
Malam yang kelam, Andra duduk seorang diri di bangku tempat biasa dirinya dan teman teman nongkrong.
Dia menatap langit, memikirkan apa yang baru baru ini menghampiri dirinya.
Jika dia terus berada di kampung, maka dia wanita itu akan semakin gila mengejarnya. Sesuatu buruk pasti akan terjadi.
"Huh...Apa yang harus aku lakukan?"
"Apa aku harus merantau? Hidup di kampung tidak akan membuat kehidupan ku berubah."
Andra mulai berpikir soal merantau,dia harus berani memutuskan sesuatu yang akan dia jalani ke depan nya.
Andra masuk ke dalam rumah, dia menghampiri ayah dan ibu nya. Dia ingin membicarakan semua ini dan meminta pendapat ayah dan ibu nya. Doa restu orang tua adalah yang paling penting.
"Ayah, ibu" panggil Andra, ayah dan ibu nya sedang menonton tv.
"Ada apa sayang, apa ada yang ingin kamu bicarakan?"tanya Dewi.
Andra mengangguk, dia menatap ayah nya, kemudian menatap ibunya.
"Andra berpikir hidup monoton seperti ini, tidak akan membuat hidup Andra berubah Bu, yah. Andra ingin sesuatu yang lebih wah, agar kita menjadi lebih baik" tutur Andra.
"Maksud kamu apa nak, ibu tidak mengerti" ujar Dewi kebingungan. Putranya terlalu berbelit belit.
Namun,berbeda dengan ayah nya. Malik mengerti apa yang saat ini coba di Utara oleh putra nya.
"Kamu ingin merantau Andra?" Tebak Malik.
Andra mengangguk yakin, dia ingin mencoba hidup di rantau orang.
"Andra pikir apa salah nya di coba. Hidup di kampung seperti ini, tidak akan merubah apapun. Apalagi Andra hanya lulusan sma Bu,yah"
Huff...
Malik menarik nafas dalam, dia mencoba memikirkan apa yang saat ini akan dia jawab pada putranya.
Hidup di kota tidaklah mudah, Malik harus memikirkan secara matang sebelum memberi keputusan.
"Mas, bagaimana menurut mu?" tanya Dewi .
"Apa kamu sudah memikirkan konsekuensinya nak? Hidup di rantau tidak semudah yang kamu banyangkan. Semuanya akan terjadi di luar perkiraan kamu"
"Iya ayah, aku sudah memikirkan nya secara matang!"jawab Andra mantap.
__ADS_1
Dewi menjadi resah, dia memegang tangan putranya. Dia tidak bisa menolak keinginan putranya. Dia merupakan seorang anak laki-laki, harus bijak dalam menjalani kehidupan nya. Jika di atur,di larang ini dan itu. nanti putranya akan menjadi anak ya g tidak berguna.
"Nak, kemana kamu akan pergi?"
"Aku mau ke kota X Bu, aku dengar di sana banyak penerimaan pegawai yang hanya lulusan SMA. Meskipun gaji tak seberapa, setidaknya aku bisa mendapatkan pengalamannya" jawab Andra.
"Baiklah , bapak mengijinkan kamu pergi, tapi ada syaratnya" ucap Malik.
Andra tersenyum senang, " apa syaratnya ayah?"
"Kamu harus berjanji tidak melakukan sesuatu yang me.buat malu keluarga. Apa pun yang kamu perbuat pikirkan dengan matang. "
"Siap ayah, Andra akan melakukan apapun yang ayah petuah kan" jawab Andra yakin.
"Kapan kamu akan pergi?" Tanya Dewi. Berat rasanya akan berpisah dengan putranya.
"2 hari lagi Bu, aku akan menyiapkan semua nya secara mantap "
"Bagus, kamu harus memikirkan terlebih dulu, sebelum bertindak" ujar Malik.
Andra mengangguk pelan, kemudian dia pamit pergi ke rumah Kamil. Dia harus memberi kabar ini pada Kamil.
*****
Andra pergi ke rumah Kamil,di perjalanan dia melihat seorang gadis tengah menatap sepedanya yang tidak bisa jalan.
"Hey, ada apa?"tanya Andra.
Terlihat gadis itu terkejut, dan bergerak menjauh dari Andra.
"Hey, aku tidak akan menyakiti kamu. aku hanya bertanya" ujar Andra meyakinkan.
Gadis itu tampak ragu,dia terlihat manis ketika mencuri pandang pada Andra.
"Sepeda ku rusak, dia tidak mau jalan" ujar nya.
Andra pun melihat sepeda gadis itu, mencoba menjalankan sepeda untuk melihat di mana kerusakan nya.
" Oh ini, rantainya terjepit di dalam. Makanya tidak mau jalan" ucap Andra,dia berusaha menarik rantai sepeda gadis itu yang masih di tutupi.jafi Andra sedikit kesulitan menariknya.
"Hah.." Andra mendengus lega, akhirnya dia berhasil menarik rantai sepedanya, dia juga langsung membetulkan agar bisa kembali berjalan.
"Sudah selesai. Sepeda mu sudah bisa berjalan lagi" ujar Andra. Dia menatap gadis manis yang terlihat sangat lugu.
__ADS_1
Penampilan gadis itu cukup menarik, mengenakan baju lengan panjang dengan paduan rok berbahan jean selutut. Rambut panjang nya di kepang dua dan di jalin. Sehingga memperlihatkan kesan lugu dan sedikit cupu.
"Manis!"
Satu kata itu melintas di benak Andra.
"Terimakasih" ujarnya, lalu langsung menaiki sepeda nya dan mengayuh secepat mungkin.
Dia terlihat lucu di mata Andra,dia adalah gadis kampung sebelah. Dia sering masuk ke kampung Andra, karena gadis manis itu memiliki kerabat yang tinggal di dalam kampung Andra.
Kerabat gadis itu dekat dengan ibu Andra, bahkan Andra sering menjemput ibunya ke rumah kerabat gadis itu.
Hal yang membuat Andra tertarik adalah,ketika bertemu dengan gadis itu. Di terlihat was was dan juga terlihat jutek. Ucapannya sangat pedas pada orang asing. Namun dia merupakan gadis yang baik.
Setelah menatap kepergian gadis itu, Andra kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah Kamil.
...----------------...
Andra berada di rumah Kamil, dia berbicara dengan pria itu berdua di dalam kamar.
"Apa? kamu ingin merantau???" pekik Kamil terkejut.
"iya Kamil, aku ingin merantau. Aku tidak mau terus menerus tinggal di kampung ini.Kamu tahu kan, bagaimana yang aku jalani. kemarin, Siti melakukan hal yang sama seperti Seli"
"Apa??"
Kamil kembali terkejut, dia tidak habis pikir sahabatnya ini selalu mendapat rejeki nomplok.
"Heran banget, sama kamu terus. Sama aku kapan" dengus nya.
"Aku tidak bisa Kamil, aku juga tidak mau mendapat istri sisa seperti mereka. apalagi orang tua Seli, membayangkan nya saja aku tidak mau" ujar Andra.
Kamil mengangguk mengerti,dia tahu apa yang sahabat nya rasakan. tapi bagaimana dengan dirinya. apa dia juga harus pergi, atau tetap di kampung.
Andra melihat teman nya itu sedikit berat ikut bersamanya.
"Jika kamu tidak ikut, aku tidak masalah Kamil. aku malah senang, kamu bisa melihat ibu ku!" ucap Andra
"Aku bukan tidak mau Andra, tapi ibu ku sering sakit sakit, ayah juga tidak terlalu kuat ke kebun sendiri" ujar Kamil tidak enak pada Andra.
"tidak masalah Kamil, aku datang ke sini bukan untuk memaksa kamu ikut. Tapi, aku ingin memberitahu mu saja. "
"Yah tapi aku ingin ikut sih"
__ADS_1
"Jangan Kamil, kamu di kampung saja. Siapa tahu hoki ku beralih pada kamu. Seli juga pasti bisa melirik pusakamu" canda Andra.
"Ih ogah,dia mah gak mau. Tapi Siti mungkin okelah, dia hanya tercampur sisa kamu. Lah Seli???? tidak tidak...Tangan Alex pasti sudah memenuhinya" ucap Kamil bergidik ngeri membayangkan tanda cinta berserakan di tubuh Seli.