Jodoh Andra

Jodoh Andra
Hancur!!


__ADS_3

Seli terkejut ketika merasakan mobil itu berhenti. Dia semakin memeluk tas ransel besar nya, kemudian mendobrak pintu untuk kabur. Namun, saat dia baru saja keluar dari mobil. Ada beberapa pria menyambut kedatangan nya. Mereka langsung memegangi tangan Seli.


"Lepaskan aku! lepas!!!" Seli berusaha melepaskan diri, dia memberontak, menendang kaki orang yang memegangi tangan nya. Kemudian berlari meninggalkan mereka.


Namun, belum sempat beberapa langkah, tubuhnya seperti di tarik ke belakang.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipinya, jejak merah tercetak nyata di kulit putih Seli.


"Jika Lo berani melawan lagi, gue gak akan segan segan ngebunuh Lo!" ancam pria yang menarik nya tadi.


Seli memegangi pipi nya, dia terpaksa mengikuti orang orang yang menyeretnya masuk ke dalam sebuah gedung.


Brak.


Setiba nya di dalam Seli langsung di dorong dan tersungkur di hadapan seseorang.


"Ini, siapkan dia untuk ku nanti malam.Setelah nya boleh Lo beli" ucap pria yang membawa Seli tadi.


Pria itu adalah Dani, gigolo yang selalu mencari mangsa polos seperti Seli.


"Baiklah, tapi aku akan membelinya murah. " jawab wanita yang berpenampilan seperti wanita penggoda.


Tentu saja,dia memang wanita penghibur. Harus terlihat menggoda.


"Terserah deh, pokoknya siapkan dia malam ini buat gue!" titah nya.


Wanita yang bernama Meli itu hanya mengangguk, kemudian menyuruh anak buah nya menyeret Seli ke dalam.


"Bawah dia!" titah Meli.


"Jangan, jangan bawa saya!"


"Lepas!!"


"Lepas!!!"


Seli tahu, dia saat ini di dalam lingkungan berbahaya. Meskipun lugu, Seli tahu pasti dia saat ini tengah di jual.


Namun, sekuat apapun dia berusaha. Tetap saja, mereka jauh lebih kuat dan dia terlihat tidak berdaya.


*Seburuk ini kah hidup ku? mengapa ini terjadi? apa karena aku terlalu banyak bersalah?


Mengapa???

__ADS_1


Mengapa*???


Seli meratapi nasib nya, namun dia tidak berani bersuara. Hanya air mata yang mengaliri pipi tembam nya. Hanya itu yang bisa ia jadikan sebagai luapan kesedihan.


Di kampung halaman dia sudah di benci, Sekarang dia harus menerima hidup nya semakin terpuruk dan hancur.


Seli di bawa ke sebuah kamar, dua orang pria mendudukkan dia di atas ranjang.


Kemudian mereka membuka lemari pakaian yang ada di ruangan itu. Seli bisa menebak nya, itu adalah sebuah kamar. Ada ranjang dan juga sofa.


"Mandi, dan pakailah ini"titah pria yang bertubuh lebih kekar. dia memberikan satu gaun yang sebelum nya Seli tak pernah dia bayangkan akan melihatnya.


Dia memang nakal, pernah saling raba raba dengan Alex, menggoda Andra. namun, Seli tak pernah merasa serendah ini.


"Akk.." Seli terpekik ketika satu tangan pria itu menyentuh dada nya. Bukan hanya sekedar menyentuh, pria itu meremas kuat.


"Jangan!" mohon Seli.


Namun,pria itu tidak berhenti. Dia seperti nya Menikmati genggaman nya di dada Seli.


"Kenyal sekali, Seperti nya sering di kasih jamu alami" sahut pria yang memberi pakaian pada Seli tadi. Dia ikut melakukan hal yang sama dengan teman nya.


Mereka mengabaikan Seli yang kini mulai terpengaruh oleh perbuatan mereka.


"jangan!" ucap Seli berusaha menepis kedua tangan mereka.


"Ahk.."


"Ah enak banget, tapi sayang Dani duluan yang nikmatin." lenguh pria itu menyudahi kegiatan nya.


Keduanya mendorong Seli masuk ke kamar mandi. Sekali lagi mereka menggenggam bukit itu dengan keras, mereka sangat gemas dengan milik Seli. Namun tidak bisa melakukan hal yang lebih. Mereka tidak mau Dani marah dan mereka akan dia bunuh.


"Mandi lah! persiapkan diri Lo untuk nanti malam!" kata pria bertubuh tegap tadi.


"Memangnya saya mau di apain pak? tolong lepasin saya" mohon Seli sia sia. Karena kedua pria itu tidak punya hati, dia tidak akan kasian. malahan dia pengen mencicipi Seli.


"Lo akan bertempur di ranjang, Ahahaha"


mereka berdua tertawa keras, kemudian keluar dari kamar dan menguncinya.


Bruk~


Seli ambruk di lantai kamar mandi,dia menangis seorang diri. Namun, bodohnya dia malah menikmati apa yang mereka lakukan terhadap nya.


"Ada apa ini, mengapa aku tidak marah dan malah terasa meminta" lirih Seli dalam tangisnya.

__ADS_1


...----------------...


Malam pun tiba, seperti yang mereka katakan. Dani meminta kunci kamar Seli pada Meli. Kemudian dengan tidak sabaran, dia pergi ke kamar tempat Seli di sekap.


"Manis, aku datang" sorak Dani girang. Dia dalam melihat aura kegadisan Seli dalam sekali pandang. Dia sangat beruntung mendapatkan perawan.


Ceklek.


Mata Dani berbinar, saat membuka pintu dia melihat gadis yang tidak dia tahu nama itu duduk di tepi Rany, dengan gaun tidur yang sangat dia sukai.


Seli yang melamun, terkejut ketika mendengar suara pintu tertutup dan terkunci. Mata nya menatap was was pada pria yang tadi menculiknya di terminal.


"Mau apa kamu?" Tanya Seli berusaha menjauh dari Dani. Dia beranjak dari ranjang ketika Dani mendekatinya.


"Ahahaha....Kenapa kamu melawan sih baby, lebih baik kamu pasrah dan menikmatinya saja. Maka kamu tidak akan teraniaya" tutur Dani kembali mendekati Seli.


Namun, Seli tetap berusaha menghindarinya. Dia melangkah mundur, menghindar agar Dani tidak bisa menggapainya.


Hingga kesabaran Dani habis, dia menarik tangan Seli dan langsung menghempaskan nya ke atas ranjang.


"Aku sudah bilang, menurut saja" geram nya.


"Maaf pak, saya salah apa. Kenapa bapak lakukan ini kepada saya?" tangis Seli pecah, dia tidak bisa mengelak lagi. Dani sudah menindih tubuhnya.


"Lo gak salah, tapi tubuh Lo salah. Saat gue pertama lihat tubuh Lo, gue langsung menginginkan Lo" jelas Dani. Tangan nya mulai menjalar ke segala arah. Menggelitik bahu Seli, kemudian mengecup pipi tembam Seli.


Tak ada perlawanan, tapi air mata dan tangis Seli Tidak berhenti.


"Aku tahu, Lo menginginkan ini kan? dari gerak gerik tubuh Lo. Gue udah tahu, Lo suka adek gue" decak Dani sembari menggesekkan tubuhnya pada Seli. Menimbulkan sensasi ya g luar biasa bagi seli.


Apalagi tonjolan di bagian bawah tubuh Dani, membuat Inti Seli terasa gatal.


"Ahh"


Satu lenguhan yang membuat Dani semakin tersenyum lebar. Ini sungguh memalukan bagi Seli, namun dia tidak bisa menahan nya.


Dani terus menggesekkan nya, dia bahkan membuat sebuah rangsangan di bagian atas tubuh Seli. Buah dada tak luput dari genggaman nya.


"Enak?"tanya Dani tersenyum mengejek


"Ah ahh...." Tak tahan lagi, Seli akhirnya melepaskan ******* nya. Dia tidak bisa menahan nya, gejolak itu terasa semakin besar. menyerang otak Seli.


"Ahahah ..Mau kan Lo. apa gua bilang, pasrah dan nikmati aja" cibir Dani.


Seli tak menjawab, dia merem melek menahan geli nya di bagian bawah tubuh nya. Terasa gatal sekali, seli sempat memikirkan Andra yang mengaduk aduk nya.

__ADS_1


Krak!


__ADS_2