Jodoh Andra

Jodoh Andra
Hari pertama Kerja


__ADS_3

Pagi pagi sekali, tepat nya pukul 6 pagi. Andra sudah siap menjemur pakaian, membersihkan kamar kos nya.


Dia segera berangkat ke tempat kerja. Seperti biasa, Andra selalu menyiapkan roti ketika malam untuk sarapan paginya.


Langkah pertama, adalah awal dari kesuksesan. Dengan penuh semangat, Andra melangkah keluar dari kos.


"Eh Andra, mau kemana pagi pagi gini?" tanya Fardan,dia baru saja pulang dari kerja.


"Mau berangkat kerja, kamu baru pulang?"


Fardan mengangguk, dia terlihat sangat lelah dan mengantuk.


"Aku Minggu ini sift malam, jadi pulang nya yah pagi begini" jawab nya.


"Yaudah kamu istirahat lah, aku mau berangkat dulu"


"Ok siap"


Fardan langsung masuk ke dalam kos nya, sedangkan Andra berjalan ke tempat kerja.


Ketika melewati warung Bu Wati, Andra tersenyum melihat Bu Wati yang sedang sibuk melayani pelanggan nya. Tentu nya Bu Wati juga membalas senyum anak kos nya itu.


"Hati hati!!" Sorak Bu Wati di sela kesibukan nya.


Andra mengangguk, dia melanjutkan langkah kakinya. Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke ketempat kerja nya.


Agar tidak memakan waktu, Andra memutuskan untuk naik angkot saja. Pasti akan lebih cepat sampai.


Setiba nya di tempat kerja, Andra menatap lokasi proyek yang kemarin dia lihat dari arah sebrang jalan.


"Semangat Andra! Kamu pasti bisa. Di kampung kamu juga mengerjakan hal hal yang seperti ini" gumam Andra menyemangati dirinya sendiri.


"Andra!"


Seorang pria baru melambaikan tangan nya ketika melihat Andra memasuki area proyek.


"Pak!" balas nya, dia segera berlari kecil mendekati pria baru baya itu.


"Selain bersemangat, kamu ontime juga yah. Bagus, saya suka orang seperti kamu!" Gumam Gunawan.


Yah, mandor yang kemarin Andra temui itu adalah papa Luna. Orang sekampung halaman dengan Andra.


"Saya sudah berjanji akan bekerja dengan baik. Saya tidak akan mengecewakan bapak" balas Andra.


Gunawan tersenyum bangga, dia menemui pemuda sekampung dengan dirinya dan memiliki niat kerja yang bagus.


"Anak Malik memang seperti ini" kekeh Gunawan.

__ADS_1


Andra hanya bisa tersenyum membalas candaan mandornya.


"Baiklah Andra, kamu bisa mengikuti mereka. Sekelompok anggota ku yang akan bekerja sebagai pengaduk semen. " Jelas Gunawan sambil menunjuk kearah anak buah nya.


"Oh baik lah pak"


Gunawan mengangguk, dia menepuk bahu Andra pelan.


"Belajar lah dari dasar, setelah itu saya akan membuat kamu naik keatas, dan melebihi saya" bisik Gunawan, membuat Andra semakin tersenyum lebar.


"Terimakasih pak" Andra membungkuk mengungkapkan rasa hormat nya.


"Bekerja lah"


Andra segera bergabung dengan sekelompok orang yang Gunawan tunjuk tadi. Kemarin mereka juga sudah bertemu dengan nya.


Benar kata orang, orang baik pasti di kelilingi oleh orang baik juga. Seperti pak Gunawan, dia sangat baik kepada anak buah nya, dan juga pada orang di sekitar nya. Karena itu lah dia di kelilingi oleh orang orang baik.


Andra merasa sangat lega, semua Anggi pak Gunawan menyambutnya dengan baik. Mereka langsung akrab setelah mengobrol beberapa kali saja.


"Andra, setelah ini kita antar adukan semen ke sana yah. Soal nya ini terlalu berat untuk di angkat sendiri" ujar salah satu rekan kerjanya.


Andra mengangguk, setelah dia mengangkat semen bubuk 60kg. Barulah Andra mendekati rekan nya tadi.


Sungguh sangat kompak, semua anggota berlomba lomba untuk menyelesaikan pekerjaan secara bersama sama. Tidak ada yang saling menjatuhkan, mencari muka di depan atasan.


"Beruntung pak Gunawan, anggota nya sungguh sangat baik dan jujur" batin Andra.


Suara lonceng di pukul. Andra terkejut dan juga bingung mendengar suara itu.


"Suara apa itu?" Tanya Andra pada rekan nya.


"Oh iya, aku lupa memberitahu mu. Itu suara lonceng, tanda kita beristirahat" jawab nya menjelaskan.


"Andra, dan yang lain nya. Ayo beristirahat!" teriak salah satu anggota lain pada Andra dan rekan nya.


"Iya" sahut nya.


"ayo Dra" Ajak nya.


Andra pun mengangguk, dia melepas sarung tangan nya. Kemudian mengikuti rekan nya berkumpul dengan teman teman yang lain.


Lihat, berbeda sekali dengan atasan lain nya. Pak Gunawan tidak canggung berbaur dengan anggota nya. Bahkan dia makan siang bersama dengan mereka.


"Panutan sekali bukan"bisik Seseorang, membuat Andra langsung mengalihkan pandangannya.


"Mandor kita paling terbaik, lihat lah mandor yang lain nya. Mereka sangat pemarah, egois, tidak mau berbaur dengan anggota nya. Setiap hari Gonta ganti anak buah"

__ADS_1


Andra melirik anggota proyek lain, mandor mereka terlihat sangat berkuasa. Tidak ada tali persaudaraan, yang ada hanya atasan dan anak buah.


"Benar, mereka terlihat sangat lelah. Berbeda dengan kita yang masih terlihat bersemangat" gumam Andra. Lawan bicaranya tersenyum.


Mereka makan siang bersama, Gunawan membelikan anak buah nya nasi bungkus.


"Bagikan satu persatu. Jika mau nambah, nanti di rumah kalian yah" celetuk Gunawan bercanda.


"Benar sekali, di sini tempat kerja, bukan tempat makan" timpal yang lain.


Andra ikut terkekeh mendengar candaan atasan dan rekan kerja nya.


...----------------...


Luna masih duduk di sofa depan ruang tengah. wajah nya di tekuk, dia merasa sangat kesal dengan mama nya.


"Ayo Luna,kita harus cepat. Nanti keburu habis"


Mila menuruni anak tangga dengan tergesa gesa. secara mendadak dia mendapat informasi, bahwa di mall ada diskon besar-besaran.


"Luna, ayo nak. kita harus cepat" Mila mendekati putrinya, kemudian menarik tangan nya agar segera beranjak dari sofa.


"Aduh Ma, Luna malas sekali pergi ke mall sekarang. Pasti di sana sangat ramai sekali" gerutunya malas.


"Aduh sayang, kalau kamu tidak ikut. siapa yang akan membantu mama memegangi barang. Nanti mama jadi lambat!"


Luna tidak bisa mengelak lagi, dia terpaksa ikut dengan mama nya pergi ke mall.


Memiliki banyak uang, bukan berarti mereka harus memakai barang barang yang branded.


Mila sangat sederhana, dia wanita pecinta diskon. Hal ini tidak mengatakan jika dia wanita yang pelit.


Bagi Mila, berbuat dan berbelanja dengan desakan waktu itu menyenangkan. apalagi diskon dan tawar menawar itu adalah ciri khas wanita. Menurut dirinya sendiri.


Mila mengendarai mobil nya, sesekali dia melirik putrinya yang duduk di sebelahnya, dengan wajah yang di tekuk.


"Sudah lah, jangan merajuk. Nanti mama akan membelikan apapun yang kamu mau. Mau masuk universitas mana pun yang kamu inginkan, mama turutin deh. " bujuk Mila.


Seketika itu raut wajah Luna langsung sumringah.


"beneran ma? mama akan turutin yang aku mau?"tanya Luna memastikan.


Mila pun menganggukkan kepalanya.


"Asalkan, kamu menekuni setiap apa yang telah kamu pilih"


"Siap!!!" balas Luna penasaran.

__ADS_1


Sebenarnya Luna sangat suka berbelanja seperti ini. persis seperti mama nya, tapi karena dia kesal dengan mama nya semalam. makanya dia pura pura cemberut seperti tadi.


Lihat, akhirnya mama nya memberinya kebebasan. Luna sangat senang di dalam hati nya.


__ADS_2