Jodoh Andra

Jodoh Andra
Ada apa dengan Fardan?


__ADS_3

Semenjak melihat Luna menemui Andra, Fardan jadi berubah. Dia berpikir, jika Andra merebut wanita yang dia sukai.


Andra yang tidak tahu penyebab Fardan menjauh, malah semakin bingung. Setiap kali dia menyapa Fardan, pria itu selalu saja diam. Bahkan Andra pernah memergoki Fardan menghindar dari nya.


"Ada apa dengan Fardan, mengapa dia menghindari aku?" pikir Andra.


Pria itu tengah duduk di depan kamar kos nya. Dia sengaja menunggu Fardan pulang.


Andra tidak bisa membiarkan masalah ini terus berlanjut, dia harus berbicara dengan Fardan dan mengetahui apa masalah sebenarnya di antara mereka berdua.


Andra segera berdiri, saat melihat Fardan datang. Dia melangkah mendekati Fardan yang berjalan cepat ke kamar kos nya.


"Fardan" panggil Andra.


Mau tidak mau Fardan pun menoleh, kemudian memaksa bibir nya untuk tersenyum.


"Ada apa?" tanya nya sebisa mungkin seperti biasa. padahal, dalam hati Fardan dia sangat jijik pada Andra. Fardan sangat benci orang yang mengkhianati nya.


Andra berjalan mendekatinya, dia berdiri di depan Fardan.


"Kamu baru pulang?" tanya Andra basa basi.


"ya" jawab Fardan singkat. Dia hendak masuk ke dalam kamar kos nya, namun di tahan oleh Andra.


"Fardan, aku mau ngomong!" ucap nya.


Fardan menoleh sebentar, kemudian kembali membuang muka.


"Ngomong lah cepat, aku capek dan ingin istirahat " ucap nya.


"Sebenarnya kamu kenapa sih Far, sejak seminggu lalu kamu berubah."


"Kamu kenapa menghindari aku?"tanya Andra butuh penjelasan.


"Tidak ada, aku hanya sibuk. " elak nya.


Andra tentu tidak akan percaya, dia sudah kenal Fardan sangat dalam. Fardan bukan tipe cowo seperti itu.


"Kamu jujur deh sama aku, kita ada masalah apa?" desak Andra lagi.


huh.


Pertahanan Fardan roboh, dia menatap lekat ke manik Andra.


"Kamu pikir saja sendiri Ndra, selama ini aku menceritakan , menanyakan pendapat mu, tapi akhirnya apa? kamu mengkhianati aku!" ucap Fardan menahan emosi.


Andra mengerutkan kening nya, dia tidak mengerti dengan apa yang saat ini Fardan bicarakan.


"Gak usah sok gak ngerti deh" tudingnya lagi.


Andra menggelengkan kepalanya, dia benar benar tidak mengerti apa yang Fardan bicarakan.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa di Fardan. Aku benar-benar tidak mengerti. Pengkhianatan? memangnya aku mengkhianati apa dari mu?" tanya Andra.


"Luna!"


jleb.


Andra merasa tubuh nya membeku ketika Fardan menyebut nama wanita yang dia sukai.


"Luna?" ulang nya.


"Apa hubungan nya dengan-"


Ucapan Andra terhenti, dia baru mengerti kemana arah pembicaraan Fardan. Dia menatap Fardan dengan kedua bola mata hampir keluar.


"Jangan bilang, wanita yang selama ini kamu bicarakan Luna?"tebak Andra.


"ya. Aku menyukai Luna. Wanita yang selama ini aku ceritakan adalah Luna" jelas Fardan lagi.


Andra merasa seperti terhantam benda besar. Dia baru mengerti mengapa sahabat nya ini menjauhinya. Dia juga baru sadar, sejak kedatangan Luna ke kos nya, saat itulah Fardan mulai menjauh.


"Tidak mungkin....Aku tidak bisa mempercayai nya Fardan" lirih Andra menunduk.


"Kenapa? kamu juga menyukainya bukan? cih dasar munafik kamu Ndra, pengkhianat!" maki Fardan.


Andra menggeleng, dia bukan pengkhianatan, dia juga tidak munafik. Selama ini dia kan tidak tahu siapa wanita yang Fardan suka.


"Bagaimana mungkin aku kamu sebut pengkhianat, sedangkan aku tidak tahu siapa wanita yang kamu sukai!" lantang Andra.


"Takdir yang membuat kita sulit seperti ini. Aku tidak menyangka kita menyukai wanita yang sama" ujar Andra lagi.


Fardan tidak mendengar, dia mendengus kesal. Lalu, Fardan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar kos nya.


Blam.


Huf..


Andra menarik nafas dalam, ini masalah serius. Dia berdebat dengan Fardan karena seorang wanita.


Andra kembali masuk ke dalam kamar kos nya. Kejutan hari ini membuat dirinya menjadi syok.


Hubungan Andra dan Luna memang baik baik saja. Namun, Andra gak kunjung membuat kepastian. Dia kadang menjauh kadang mendekat. Membuat Luna bingung dengan sikap nya.


Saat Andra melihat Luna dekat dengan Bobi, Andra akan berubah cuek dan dingin.


Namun, apabila mereka hanya berdua mereka akan mengobrol seperti biasa. Kadang kadang duduk di taman rumah Luna .


...----------------...


Di dalam kos nya, Fardan mulai berpikir. Apa dia terlalu keterlaluan pada Andra? apa dia terlalu egois?.


Fardan mulai memikirkan perbuatan nya. Dia baru sadar dengan tingkah bodohnya. Andra tidak bersalah di kasus ini.

__ADS_1


Fardan tersadar, Andra tidak mengetahui dan tidak mengenal siapa wanita yang dia sukai.


Ini terjadi secara kebetulan, mengapa Fardan malah menyalahkan Andra.


Seperti nya takdir sedang mempermainkan mereka. Menggoyahkan persahabatan mereka.


...----------------...


Luna dan Andra bertemu, mereka berjanji pergi ke mall bersama.


Seperti yang sudah di janjikan, Andra sekarang sudah berada di depan mall. Dia pergi menggunakan ojek online agar lebih cepat.


Sesampai di depan mall, Luna langsung menghampiri Andra.


"Hei, lama nunggu?" tanya Luna merasa tidak enak.


"Tidak kok, baru juga sampai" elak Andra. Padahal dia sudah tiba sejak 1 jam yang lalu.


"Ayo masuk ",


Luna menarik tangan Andra masuk ke dalam mall. Mereka pergi Timezone.


Andra tertawa kecil saat melihat Luna senang. Dia juga berharap Luna bisa merasakan perasaan nya.


Hari itu mereka habiskan bermain di Timezone. Kemudian di akhiri dengan makan malam bersama.


Di saat makan, Andra bercerita tentang banyak hal. Begitu juga dengan Luna. Mereka seperti saling berbagi cerita. Hingga Andra menceritakan soal Fardan.


Luna bersimpati padanya, tapi dia tidak mengerti mengapa Fardan memusuhi Andra. Hanya karena dirinya datang ke kos Andra.


Luna menanyakan nya, tapi Andra tidak menjawab. dia terus mengalihkan pembicaraan mereka ke topik lain.


Luna yang penasaran memukul lengan Andra, mendesak pria itu menjawab pertanyaan nya.


"Aw.. Ada apa Luna, kok aku di pukul?" tanya Andra pura pura polos.


Luna mengerucutkan bibir nya, dia kesal dengan Andra yang berpura pura bodoh.


"Andra!" panggilan tak asing itu, membuat keduanya menoleh ke samping secara bersamaan.


Luna menatap seorang gadis seusia dengan dirinya tengah berjalan kearah mereka.


Sedangkan Andra malah terkejut melihatnya. Gadis itu melambaikan tangan nya, penampilan nya terlihat sangat norak.


Luna melirik ke arah Andra dan bertanya padanya.


"Kamu kenal gadis itu?" tanya Luna. Andra hanya diam, melirik kearah gadis itu.


"Andra!" panggil gadis itu lagi, dia berdiri tepat di depan meja Andra dan Luna. Dia tersenyum senang. Akhirnya dia melihat Andra lagi, dia bisa bertemu dengan pria yang menjadi tujuan nya datang kesini.


Siapakah orang itu?? yuk komen di bawah. jangan lupa like juga yah

__ADS_1


"


__ADS_2