
Bus kota tiba di sebuah kota metropolitan, di mana siang dan malam terlihat sama. Sibuk mencari uang, siang malam banyak yang berlalu lalang.
Mungkin sebagian orang di kota ini ada yang hidup normal, siang kerja malam tidur. Namun, sebagian juga ada sampai tengah malam masih mencari cuan.
Seli keluar dari dalam bus, melangkah keluar sebagai awal dari kehidupan nya. Datang ke kota liar ini tanpa ada sanak saudara nya. Sedikit gamang, tapi Seli tetap memantapkan hati nya , bahwa dia pasti bisa hidup di kota ini.
"Taxi non?" tawar seseorang menghampiri Seli. Dia menatap pria itu, meneliti apakah orang itu jahat atau tidak.
"Ayo non, saya antar." Desak pria itu menarik tas Seli, seperti nya supir taxi itu takut pelanggannya di rebut orang lain.
"Eh, eh..Jangan bawa tas saya"teriak Seli mengikuti supir taxi yang membawa tas ransel nya. Mau tak mau, dia terpaksa ikut masuk ke dalam bersama tas nya.
Baru saja masuk, pria itu sudah melakukan mobil nya. Tidak ada lembut nya sama sekali, membuat Seli menjadi takut.
Supir taxi tidak bertanya apapun padanya, dia hanya melakukan mobilnya entah kemana dia membawa nya. Karena ketakutan nya semakin besar, akhirnya Seli memberanikan diri untuk memerintah supir taxi berhenti.
"Pak, berhenti di situ saja. Itu rumah ku" tunjuk Seli pada sebuah rumah yang berada di tempat orang ramai.
Bukan nya berhenti, supir taxi itu malah semakin menambah kecepatan mobilnya.
"Pak berhenti, kenapa anda malah melaju!" Teriak Seli. Dia melihat ekspresi menyeringai pria itu dari spion nya. Seli pun semakin merasa ketakutan, dia memeluk tas nya erat. Dia berusaha membuka pintu mobil, namun ternyata terkunci.
"Pak!! Turunkan saya di sini!!"
"Pak!!"
Seli terus berteriak, dia bahkan menarik narik tangan pria itu agar berhenti.
"Diam!, Atau kamu mau aku bunuh!"
Mendengar ancaman pria itu, Seli menjadi semakin ketakutan. Dia tidak bersuara lagi, dia hanya diam dan menangis.
"Bagaimana ini, kemana dia akan di bawa oleh pria jahat ini" tangis Seli dalam hati. Dia sangat ketakutan, dia tidak berani melakukan apapun saat ini.
"Ya Tuhan, selamatkan aku." Rintihnya dalam hati.
__ADS_1
Supir taxi yang ternyata orang jahat, terus melakukan mobil nya menuju tempat yang menjadi tujuan nya. Entah kemana, Seli tidak tahu. Senyum menyeringai tak lepas dari bibirnya, dia berhasil mendapat seorang mangsa. Gadis lugu yang baru merantau. Sungguh keberuntungan besar baginya.
Sementara itu, di rumah keluarga besar Gunawan. Terlihat sangat ramai di datangi oleh tamu undangan, karena hari ini adalah hari pertunangan Luna dan Andra.
Semua kerabat dekat, kerabat jauh, dan masyarakat sekitar di undang oleh nya. Mereka ingin semua orang dapat mendoakan kehidupan baru yang akan di hampir Luna dan Andra.
Di ruang tamu, di buat sebuah singgah sama untuk Andra dan Luna duduk. Sehingga semua tamu dapat melihat mereka. Bagi yang mau berfoto juga bisa naik ke atas sana.
"Selamat yah Luna, Andra. Semoga lancar sampai hari H"
"makasih"
"Selamat yah"
"Selamat ya"
Berbagai doa'di ucapan kan para tamu undangan pada Luna dan juga Andra.
"Cieee ... Akhirnya kalian ada di pelaminan juga" Aryo.
"Wahh ternyata si raja kita mau nikah ni" Budi.
"Kamil juga tuh" timpal Luna menyahuti pembicaraan teman teman tunangan nya.
Mereka semua tertawa sambil melirik ke arah Kamil. si manusia jomblo yang hanya memikirkan usaha saja.
"Kalian ini apaan sih, aku tuh belum mikir ke sana.aku masu cari duit dulu" jawab Kamil santai.
"Alah, setidaknya pacaran kek. ini gak, malah betah jomblo. "
semua orang menoleh ke sumber suara, itu bukan Budi, Cakra, Aryo ataupun Andra.
"Siti" gumam Luna tersenyum senang.
Seli naik ke atas singgasana, dia bergabung dengan yang lain nya.
__ADS_1
"Selamat yah Luna, semoga lancar sampai hari H nya"
"Amin " balas Luna.
Siti melirik teman Andra yang lain, mereka mendadak diam. Luna juga memperhatikan mereka semua, dia juga heran mengapa mereka mendadak diam.
"Ada apa?"tanya Seli.
"Kamil! Cakra!" panggil nya.
"Gak papa sih, tapi aneh aja. kamu kan dulu suka sama Andra" jawab Cakra.
deg.
semua orang mendadak diam, mendengar ucapan Cakra barusan. Kamil mengikutinya, dia berpikir akan terjadi sesuatu pertengkaran di sini. Karena setahu mereka, Luna tidak tahu jika Siti pernah menyukai Andra.
"Memangnya kenapa jika aku dulu suka sama Andra? apa tidak boleh?" ketus nya.
Suasana menjadi canggung, apalagi mereka melihat Luna yang mendadak diam.
"Lun...Kamu gak papa?" lirih Aryo khawatir. Sedangkan Andra, dia hanya menarik nafas dalam, bersiap menghadapi apapun yang akan terjadi nanti.
"Hahahaha.....Kalian ini lucu sekali" Luna mendadak tertawa, dia merangkul tangan Siti.
"Kalian tidak tahu yah, aku sudah tahu semuanya. Dari Siti. Dia sudah mengatakan semuanya pada ku" jelas Luna.
Fyuu
Terdengar helaan nafas lega dari mereka semua yang ternyata sejak tadi menahan nafas.
"Kamu sudah tahu?" tanya Andra memastikan.
"Iya sayang, aku sudah tahu. awal nya aku kaget, tapi aku bisa menerima nya. Siti menjelaskan semuanya kepadaku kemarin"
"Syukurlah, kami pikir kamu tidak tahu"ujar Kamil bernafas lega.
__ADS_1
Acara hari itu, berjalan sangat lancar. mereka menikmati acara dan berkumpul dengan semua keluarga. Baik Andra maupun Luna.
Semoga lancar sampai hari H Andra dan Luna.