrinya yang hendak keluar rumah.
"Ibu, Seli mau keluar"
"Yah kemana? Ibu tidak suka kamu berkeliaran tidak jelas Seli.Kamu itu seorang wanita!" peringat Gea, dia tidak mau putrinya di apa apain oleh pria pria miskin.
Apalagi di zaman itu, masih banyak kejadian putri mereka di perjosa agar di nikahkan dengan orang tersebut.
Gea tidak mau hal itu terjadi. Dia ingin putri ha menikah dengan orang kaya seperti Alex. Agar masa depan putrinya terjamin.
"Mau ke rumah situ Bu, mau main sama teman teman Seli" jawab Seli jujur. Dia sudah sumpek seharian di rumah. Itung itung dia bisa bertemu dengan Andra di luar nanti.
"Kamu jangan bohong yah, awas saja kalau ibu tahu, kamu bertemu dengan anak oranv miskin itu!"
Seli hanya bisa menunduk mendengarkan ucapan ibu nya menghina Andra.
"Yasudah Bu, Seli keluar dulu"
"Hem.."
Seli keluar dari rumah nya, dia ingin membawa sepeda. Tapi, dia kembali berpikir, jik dia bertemu dengan Andra. Mungkin Andra berjalan kaki.
"Jalan kaki saja deh" putus nya.
Sedangkan Andra, saat ini dia berada di rumah Kamil. Dia baru saja menceritakan segala nya yang dia alami kemarin.
"Apa?? Jadi kamu sudah melihat tempe tembam itu?" Kaget Kamil dengan mata melotot ketika mendengar cerita Andra.
"Aku bahkan memasukinya dengan tangan ku" sahut Andra, membuat Kamil semakin spot jantung.
"Kamu serius Andra? Kamu dan Seki melakukan nya?" tanya Kamil lagi, dia masih belum bisa mempercayai nya.
"Aku tidak memasukinya Kamil, tapi tangan ku agar dia segera mencapai puncak. Gila kali aku melakukan sebelum nikah"
"Tapi kamu sudah nyusukan?"
Andra mengangguk pelan, dan tercengir malu.
"Gimana rasanya?"tanya Kamil penasaran. Dia merasa Andra sangat beruntung, mendapat bidadari seperti Seli. Bahkan wanita itu yang menyodorkan padanya.
"Kenapa kamu tidak memasukinya saja langsung, kenapa kamu malah menolak nya?" Kesal Kamil. Dia berandai jika itu terjadi padanya, maka dia tidak akan melewatkan kesempatan itu.
"Ah sudah lah Kamil, yang terpenting aku sudah tahu jika Seli menyukai ku juga!"
"Iya sih, tapi bagaimana dengan siti. Aku yakin dia pasti sakit Hati. Kamu tahukan, kerabat mu itu sangat nekat!" gumam Kamil.
Andra terdiam, di mulai berpikir dan kasihan pada Siti. Pasti dia akan sangat sakit hati jika tahu seli mencintai dirinya dan dia juga begitu.
"Jadi, kalian sekarang pacaran?"
"Hum?" gumam Andra bingung.
__ADS_1
"Huh, kalian kan sudah mengakui perasaan satu sama lain? Apabitu artinya kalian pacaran?"jelas Kamil.
Andra menggeleng, dia dan Seli tidak memperjelaskan hubungan mereka. Hari itu, Seli dan Andra hanya mengungkapkan perasaan satu samala lain. Bukan membuat sebuah ikatan. Apalagi saat itu ,kedua nya dikuasai oleh nafsu.
"Aku tidak tahu, tapi dia masih berpacaran dengan Alex. Aku yakin, Alex berusaha untuk mendapatkan tubuh Seli, agar dia tidak bisa melarikan diri" ujar Andra.
Dia terdiam dengan mata menatap langit langit kamar Kamil.
"Hem...Dia sangat cantik Kamil, putih bersih dan sangat montok"
Andra malah kembali mengkhayalkan tubuh Seli. Batang pusakanya kembali bereaksi mengingat moment itu.
Plok
Kamil meneplok pusaka Andra, membuat pria itu mengadu kesakitan.
"Akk!" Paki Ande memegangi pusakanya.
"Di larang berkhayal mesum!" Dengus Kamil.
"Sial! Kamu hampir membuat masa depan ku suram!"gerutu Andra, dia mengusap usap pusaka perjaka nya.
...----------------...
Tuk!! Tuk!!
"Assalamualaikum!!!"
"Eh nak Seli. Ayo masuk nak" ucap Maria tersenyum menyambut kedatangan Seli.
"Siti nya ada Bu?"
"Ada sih nak, tapi..."
Seli mengerut, dia heran melihat wajah murung ibu Maria.
"Tapi kenapa Bu?"
"Sudah hampir 5 hari Siti tidak keluar kamar. dia hanya keluar untuk mengambil makanan saja" jelas Maria.
Siti terkejut, mengapa Siti berlaku seperti itu.
"Apa yang terjadi Bu? kenapa Siti mengurung diri seperti itu?" tanya Seli penasaran.
Maria menggeleng, dia juga tidak tahu apa penyebab putri nya menjadi seperti itu.
"Apa boleh saya masuk, dan mencoba berbicara dengan nya?" pinta Seli.
"tentu saja nak, ibu malah senang"balas Maria.
Seli pun masuk ke dalam rumah Siti, dia berjalan menuju ke pintu kamar Siti.
"kamu panggil saja dia, ibu mau keluar dulu sebentar" ucap Mari.
__ADS_1
Seli mengangguk mengerti, kemudian mengetuk pintu kamar sahabat nya.
Tuk!! Tuk!!!
"Siti. Ini aku. Apa kamu mendengar ku?" ujar Seli memanggil Siti.
Awal nya Siti tidak menyahut, dia hanya diam di dalam kamar meskipun dia mendengar panggilan Siti.
"Kamu marah sama aku? kenapa kamu tidak mau membuka pintu?"tanya Seli.
Kenapa sih dia datang kemari? sudah jelas aku tidak menyukai nya.
Siti duduk di tepi ranjangnya, menatap pintu yang masih di ketuk oleh Seli dari luar.
"Siti..." panggil Seli lagi.
Ceklek.
Akhirnya pintu kamar Siti terbuka, Seli tersenyum senang. Dia segera masuk ke dalam dan Siti langsung menutupnya .
"Ada apa kamu datang ke sini." tanya Siti terdengar biasa saja.
Meskipun Siti tidak menyukai Seli, tapi dia berusaha untuk tetap bersikap seperti biasanya.
"Aku yang harusnya nanya kamu Siti, kenapa kamu jadi kaya gini?" ucap Seli balik bertanya.
"Aku hanya malas keluar, lagi haid dan mager" jawab Siti.
Fyu..
Seli bernafas lega, dia berpikir Siti marah padanya lagi.
"Aku berpikir kamu marah pada ku lagi" lenguh Seli tersenyum lega.
Aku memang tidak menyukai mu. Batin Siti.
"uhm... Sebenarnya, aku datang kesini mau menceritakan semuanya pada mu Siti. Aku merasa hanya pada mu aku bisa mencurahkan semuanya." gumam Seli panjang lebar.
"Ceritakan apa?" tanya Siti santai. dia terlihat acuh, dan sebenarnya dia sangat malas mendengar Seli.
"Aku menyukai Andra Siti, aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi aku menyukai nya. " ucap Seli membuat dada Siti terasa sesak. jantung nya terasa di tusuk beribu jarum.
"Kamu gila yah sel, kamu itu sudah punya pacar. Alex!" sentak Siti mulai terbawa emosi.
"Iya Siti, aku tahu. tapi aku tidak menyukai Alex. dia hanya pria yang kasar dan egois. berbeda dengan Andra yang lembut. Bahkan dia memperlakukan aku seperti ratu. Menghargai aku sebagai wanita, padahal aku menyerahkan padanya seutuhnya"
Deg.
"Maksud kamu?" tanya Siti menatap Seli tidak percaya.
Dengan malu malu Seli mulai menceritakan pada Seli soal kejadian di gubuk. Dimana dia sangat bodoh menyerahkan dirinya pada Andra.
Beruntung itu adalah Andra, pria yang menghargai seorang wanita. Jika bukan Andra, mungkin Seli sudah jebol dan hamil di luar nikah.
__ADS_1