Jodoh Andra

Jodoh Andra
Menyelesaikan Semua ini


__ADS_3

Seperti biasanya, Luna berangkat kuliah mengendarai sepedanya. Sekarang sudah tidak musim hujan lagi, jadi dia bisa mengendarai sepeda nya.


Penampilan Luna yang sederhana, membuat pancaran natural yang sangat menarik bagi pria yang melihat menatap kearah Luna.


Mereka sengaja menghentikan kegiatan mereka, hanya untuk melihat kearah Luna.


"Waw... Sungguh cantik"


"Natural banget"


Bug.


Wajah kedua pria yang memuji Luna langsung mendapatkan tumpukan buku.


"Jangan menatap nya seperti itu" seru nya.


Kedua pria itu menatap Bobi kesal, karena dia mengganggu merek menikmati indahnya dunia.


"Dia itu milik gue" ujar nya lagi.


"Huuu, nikmati pemandangan nya gak papa kali" cibir mereka menyoraki Bobi.


Yah, dia adalah Bobi. Pria yang sampai saat ini belum mendapatkan Luna. Entah apa yang telah Bobi lakukan, dia tetap tidak mendapatkan Luna.


Bobi meninggalkan kedua teman nya, dia berlari menghampiri Luna yang sedang memarkir sepeda nya. Gadis itu tersenyum melihat kedatangan Bobi.


"Hay" sapa Luna.


"Hay, kamu baru datang?" tanya Bobi basa basi.


Luna tersenyum dan mengangguk pelan, lalu berjalan menuju ke kelasnya.


"Hari ini aku hanya ada kelas siang" jawab nya. Mereka berjalan beriringan menuju ke kelas Luna. Bobi dengan gagah nya berjalan di samping Luna, sudah seperti bodyguard saja.


"Cieee...."


"Luna pacaran sama kak Bobi"


"Ciee...."


Sorak sorak dari teman teman sekelas Luna pun mulai terdengar, saat gadis itu dan juga kakak senior nya berjalan mendekati kelas nya.


"Apaan sih kalian, kami gak pacaran kok" sangkal Luna tersenyum malu.


Sedangkan Bobi, dia hanya diam sambil mengulum senyum.


Saat Luna akan sampai ke kelasnya, dia melihat Andra berjalan juga di lorong yang sama. Tanpa pikir panjang, Luna menggamit lengan Bobi.


"Huh?" Bobi terkejut dengan perlakuan Luna. Dia pikir Luna mulai menyukai nya. Tanpa dia sadar Luna melakukan itu agar Andra melihat nya.

__ADS_1


Luna menarik Bobi agar berjalan lebih cepat, melewati Andra yang kini berhenti melihat ke arah tangan Luna.


"Maafkan aku Andra, tapi kamu harus melupakan aku. Kamu sudah memiliki seorang kekasih, mengapa kamu masih mau mendekati aku" batin Luna. Dia melangkah mantap tanpa sedikitpun menoleh kearah Andra.


Sementara di sisi lain, Andra sangat terkejut melihat apa yang baru saja Luna lakukan. Bergandengan tangan dengan pria yang sudah pasti tidak dia cintai.


Andra masih sangat ingat, Luna pernah bercerita bahwa dia tidak menyukai bobi. Lalu, mengapa hari ini dia sangat mesra dengan pria itu?


"Luna dan Bobi serasi yah"


"Iya, cantik dan tampan"


Andra melirik pada teman teman Luna yang berbisik menceritakan Luna dan bobi.


Huff..


Dengan hati yang kacau dan gunda, Luna pergi begitu saja dari sana. Namun, dia yakin ada sesuatu yang tidak beres. Dia tidak percaya Luna menyukai Bobi, Andra tidak akan membiarkan Luna bersama orang lain.


Andra keluar dari kampus, dia sudah menyelesaikan mata kuliahnya. Waktu siang hingga sore dia tidak memiliki kesibukan lagi. Andra berniat akan mengerjakan tugas akhir nya.


Selama 2 tahun cukup baginya untuk belajar. Andra ingin menyelesaikan kuliahnya dengan cepat dan ingin menjadi pria yang sukses dan layak untuk Luna.


Saat di depan gerbang kampus, Andra di kejutkan oleh kedatangan Seli.


"Andra!" Panggil Seli.


"Seli. Kamu ngapain di sini?" Tanya Andra heran, gadis ini seperti tidak memiliki kesibukan. Dia hanya mencari cara untuk mengganggu dirinya saja.


"Aku tidak salah memilih kamu selama ini, kamu calon suami yang sukses" gumam nya lagi.


"Seli, kamu ngomong apa sih. Aku tidak menyukai mu lagi. Mungkin dulu, itu karena rasa kagum. Aku sekarang tidak seperti dulu" sangkal Andra.


Mendengarnya Seli pun mengerutkan dahi, dia tidak suka mendengar ucapan Andra barusan.


"Andra, aku sudah datang jauh demi mencari mu. Aku sudah mencampakkan Alex demi kamu. Apa kamu tidak bersyukur" ucap Seli angkuh. Dia bersikap seolah Andra yang memintanya, dia bertingkah seolah dia masih pujaan desa.


Andra tertawa kecil, membuat Seli semakin bingung.


"Kenapa kamu tertawa?"


Andra mencoba mengontrol tawa nya, kemudian menatap Seli kasihan.


"Dengan aku berada di kota, apa kamu pikir aku tidak tahu apa yang terjadi di kampung? "


"Kamu salah, semua yang terjadi di kampung aku tahu. Ibu ku, teman teman ku, saudara ku Siti, sudah menceritakan semuanya. Aku tahu semuanya." Tegas Andra.


"Tapi, an-"


"Sudah lah Seli, kamu jangan bertingkah seperti pujaan desa. Sadarlah, sifat sombong mu itu buang lah jauh jauh" potong Andra. Dia tidak menyangka Seli masih gadis yang sombong dan matre. Dia bersembunyi di balik wajah cantiknya.

__ADS_1


"Aku sarankan sama kamu, pulang lah ke kampung. Kamu tidak cocok berada di sini, lebih baik kamu pulang!"


Setelah mengucapkan hal itu, Andra pun berlalu pergi. Dia tidak akan membuat kesalahan kedua kalinya. Dulu dia memang pernah menyukai Seli, mengagumi wanita cantik.


Namun, setelah mengenal Luna. Andra jadi sadar, dan mengerti. Seperti apa rasa cinta dan rasa kagum. Dia sudah bisa membedakan nya sekarang.


...----------------...


setelah masuk ke dalam kelas nya, Luna langsung melepaskan tangan nya dari lengan Bobi.


"Sorry" lirihnya.


Bobi terkejut, dia menahan tangan Luna yang hendak masuk ke dalam kelas.


"kamu kenapa? apa maksudnya tadi?" tanya Bobi butuh kepastian.


"maaf Bobi, tadi aku hampir terpeleset makanya Megang lengan kamu. aku gak ada maksud lain.


huh?


Bobi Sanga terkejut mendengar jawaban aneh Luna.


"bukan karena kamu suka aku?" tanya Bobi.


Luna menggeleng pelan, dia memang tidak menyukai Bobi.Dia harus menjawab jujur agar pria itu tidak salah paham kepadanya.


"Tapi aku suka kamu Luna, kenapa kamu tidak mengerti?"


"Maaf Bobi, aki harus segera masuk kelas"


Luna berbalik, namun Bobi menahan nya. Beruntung orang tidak ada di luar, mereka ada di luar kelas yang pintu nya tertutup.


"Aku menyukai kamu Luna, sudah sejak pertama kita bertemu" ungkap Bobi, dia menatap lekat ke mata Luna. membuat gadis itu tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Luna, aku suka kamu" ulang Bobi lagi. Dia hendak mendekat dan mencium Luna.


"Maaf" lirih Luna, dia mundur sebelum Bobi menciumnya.


hal itu membuat gurat kecewa di wajah Bobi. dia menatap tidak percaya pada Luna yang menolak nya.


"Kenapa Luna?"


"kenapa kamu-" ucapan Bobi terhenti saat Luna sudah berbalik pergi.


"Maaf, aku harus masuk" Luna berlalu dari hadapan Bobi.


"Luna.."lirih Bobi menatap nanar kepergian Luna.


klik.

__ADS_1


pintu kelas Luna tertutup rapat, menyisakan decitan kekecewaan di telinga Bobi.


__ADS_2