Jodoh Andra

Jodoh Andra
Di Kota X


__ADS_3

Di kota X.


Bus yang menumpangi Andra, baru saja tiba di terminal kota X .


Andra turun dari dalam bus, pria itu merenggangkan tubuh nya. Melepas penat setelah menempuh perjalanan sehari semalam.


Hufff haaa...


Andra tersenyum, dia Manarik nafas dalam dalam. Menghirup udara kota yang padat dan sesak.


"Ini adalah awal bagi ku, pagi yang akan menjadi saksi perjalanan ku dari awal"


Andra melangkahkan kaki nya keluar dari terminal. Dia mulai berjalan menyusuri kota yang baru pertama kali dia datangi.


Pertama Tama, Andra mencari tempat peristirahatan terlebih dulu. Dia harus sarapan, menambah tenaga untuk mencari tempat tinggal.


Andra mampir di kedai kopi, dia melihat kedai itu juga menjual sarapan seperti nasi goreng, dan juga lontong sayur.


"Bu, Lontong sayurnya satu yah" ucap Andra pada ibu pemilik kedai.


"Baik, tunggu sebentar yah" sahut ibu itu.


Andra mengangguk, kemudian duduk pada kursi yang telah di sediakan.


Sembari menunggu, Andra membuka ponsel butut nya. Dia melihat ada berbagai pesan dari Seli. Salah satu isi pesan nya adalah permintaan maaf.


Andra menghela nafas, lalu menyimpan ponselnya.


"Ini dek, lontong nya"


"Makasih Bu" balas Andra tersenyum ramah.


Melihat Andra datang membawa tas besar, wanita itu menjadi penasaran. Akhirnya, dia duduk di depan Andra. Sedangkan Andra langsung melahap lontong nya.


"Kamu baru datang ke kota ini?" Tanya pemilik kedai ramah.


"Iya Bu, saya baru tiba tadi" jawab Andra.


Ibu itu pun mengangguk, dia menuangkan air untuk Andra.


"Kota ini sangat kejam, kamu pertama kali ke sini?" Ujar ibu itu lagi.


Andra tersenyum, dia menatap ibu yang menurut nya sangat baik dan ramah kepada pelanggan.


"Iya Bu, ini pertama kali saya merantau. Di rumah terus bersama orang tua, rasa nya kurang lengkap tanpa ada Lika liku perantauan" gumam Andra.


"Betul itu, anak laki laki memang harus berani hidup tanpa bantuan orang tua. Apalagi, nanti bakal jadi pemimpin kecil di rumah tangga kamu kelak!" Tutur ibu itu.


Andra pun mengangguk pelan, dia senang bertemu dengan orang seperti ibu kedai ini.


"Oh iya nak, kamu sudah menemukan rumah kontrakan? Kebetulan ibu ada rumah susun. Jika kamu mau kamu bisa tinggal di sana" kata ibu itu menawarkan.

__ADS_1


"Oh boleh Bu, saya akan menyewa di kontrakan ibu. Apa jauh dari sini?"


"Tidak nak, tempat nya lumayan dekat dari sini. " Jawab ibu itu antusias.


Andra menghabiskan lontong sayur nya, kemudian dia membayar nya.


"Kapan saya bisa melihat kamar nya bu"


"Oh sekarang pun bisa, sebentar. Ibu bereskan ini dulu" ibu itu pun segera merapikan piring nya. Kemudian berteriak pada anak buah nya untuk menjaga kedai nya sebentar.


"Lilis, jaga bentar yah"


"Iya Bu" sahut seorang gadis yang bernama Lilis.


"Ayo nak, kontrakan nya ada di gang depan sana" tunjuk Bu Wati.


Andra mengikuti arah tunjuk tangan Bu Wati, kemudian mengikuti Bu.


Seperti yang Bu Wati katakan, kontrakan nya memang tidak jauh. 5 menit jalan kaki, mereka sudah sampai di depan kontrakan.


"Nah ini anak, semuanya ada 10 kamar. Di atas dan di bawah. Di atas ada 2 yang kosong dan yang bawah ada 1 yang kosong"


"Nak Andra mau masuk kamar yang mana? Lantai atas atau bawah?" Tanya Bu Wati.


Andra pun menatap deretan kamar yang ada di bawah dan deretan di atas.


"Aku mau yang di atas saja Bu, lebih tenang dan jauh dari kebisingan seperti nya" jawab Andra.


Bu Wati pun tersenyum, dia membawa Andra menaiki anak tangga kamar atas.


"Nah, ini kamar nya nak. Mau yang di sudut atau di tengah ini?"


"Saya mau yang sudut saja Bu" jawab Andra tersenyum pada Bu Wati.


Bu Wati mengeluarkan kunci dari dalam saku baju nya. Kemudian memberikan nya pada Andra.


"Ini kunci nya, di dalam sudah ada kamar mandi dan juga satu kasur" jelas Bu Wati.


Andra sedikit terkejut, fasilitas lumayan lengkap. Dia mulai ragu, takut tidak bisa membayar uang sewa. Pasti sewa di kos ini mahal.


Melihat Andra terdiam, Bu Wati kembali tersenyum. Menyentuh bahu Andra.


"Kamu tidak perlu khawatir, kos kosan ibu ini tidak mahal. Hanya perlu bayar 400 ribu saja" ujar Bu Wati.


Memang kos kosan ini terbilang murah dengan fasilitas yang ada. Apalagi letak nya yang strategis, membuat kos ini mahal seharusnya.


"Maaf Bu, seperti nya saya tidur di masjid saja dulu. Soalnya saya masih pengangguran, belum sanggup membayar nya" ucap Andra jujur.


Ceklek.


Penyewa kamar yang di ujung keluar dari kamar nya. Dia terkejut melihat ada pemilik kos ada di depan sana.

__ADS_1


"Eh Bu Wati?" Sapa nya.


Wati tersenyum, dia menyambut uluran tangan pria muda yang seperti nya seumuran dengan Andra.


"Penghuni baru Bu?" Tanya pria itu setelah mencium punggung tangan Wati.


"Iya, dia akan menjadi tetangga kamu"


"Wah bagus dong,


Hai, aku Fardan. Penghuni kamar ujung" ucap Fardan memperkenalkan diri.


"Andra" balas Andra tersenyum rama.


"Bro, kamu beruntung bisa mendapatkan kos kosan di sini. Pemiliknya sangat baik dan juga pengertian."ujar Fardan memuji Bu Wati.


Sedangkan Bu Wati malah tersenyum malu.


"Kamu terlalu lebay. Oh iya nak Andra, kamu bisa tempati kos ini terlebih dulu. Setelah kamu mendapat kerja dan Nerima gaji. Baru bayar" Kata Bu Wati pengertian.


Andra sangat senang, dia kembali bersyukur bertemu dengan orang seperti Bu Wati.


"Lihat kan, ibu kos kita ini memang sangat baik. Selain itu, dia juga cantik" ucap Fardan berbisik di akhir kalimatnya.


Suasana terasa begitu rilex, Bu Wati memang sangat baik.


"Makasih banyak ya Bu, ibu memang sangat baik. Semoga kebaikan ibu di balas oleh Allah"


"Aminn.."sahut Bu Wati tersenyum.


Fardan tersenyum tulus, dia sama juga seperti Andra dulu. Bu Wati memberinya tempat tinggal dan menerima bayaran setelah dia bekerja.


Di komplek sekitar sana, masyarakat sangat menyegani hu Wati. Dia sangat baik dan murah hati. Meskipun dia merupakan seorang istri tanpa anak.


"Ya sudah, saya pamit dulu Bu. Saya mau berangkat kerja" pamit Farnda. Dia Salim dengan Bu Wati dan menepuk bahu Andra.


"Welcome bro, nanti kita ngobrol ngobrol lagi" Fardan pun berlalu.


"Kalau begitu, ibu juga pamit kembali ke kedai. Kamu istirahat lah, setelah itu baru rapikan pakaian mu"


Andra mengangguk, dia mengantar kepergian Bu Wati ke bawah.


"Sekali lagi makasih yah Bu" ucap Andra tulus.


Bu Wati pun tersenyum, kemudian berlalu dari sana.


Andra menatap kepergian Bu Wati, wanita yang sangat baik. Awal nya Andra berpikir Bu Wati orang yang seperti dirinya. Ternyata dia orang yang kaya, kos kosan nya saja ada 10 pintu. Tapi, wanita itu terlihat sederhana dan masi mau berjualan lontong sayur.


"Sungguh Wati penghuni surga" batin Andra.


Andra kembali ke kamar kos nya, dia membuka pintu secara pelan. Awalnya Andra berpikir kamar kos nya akan berdebu dan dia harus membersihkan nya terlebih dulu.

__ADS_1


Ternyata di luar dugaan. Kamar kos nya sangat bersih dan rapi. Andra bisa langsung beristirahat di dalam nya.


"Benar benar memuaskan. Tanpa beres beres, harga murah dan bisa nego. Bu Wati beneran terbaik" ungkap Andr.


__ADS_2