
Sepulang dari kuliah, Luna mahasiswi seni langsung pulang ke rumah. Dia merasa sangat lelah sekali. Hari ini adalah hari tour mahasiswa baru ke sebuah tempat seni tradisional di kota itu.
"Luna!" Panggil seseorang.
Luna pun menghentikan gerakan nya yang hendak membuka pintu mobil. Dia berbalik melihat siapa yang memanggilnya.
"Eh kak Bobi, ada apa?"
"Gak papa, gue cuma mau ajak Lo makan malam bareng" ucap Bobi, kakak tingkat yang membina mahasiswa seni ketika tour.
Luna tampak berpikir, dia merasa tubuh nya sangat lelah. Namun, menolak Bobi juga bukanlah hal yang baik. Luna masih membutuhkan bantuan Bobi untuk tour selanjutnya.
"Gimana yah kak, gue lagi capek banget. Mungkin besok deh, jangan sekarang" tolak Luna halus.
Bobi tersenyum senang, setidaknya dia tidak di tolak mentah mentah oleh Luna.
"Yaudah deh besok, Lo istirahat aja hari ini" jawab Bobi berlapang dada.
"Baiklah kak, sekali lagi maaf yah" ujar Luna merasa tidak enak.
"Santai saja, gue juga yang salah, ngajakin Lo gak lihat waktu nya"
Luna pun pamit pulang, dia ingin cepat cepat tiba di rumah dan rebahan.
Saat ingin masuk ke dalam mobilnya, Luna melihat Andra berdiri di sebrang sana. Seketika itu ekspresi kesal langsung terbit di wajah Luna.
"Gue cabut dulu kak"
"Oke bye, hati hati yah" sahut Bobi melambaikan tangan nya.
Mobil Luna pun langsung melesat pergi meninggalkan parkiran. Meninggalkan Bobi yang masih tersenyum menatap kepergian Luna.
"Huh. Cantik banget. Beruntung jika gue bisa mendapatkan dia"gumam nya.
Sementara itu, di seberang sana Andra masih berdiri mematung setelah melihat ekspresi wajah marah Luna.
"Ternyata dia masih marah" gumam nya terdengar sedih .
Andra berjalan gontai, dia juga baru saja menyelesaikan mata kuliah hari ini.
****
Luna tiba di rumah, dia melihat mama dan papa nya tengah bersiap ingin pergi.
"Huh, syukurlah kamu pulang lebih awal sayang" ujar Mila.
Luna menatap bingung mama nya, mengapa mama nya terlihat tergesa gesah seperti ini.
"Nak, nenek kamu sakit. Mama sama papa harus segera balik kampung" kata Mila panik.
Luna membelalak kan matanya.
"Kenapa bisa ma? Terus nenek sudah di bawa ke rumah sakit belum? Gimana keadaan nya sekarang ma? Huh..Luna ikut deh" pinta Luna ikut panik.
"Tidak nak, semua nya baik baik saja. Kamu di rumah saja, papa dan mama hanya pulang kampung beberapa hari saja"
__ADS_1
Luna menggeleng, dia tetap ingin pulang kampung bersama papa dan mama nya. Luna ingin melihat kondisi nenek nya.
Gunawan turun, dia menghampiri istri nya dan menanyakan apa mkah istri nya sudah siap.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya nya sambil menarik koper.
"Sudah mas, kita sudah bisa berangkat sekarang " jawab Mila.
Luna mendekati papa nya, memeluk lengan papanya.
"Pa, biarkan Luna ikut juga. Luna mau ketemu nenek pa, yah. Boleh yah pa"mohon Luna.
"Sayang, kondisi nenek kamu baik baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Kamu tidak bisa ikut, besok kan masih ada tour penting"
Lagi lagi Luna menggeleng kuat, dia tahu jika kondisi neneknya pasti tidak baik baik saja. Jika semuanya baik baik saja, mereka tidak akan pulang dengan tergesah gesah begini.
"Pokoknya Luna ikut, kalau papa dan mama gak mau ajak Luna. Luna akan naik pesawat sendiri" ucap nya kekeuh.
Huff..
Gunawan hanya bisa menghela nafas pasrah.
"Baiklah, bersiaplah" ucap Gunawan pasrah.
"Aku sudah siap, kita berangkat sekarang" jawab Luna cepat
"Kamu tidak berganti pakaian atau menyiapkan pakaian mu untuk di sana nanti?" tanya Mila.
Luna menggeleng, dia tidak perlu melakukan persiapan itu. Dia cukup membawa dirinya dan juga ponsel berserta tas selempang tempat identitas dan dompet nya.
Akhirnya mereka bertiga pulang kampung bersama. Membooking tiket di bandar udara langsung.
Saat ini bukan hari libur, jadi tiket pesawat menuju ke kampung halaman mereka tersedia banyak.
Waktu yang di butuhkan untuk sampai ke kampung X hanya 45 menit saja. Kemudian, lalu menempuh beberapa jam dari bandar ke kampung mereka.
...----------------...
Andra tiba di kost, bayangan wajah marah Luna masih jelas di mata nya.
"Andra!" panggil Fardan.
"Ya" balas Andra tidak semangat.
"lah, kamu kenapa Andra? kok lesu gitu?"
"Gak papa, aku capek aja. Hari ini kuliah full" jawab nya singkat, kemudian berlalu masuk ke dalam kost.
"Aneh, baru beberapa hari lalu nasehatin aku. Eh malah dia sekarang yang seperti ini" gumam Fardan heran.
Sebenarnya Fardan ingin mengajak Andra mengobrol, tapi karena Andra terlihat lesu dan badmood. Dia urungkan niatnya.
"Mungkin lain waktu saja"pikirnya.
Di dalam kost nya, Andra menghempaskan tubuh nya begitu saja di atas kasur. Tanpa membuka sepatu dan melepaskan tas nya.
__ADS_1
Huhh..
Andra merasa sesak di dada nya, bayangan Luna tadi membuat nya resah.
"Arrg...Luna, kenapa kamu selalu membuat aku tidak tenang sih!" erang nya sambil mengacak acak rambut gondrong nya.
"Aku harus apa? apa aku harus pergi menemui kamu dan membuat kamu tahu dengan apa yang aku rasakan?"
"Oke, aku akan melakukan nya!"
Andra segera bangun, dia sudah tidak tahan lagi menahan gejolak di dalam hatinya.
Dia hendak keluar kost lagi, tapi sebelum nya dia mencium aroma ketiak nya.
"Uwekk..." bau asam menyeruak ke dalam hidung nya.
"Seperti nya aku harus mandi dulu" gumam nya berlalu ke kamar mandi.
Butuh waktu 10 menit bagi Andra untuk membersihkan dirinya.
Dia berkaca, menatap wajah nya yang terlihat semakin tampan. Narsis sekali.
"Seli dan Siti saja tergila gila pada ku. Kenapa kamu tidak?" gumam nya heran.
"Huh, kamu memang gadis yang luar biasa" dia tersenyum, kemudian menyisir rambut nya ke belakang.
"Perfect" gumam nya memuji diri sendiri.
Andra memakai sepatu lusuh nya, kemudian meraih tas selempang yang biasa dia pakai kemana mana.
"Luna, aku datang" gumam nya berlalu pergi.
Saat keluar dan menguncinya pintu, Andra kembali bertemu dengan Fardan yang ternyata juga baru keluar dan mengunci pintu.
"Mau keluar?" tanya Fardan terkejut. Tadi dia melihat Andra seperti orang yang kurang energi. Sekarang dia malah terlihat fit dan bersemangat sekali.
"Iya, ada urusan yang harus aku keluarin"balas Andra tersenyum kikuk.
Fardan jadi penasaran, dia mendekati Andra dan langsung merangkul pria itu.
Mereka sudah sangat dekat dengan berlaku seperti ini.
"Kamu tadi terlihat kusut, dan sekarang terlihat bersemangat. Apa itu karena seorang wanita?" tanya Fardan menyelidik.
"Uhm...Rahasia, aku tidak akan memberitahu mu!" balas Andra.
"Eh kok kamu gitu, aku tidak memiliki rahasia pada mu. Kenapa kamu malah berahasia dari ku!" rajuknya.
Andra terkekeh pelan, kemudian melepaskan rangkulan Fardan.
"Setelah aku mendapatkan nya, aku akan mengenalkan nya pada mu!" kata Andra.
"Janji yah"
"Iya" balas Andra.
__ADS_1
Mereka pun berjalan keluar dari gang bersama sama. Setelah itu, berpisah dengan menaiki bis ya g berlawanan arah.