Jodoh Andra

Jodoh Andra
Mendapatkan Kerja


__ADS_3

Satu hari pun berlalu, Andra pergi berkeliling kota sejak pukul 6 pagi. Dia melewati kedai Bu Wati.


Tidak cuma baik hati, Bu Wati juga pekerja keras. Di usianya yang sudah kepala 4, wanita itu masih mau membuka kedainya pagi sekali. Padahal dia memiliki cukup uang untuk kehidupan nya sehari hari.


"Wah... Pagi pagi sekali sudah berangkat aja Ndra. Mau cari kerja yah?" sapa Bu Wati tersenyum ramah.


"Iya Bu, di mulai di pagi hari, sebelum ayam mematuk nya" jawab Andra dengan candaan.


"Bagus sekali, memang harus seperti itu. Yasudah, ayo sarapan dulu" tawar Bu Wati.


Andra menggeleng, dia menolak tawaran Bu Wati dengan halus.


"Saya sudah makan roti Bu, rasanya perut saya masih kenyang."


"Kalau begitu saya berangkat dulu Bu" pamit Andra.


Bu Wati pun hanya bisa menghela nafas, dan membiarkan Andra pergi mencari pekerjaan.


"Hati hati yah, semoga dapat kerjaan"


"Makasih Bu"


Andra kembali melanjutkan langkah nya, menyusuri kota yang saat ini dia tempati.


Ini lah enak nya berada di kota, kemana mana tidak harus naik kendaraan. Jika kuat berjalan, apa salahnya berjalan kaki. Jika tidak ada kendaraan, angkutan umum pun ada.


Andra memutuskan untuk berjalan kaki saja, dia merasa lebih mudah melihat apakah ada lowongan di setiap toko atau tempat tempat yang mungkin bisa dia lamar.


Di tangan Andra ada map coklat yang berisi tentang identitas nya dan surat lamaran kerja. Semalam Fardan membantunya untuk membuat surat lamaran itu.


Andra terus berjalan, mata nya menatap setiap toko, cafe atau apapun yang memiliki tempelan kertas di depan nya. Siapa tahu ada lowongan di sana.


Lelah dengan perjalanan nya, Andra berhenti di kedai tepi jalan. Dia memesan esteh. Cuaca sangat panas, membuat tenggorokan nya terasa kering.


Sembari meminum minuman nya, Andra melihat ke arah tempat yang di Pagari dengan atap seng dan kawat melingkari seng tersebut.


"Tempat apa itu yah?" Gumam nya penasaran. Dia terus menatap tempat itu.


Tak lama setelah itu, banyak orang orang keluar dari sana. Andra semakin penasaran, orang orang yang keluar dari sana menggunakan helm dan sepatu safety.


"Huh, kurang satu orang. Membuat pekerjaan sedikit lambat" ujar salah satu orang itu.


Mereka duduk di kedai yang sama dengan Andra, memesan makanan dan minum. Seperti nya mereka sedang istirahat siang.


"Huh, aku sangat lelah. Pekerjaan berat tapi sendiri, sedikit susah"


"Iya, seperti nya kita harus menambah anggota untuk membantu pekerjaan "

__ADS_1


Andra terus mendengar pembicaraan mereka. Ketika dia mendengar orang itu membicarakan soal kekurangan anggota, dirinya langsung berdiri dan menghampiri sekelompok orang itu.


"Permisi pak, maaf sebelum nya saya menguping pembicaraan bapak semua. Tapi, apa benar kalian membutuhkan anggota?" tanya Andra sopan.


Sekelompok pekerja itu menatap Andra, kemudian mereka saling melempar pandangan.


"Apa kamu bisa bekerja kuli bangunan?"


"Apa kamu bisa mengaduk semen?"


"Apa kamu yakin bisa bekerja dengan baik?",


Pertanyaan demi pertanyaan mereka lontarkan silih berganti.


"Saya bisa dan saya akan berusaha untuk belajar. Saya akan berusaha keras" jawab Andra mantap.


Melihat kegigihan Andra, salah satu pria yang merupakan mandor dari sekelompok pekerja itu tersenyum. Dia suka dengan pekerja yang bersemangat seperti Andra.


"Baik lah, besok kamu boleh masuk"


"Baik pak! Saya pasti akan datang!" balas Andra tersenyum senang. Dalam hati, dia tak henti hentinya mengucapkan rasa syukur. Berteriak senang memanggil ibu dan ayah nya sebagaimana ucapan terimakasih.


"Siapa nama mu?" tanya salah satu pria yang duduk di samping mandor.


"Nama saya Andra pak, Andra Wijaya. Berasal dari Kampung X" jawab Andra memperkenalkan dirinya.


"Wah, satu kampung dengan pak mandor" celetuk yang lain.


Andra mengangguk cepat, dia tak henti hentinya tersenyum.


Siang itu, Andra di ajak bergabung makan bersama mereka. Bercerita tentang kampung mereka masing masing. Dalam sekejap, Andra mampu berbaur dengan mereka semua.


Ternyata Mandor mereka berasal dari kampung yang sama dengan Andra. Bahkan mandor mengenal ayah dan ibu Andra, namun dia sudah lama tidak kembali. Hanya istri dan anak nya saja yang pulang.


Setelah jam istirahat para pekerja pun kembali bekerja, sedangkan Andra. Dia memutuskan untuk kembali ke kos nya.


Andra memberitahu pada Bu Wati, bahwa dia sudah mendapatkan pekerjaan. Tentu saja Bu Wati Sanga senang mendengar kabar baik ini.


Bagi Wati, anak kos sama dengan anak nya. Dia seperti ibu bagi mereka yang ngekos di kosan milik nya.


"Selamat yah Andra, kamu sudah bisa bekerja besok"


"Iya Bu, saya bersyukur banget."balas Andra.


Di antara anak kos Wati, Andra lah yang paling cepat mendapatkan pekerjaan.


"Terimakasih atas kebaikan ibu dan doa ibu. Saya bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan" ujar nya.

__ADS_1


"Tidak nak, usaha dan semangat kamulah yang membuat kamu beruntung. Semoga betah dan bisa bekerjasama dengan baik."


"Iya Bu"


Setelah mengobrol dengan Bu Wati, Andra memutuskan untuk kembali ke kos nya. Dia ingin beristirahat dan mempersiapkan diri untuk bekerja besok.


Setelah pamit dengan Bu Wati, Andra langsung melesat pulang.


Brak!


"Aws.."seseorang tanpa sengaja menabrak Andra dengan sepeda nya.


Andra tidak dapat mengelak, karena orang itu keluar dari gang secara tiba-tiba.


Andra terjungkang kebelakang, sedangkan orang yang tengah bersepeda meringis kesakitan pada lutut nya.


Melihat dia meringis kesakitan, Andra segera menghampiri nya dan membantu nya.


"Ayo sini saya bantu" ucap Andra, dia mengangkat sepeda yang menimpa tubuh seorang wanita. Kemudian Andra membantu wanita itu berdiri.


Dia belum melihat wajah wanita itu, karena rambut panjang nya menutup seluruh wajah nya.


"Aduhh...Sakit sekali" ringis nya.


" Kamu tidak apa apa?" tanya Andra khawatir.


Wanita itu memperbaiki rambut nya, dia mendongak menatap wajah Andra.


"Kamu ?"


"Kamu?"


Andra maupun wanita itu sama sama terkejut, mereka seperti nya saling kenal satu sama lain.


"Kamu kok ada di sini?" tanya Andra terkejut. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita ini di kota .


"Aku baru saja dari rumah teman ku, karena dapat telfon dari ibu ku. maka nya aku terburu buru " jelas wanita itu.


"kamu bagaimana, mengapa bisa ada di sini?" ujar wanita itu balik nanya.


"Aku mencari kerja, dan baru saja mendapatkan pekerjaan."


"ooh.." Aguk wanita itu.


"oh iya, aku harus segera pergi. ibu pasti akan memarahi ku" gadis itu segera mengambil sepeda nya, kemudian mengayuh sepeda sekencang yang dia bisa.


sedangkan Andra, dia menatap kepergian wanita manis yang dulu pernah dia tolong di kampung.

__ADS_1


sungguh bumi ini sempit, dia bisa bertemu dengan wanita manis itu di kota ini.


Setelah kepergian wanita itu, Andra kembali melanjutkan langkahnya ke kosan.


__ADS_2