
Kepulangan Andra sungguh membuat Dewi dan Malik bahagia. Setelah lama menunggu, akhirnya putra mereka kembali pulang.
"Ibu senang, kamu akhirnya pulang nak. Ibu sangat merindukan kamu" ucap Dewi menggenggam tangan putranya.
Andra tersenyum, menatap ibu nya dengan rasa bangga yang teramat sangat besar.
"Benar Ndra, aku juga senang kamu kembali" sahut Kamil.
"Bapak juga, tapi lebih bahagia lagi kalau kamu juga membawa calon menantu" timpal Malik.
"Bapak ini, anak baru pulang kok ngomong begitu" sanggah Dewi.
"Betul itu Bu, bapak gak salah"sahut Kamil membela Malik, mereka bertos kompak.
Sedangkan Andra, dia terdiam mengingat wanita yang sudah 4 tahun tidak ia temui. Bagaimana gadis itu sekarang, apa dia sudah menjadi seniman. Atau malah jadi Anka manja kesayangan kedua orang tuanya.
Andra sangat merindukan nya, apa dia juga merasakan hal yang sama? Atau dia malah sudah bertemu dengan seorang pria lain?.
Ah, Andra tidak mau berekspetasi tinggi dulu. Dia lebih baik menikmati kepulangan nya di kampung halaman bersama keluarga.
"Andra, kamu kok diam saja?" Dewi menyentuh wajah putranya, dia takut putranya kenapa kenapa mendadak diam seperti itu.
"Enggak apa apa kok bu"jawab Andra tersenyum tulus.
"Apa jangan jangan" Kamil dan Malik saling melirik, mereka terlihat sangat kompak Sekarang.
"Jangan jangan apa?" Sanggah Dewi garang.
"Andra mengingat bule bule yang ada di luar negeri" jawab Kamil dan Malik kompak.
Hal itu membuat Dewi semakin murka, dia berdiri dan memukul mukul Malik dan Kamil secara bergantian.
"Rasakan ini, kalian mau ini kan. sejak tadi kalian mengganggu putra ku"
Kamil dan Malik berusaha menghindari pukulan Dewi, mereka dengan tertawa bahagia main kejar kejaran di sekeliling Sofa.
Andra tersenyum senang melihat keluarga nya bahagia seperti ini.
"Sekarang bapak kompak nya sama Kamil yah, bukan sama aku!" Rajuk Andra.
"Tuh kan, anak nya merajuk!" Seru Dewi kembali mengejar suaminya.
Kamil berhenti, dia duduk di samping Andra sambil merangkul pria itu. Nafasnya memburu, bibirnya terangkat mengulas senyuman manis.
"Kamu lihat kan, begini lah setiap harinya bapak sama ibu" ucap Kamil di sela nafasnya.
"Aku cemburu"sahut nya.
"Tapi, itu resiko mu. Aku terpaksa mengimbangi 2 bapak dan 2 ibu" jawab Kamil lagi.
Andra tersenyum, dia berterimakasih pada Kamil karena telah membantu dirinya menjaga ayah dan juga ibunya.
Seandainya Kamil tidak mau menjaga nya, maka Andra pasti akan selalu kepikiran.
"Terimakasih untuk segalanya Kamil"ucap Andra tulus.
__ADS_1
"Aku lebih berterimakasih pada mu Andra, jika bukan karena kamu. Aku tidak akan seperti ini" balas Kamil.
Mereka berdua saling memeluk, saking menepuk bahu keduanya. Sedangkan Malik dan Dewi, sudah berhenti kejar kejaran. Mereka tersenyum bahagia melihat kekompakan dua sejoli itu.
"Semoga kalian bersahabat hingga ke surga nya Allah yah" kata Dewi penuh harap.
"Insyaallah Bu" jawab Andra dan Kamil kompak, membuat Malik dan Dewi semakin melebarkan senyum mereka.
Setelah melepas penat di rumah, Andra dan Kamil pergi berkeliling kampung. Mendatangi setiap rumah sanak saudara Andra.
Andra ingin bersilahturahmi dan membangun keluarga yang kompak dan sukses bersama. Dia tidak mau keluarga sebelah bapak atau pun ibu nya ada yang kesusahan. Selagi bisa di bantu, Andra akan mencoba untuk membantunya.
"Kamu anak baik Andra, pantas rejeki kamu berlimpah"
"Anak Sholeh, sangat baik hati."
"Dewi sangat beruntung"
"Dewi berhasil mendidik seorang anak"
Begitulah kata kata pujian yang Andra dapatkan dari semua orang yang bertemu dengan nya. Sedangkan Andra hanya membalas dengan ucapan terimakasih dan senyum tulus dari nya.
"Kamu sangat di puja" ujar Kamil.
"Ah kamu berlebihan, aku seperti sekarang ini berkat doa kamu juga tahu" balas Andra merendah
Mereka berjalan menuju ke rumah Kamil, Andra ingin bertemu dengan bibi nya satu itu. Pasti dia sangat merindukan Andra.
Ketika tiba di depan rumah Kamil, Andra tersenyum senang. Rumah Kamil sudah berubah, menjadi jauh lebih baik. Hampir seperti rumah nya, dia sangat bahagia.
"Ayo masuk, ibu aku pasti di ruang tv" ajak Kamil.
"Semuanya sudah" gumam nya.
Senyum manis tak lepas dari bibir Andra. Dia sangat sangat bahagia dan bangga pada dirinya sendiri. Sungguh hasil yang sangat baik.
"Ibu, bangun. Andra telah pulang" panggil Kamil membangunkan ibu nya yang tertidur sambil menonton tv.
"Ah, apa?" Ujar ibu Kamil linglung.
Lalu, beberapa detik kemudian. Barulah ibu Kamil melonjak kaget. Dia memeluk Andra erat, seperti seorang ibu yang baru saja bertemu dengan anak nya.
"Andra, kamu akhirnya pulang. Ibu sudah sangat kangen sama kamu"
"Iya Bu, Andra juga" balas Andra tersenyum.
"Kamu kenapa gak bilang pulang nya hari ini, kalau ibu tahu pasti datang ke rumah kamu" ucap ibu Kamil menggerutu.
Mendengar ucapan ibu Kamil, Andra jadi terkejut. Dia pulang tidak mendadak, semua orang tahu. Kenapa ibu Kamil tidak tahu?.
"Bu, kemarin aku sudah memberitahu Kamil. Tapi aku tidak tahu mengapa ibu tidak tahu"ucap Andra bingung.
Glek.
Kamil meneguk Saliva nya susah payah, dia bersiap di amuk oleh ibunya.
__ADS_1
Nah lihat, ibu nya sudah menatap tajam kearahnya.
"Ibu, aku bisa jelasin" ujar Kamil berusahalah menenangkan ibunya.
"Jelasin apalagi Kamil! Kamu tidak memberitahu ku, lihatlah aku tidak tahu semua ini. Dasar anak bodoh " maki ibu Kamil memukul mukul putranya.
"AW AW...ibu sakit, ampun"
"Andra tolong" teriak Kamil bersembunyi di balik tubuh Andra.
Hub.
Andra kembali memeluk wanita tua itu, dia memeluk sama seperti memeluk ibu nya sendiri.
"Sudahlah bi, terpenting aku sudah di sini dan kita bisa mengobrol tentang banyak hal!" Kaya Andra. Hal itu membuat ibu Kamil berhenti dan membalas pelukan Andra.
"Beruntung ada Andra, kalau tidak kamu akan aku musnah kan!" Dengus Ibu Kamil, mengundang tawa Andra.
Sedangkan Kamil, dia merasa menjadi anak tiri sekarang. Ibu nya lebih menyayangi Andra di bandingkan dirinya.
"Ibu, aku merajuk" ujar Kamil dengan wajah menekuk.
"Dasar bodoh, aku tidak peduli. Putra ku di sini" ucap ibu nya, sambil memeluk Andra.
Kamil semakin cemburu. Dia melipat tangan nya di depan dada, bibir manyun seperti anak kecil merajuk.
Andra dan ibu Kamil malah tertawa melihat Kamil.
"Dasar bocah" decak Andra.
"Bukan bocah, tapi gila"sahut Ibunya.
"Ihh ibu, aku merajuk bukan nya di bujuk sih. " dengus nya kesal.
"Eh eh . Siapa ini, kenapa pulang gak bilang bilang" seorang pria tua keluar dari kamar nya, dia melihat Andra tengah memeluk istrinya.
yah, dia adalah ayah Kamil. pria yang dulu sempat sakit sakitan. kini, berkat biaya dari Andra. ayah Kamil tak sakit lagi.
Andra mengurai pelukan nya dengan ibu Kamil. kemudian beralih memeluk ayah Kamil.
"Paman" sapa Andra mengecup punggung tangan ayah Kamil, lalu memeluk pria tua itu.
"Aku bingung, kenapa kalian tidak tahu aku pulang? padahal aku sudah memberitahu Kamil" ucap Andra berpura-pura tidak mengetahuinya.
"Mulai deh dramanya"lenguh Kamil memutar bola matanya jengah.
"benar nak, kami tidak tahu. Kamil tidak memberitahu kami" jawab ayah Kamil.
"Astaga paman, kenapa dia tidak memberitahu. padahal dia yang menjemput aku ke bandar udara" tambah Andra semakin mengimpor ngimpor.
"Benarkah??" pekik Ayah Kamil. Andra mengangguk cepat.
jika bukan sekarang, kapan lagi untuk membuat Kamil di marahi.
"Dasar anak bodoh!" seru ayah nya.
__ADS_1
"ihh,. kok pada ngatain anak sendiri bodoh sih. aku tu hasil karya kalian tahu. kalau aku gak bagus, berarti produksi kalian gak bagus" dengus Kamil kesal.
"Ahahah...Kasian yah" kekeh Andra, membuat Kamil semakin mengerucutkan bibirnya.