Jodoh Andra

Jodoh Andra
Gunda dan Karma


__ADS_3

Di ruang keluarga nya, Gunawan mengajak Andra berbicara serius. Dia menawarkan pada Andra, untuk melanjutkan sekolah nya. Agar dia bisa menimba ilmu dan menjadi seorang arsitek yang hebat.


"Bagaimana Andra? Apa kamu menerima tawaran saya?" tanya Gunawan menatap wajah Andra.


"Gimana yah pak, saya tidak enak dengan bapak. Saya juga harus mengobrol dulu dengan kedua orang tua saya" jawab Andra.


"Kamu bisa belajar sambil bekerja Andra. Saya akan mengatur semua itu untuk kamu" ucap Gunawan lagi, dia sangat ingin melihat Andra sukses.


Bagi Gunawan, kemampuan dan semangat yang di milik oleh Andra. Tidak banyak yang memiliki nya.


"Kenapa kamu ragu nak? Ini kesempatan bagus untuk kamu. Kamu bisa sukses dan orang tua kamu pasti bangga. Ibu tahu, bagaimana keras nya kehidupan di kampung kita." Tambah Mila.


Andra tertunduk diam, memikirkan keputusan mana yang tepat untuk dia pilih.


"Jika kamu khawatir dengan pembiayaan nya. Ata merasa tidak nyaman merepotkan saya. Kita buat kesepakatan saja." Ujar Gunawan.


Mendengar kata kesepakatan,Andra langsung mendongakkan kepalanya. Menatap pria tua yang terlihat seperti malaikat.


"Kesepakatan apa pak?" Tanya Andra.


"Setelah kamu sukses nanti, kamu tinggal kembalikan semua biaya yang kamu habiskan untuk pendidikan mu"


"Bagaimana?"


"Bisakah seperti itu?" tanya Andra tak percaya. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan nya.


"Bagaimana jika nanti saya tidak sesuai dengan harapan bapak?" Cicit nya, membuat Gunawan tertawa.


"Kenapa bapak tertawa?"tanya Andra polos.


"Heh anak muda, kamu percaya Tuhan tidak? Belum di jalani saja sudah berpikir seperti itu" ucap Mila menepuk bahu Andra.


"Untuk hasil nya baik atau tidak,kita tidak perlu memikirkan. Terpenting kita berusaha dengan sangat baik. Maka Allah lah yang akan menentukan hasil dari usaha kita" sahut Gunawan.


Andra mengulum senyum, sungguh luar biasa. Gunawan semakin terlihat seperti malaikat di mata Andra.


"Sudah, tidak perlu banyak berpikir. Kamu terima saja tawaran suami bibi. Setelah itu, kamu berusaha lah dengan baik!" Ucap Mila.


Andra pun akhirnya mengangguk, dia menerima tawaran itu.


"Baiklah pak, saya akan menerima nya. Saya akan berusaha semampu yang saya bisa. " Jawab Andra.


"Bagus, itulah yang ingin saya dengar dari kamu!" Ujar Gunawan.

__ADS_1


Di dalam kamar nya, Luna tengah memukul mukul wajah boneka nya.


"Ihh...Kenapa pria itu kenala sama papa. kenapa dia seakrab itu!!! Kenapa harus dia yang dekat sama papa!!!" maki nya semakin memukul wajah boneka besar milik nya.


"Huh..Huh.."


Luna melempar Bonek nya ke lantai, kemudian dia terlentang di atas ranjang empuk miliknya.


Menatap langit langit kamar nya yang di tempeli oleh wallpaper. Sehingga langit langit kamar nya terlihat sangat cantik.


Luna memejamkan mata, baru beberapa detik mata nya tertipu. Dia langsung membuka matanya.


"Huh, kenapa pria itu terlihat di pikiran ku!", Dengus Luna, dia merasa kesal karena ketika memejamkan mata dia malah melihat wajah menjenkelkan Andra.


Dengan kesal Luna kembali duduk, dia menatap wajah nya pada kaca yang menempel di dinding kamar nya.


"Huh, pria sialan. Bisa bisanya dia membuat aku seperti ini!" Maki Luna mengacak rambutnya sendiri.


...----------------...


"Siti! aku tidak menyangka, kamu merebut Alex dari ku!" ucap Seli menatap sahabatnya marah.


Bagaimana tidak, Seli memergoki Alex tengah berciuman dengan Siti di depan rumah Alex.


Saat memasuki pekarangan rumah Alex, Seli melihat sahabatnya tengah berciuman dengan pacar nya.


"Harus nya, kamu itu tanya sama diri kamu Seli. sebelum kamu bertanya sama aku!"


"maksud kamu apa? aku tidak pernah merebut kekasih mu. Aku selalu menghargai kamu Siti!"


suasana semakin terasa panas, Alex hanya diam menonton perdebatan mereka.


"cih, kamu tidak tahu?. Wanita murah yang hanya memperdulikan harta saja tidak pantas bersama pria baik seperti Alex dan Andra!" ucap Siti mendorong bahu Seli.


Seli terhuyung ke belakang, mata nya berkaca kaca melihat apa yang sahabat nya lakukan.


Dia beralih pada Alex, menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya.


"Setelah kamu melakukan semua ini kepada ku, kamu malah mendekati sahabat ku" ucap nya.


Alex menghentakkan tangan Seli dari kera baju nya, kemudian mendorong nya dengan keras.


"Jangan pernah berpikir untuk membentak ku! "

__ADS_1


Bruk.


Seli terhenyak di tanah, dia mengadu kesakitan. sedangkan Siti, malah tersenyum melihat nya.


"Inilah dendam yang aku pendam selama ini Seli. Aku selalu berdoa agar tuhan memberiku kesempatan untuk menyadarkan kamu. Bahwa kamu bukan kah segalanya di bumi ini.


Lihat sekarang, kamu terlihat sangat menyedihkan. Aku turut prihatin melihat mu!" ucap Siti.


Seli menangis, hatinya terasa sangat sakit. Dikhianati oleh sahabat dan juga kekasih.


"Aku yakin, kamu pasti tidak menyadari kesalahan mu. Maka, biar aku perjelas."


Siti berjongkok di samping Seli, menatap nya dengan sorot mata benci.


"Pertama, aku sudah mengatakan pada mu. Jangan memanfaatkan orang. Aku menyukai Alex, kamu juga menyukainya. Ketika aku menyerah dan mulai melirik Andra. " Siti menjeda ucapan nya. Dia mencengkram rahang Seli.


"Kamu juga menyukainya! Aku sudah memperingatkan kamu untuk tidak melakukan itu, kamu bisa menyakiti Alex. Tapi, kamu seakan tidak peduli. sekarang lihat lah, kamu terlihat sangat menyedihkan!"


Siti melepaskan cengkraman nya, kemudian bangkit dan berdiri di samping Alex.


Sedangkan Seli tertunduk dan menangis terisak.


"Alex ternyata menyukai ku, dan kami akan menikah 1 bulan lagi. "


Bak seperti di sambar petir, Seli terbelalak mendengar kabar ini dari Situ.


Tidak. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Alex, Andra, pergi dari ku.. Aku tidak mungkin berakhir seperti ini.


"Cih, kamu yang menerima Alex karena harta, dan memanfaatkan nya demi kami bisa bersama Andra?" deci Siti.


"Sekarang kamu kehilangan segala nya, kamu tidak akan mendapatkan keserakahan itu Seli. Tidak akan!" maki Siti lagi.


Dia puas melihat ketidak berdayakan Seli, sudah lama dia menanyakan moment ini.


"Sudah sayang, kamu tidak perlu habis tenaga untuk sampah seperti dia. Lebih baik kita kembali mengurus persiapan pernikahan kita. Aku tidak mau merusak mu sebelum halal" ujar Alex merangkul Siti, kemudian membawa kekasihnya masuk ke dalam rumah.


Tinggallah Seli seorang diri, terhenyak oleh kenyataan yang seakan ingin menenggelamkan nya dalam luka yang tidak berdasar.


Air mata terus menetes, membanjiri pipi yang kian terlihat tirus.


Seli pulang dengan sejuta luka di hati. Dia masih belum percaya, jika Alex mengkhianati nya. Apalagi Siti, sahabat yang dia anggap seperti saudara sendiri.


Ternya selama ini Siti memendam dendam kepadanya. Seli merutuki dirinya sendiri, mengapa dia tidak menyadari ini selama ini. Mengapa dia sangat lengah. Seli merasa dirinya sangat bodoh!.

__ADS_1


__ADS_2