Jodoh Andra

Jodoh Andra
Ke rumah Mandor


__ADS_3

"Andra" panggil salah satu rekan kerja nya.


Andra pun menoleh ketika mendengar namanya di panggil. Dia menghampiri pria kurus yang berada di posisi sama dengan nya.


"Ada apa bro, memanggil ku?"tanya Andra.


Pria kurus itu menunjuk kearah mandornya.


"Mandor memanggil mu, katanya dia mau berbicara dengan mu"


"Oh baik lah, terimakasih"


Andra pun bergegas pergi kearah pak Gunawan.


"Pak, apa bapak memanggil saya?", Tanya Andra sopan.


"Oh iya Andra, saya ingin membicarakan sesuatu dengan mu." Balas Gunawan tersenyum.


Andra menjadi penasaran, pembicaraan apa yang ingin mandor nya ini bicarakan.


"Nanti sore, setelah pulang kerja. Kamu ikut dengan saya. Kita membicarakan nya di rumah" kata Gunawan.


"Oh baik lah pak" jawab Andra lugu.


Setelah mengatakan hal itu, Gunawan menyuruh Andra kembali bekerja.


"Apa yang ingin pak Gunawan bicarakan? Mengapa tidak di sini bersama teman teman yang lain?" pikir nya.


",Huy."


Andra terperanjat, teman nya yang kurus itu mengejutkan dirinya.


"Ada apa?" Serga Andra dengan ekspresi terkejut.


Teman kurusnya itu tidak menjawab, dia malah asik tertawa melihat ekspresi lucu Andra.


"Kamu terkejut Ndra, maaf deh. Kamu sih melamun. Kerja kaya gini, eh mala melamun. Ketiban paku kamu nanti" gurau pria itu.


Andra hanya mengelus dada menanggapi ucapan teman nya. Dia tidak marah, dia hanya terkejut saja.


Sudah hampir sebulan Andra bekerja bersama Gunawan, dia sudah banyak mempelajari pekerjaan nya. Di selalu memperhatikan bagaimana cara kerja para tukang bangunan senior.


Andra juga bermimpi bisa seperti mereka, bukan hanya karena gajinya yang tinggi. Andra sangat suka dengan pekerjaan ini. Dia pernah memiliki cita cita membangun rumah untuk ibu nya sendiri. Membuat rancangan sendiri.


Ketika pak Gunawan tengah mempelajari sketsa bangunan yang tengah mereka bangun. Andra sering di panggil dan di ajari. Hal ini merupakan kesempatan terbesar bagi Andra untuk mengembangkan cita citanya menjadi seorang arsitek.


Waktu cepat berlalu, waktu nya untuk pulang telah tiba. Seperti yang sudah mereka janjikan. Andra menghampiri pak Gunawan di depan gerbang lokasi proyek.


"Ayo" ajak pak Gunawan. Dia mengajak Andra untuk menumpang dengan mobilnya. Namun, Andra tidak bergeming. Dia masih berdiri dengan ragu menatap mobil mewah pak Gunawan.

__ADS_1


Merasa Andra tak kunjung masuk, Gunawan membuka kaca mobil nya.


"Andra ayo, kenapa kamu masih berdiri di luar?"


"Maaf pak, saya jalan kaki saja. Bapak tinggalkan saja alamat rumah bapak sama saya"kata Andra. Dia merasa tidak enak satu mobil dengan mandor nya.


"Sudah tidak apa apa. Ayo masuk! Kalau kamu gak masuk, saya gak akan jalan ni!"ucap Gunawan sedikit memaksa.


Dengan terpaksa, Andra akhirnya mau menumpang dengan pak Gunawan.


"Jalan Win" titah pak Gunawan pada supir nya.


Di dalam mobil, Andra hanya diam saja, dia masih merasa tidak enak pada Gunawan.


"Sudah lah Andra, kamu tidak perlu merasa tidak enak. Kita ini satu kampung, di rantau kita itu saudara. Saya sudah menganggap kamu seperti anak saya sendiri" kata Gunawan. Dia berusaha agar Andra tidak merasa sungkan kepadanya.


"Iya pak, maafkan saya" balas Andra sopan.


Gunawan tersenyum, menatap kagum pada pemuda yang sangat jarang dia temui seperti Andra


Sebenarnya sudah banyak anak buah nya Gunawan bimbingan. Namun, tidak seperti Andra sopan nya. Banyak yang sedikit lancang sikap nya karena sering bergurau dengannya.


Berbeda dengan Andra, meskipun dia bergurau. Namun, dia tetap menerapkan batasan nya.


Di dalam rumah, Luna kembali berdebat dengan ibunya. Kali ini mereka tengah memperdebatkan soal artis kesukaan mereka.


"Ma, itu bukan Jungkook. Itu Jimin" kata Luna memberi tahu. Namun mama nya tetap bersikeras dengan pendapat nya sendiri.


"Tidak Luna! Kamu buta yah. Jelas jelas itu Jungkook. Lihat tu dia tampan kan!"


"Mama....Itu Jimin ...." Ujar Luna menahan geram pada mama nya. Sudah jelas mama nya itu salah, tapi masih ngeyel.


"Gak Luna, itu Jungkook!!! Itu tu yang Jimin" tunjuknya pada taehyung.


"Terserah deh, mau Jungkook kek. Jongkok serah mama deh!!" Dengus nya kesal.


"Halo...Papa pulang" seru Gunawan. Dia berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Andra dari belakang.


"Ayo nak kita masuk"


Andra mengangguk, dia berjalan pelan di belakang Gunawan. Mata Andra menyapu semua interior rumah Gunawan yang terlihat sangat indah.


Andra terkesiap melihat rumah mewah Gunawan. Sangatlah nyaman, Andra merasa betah berada di rumah itu.


Gunawan membawa Andra ke ruangan tv. Dia mana istri dan putrinya tengah berdebat.


Menyadari kepulangan papanya, Luna langsung berdiri dan memeluk papa nya.


"Papa..."panggil nya manja.

__ADS_1


Saat memeluk papa nya, Luna melihat sosok yang tidak asing berdiri di belakang papanya. Mereka saling menatap dan saling mengeluarkan ekspresi terkejut.


"Papa. Pulang terlambat yah" ujar Mila. Dia juga menghampiri suaminya, kemudian melihat siapa yang di bawa oleh suaminya.


"Sayang, siapa dia?"


"Halo bi, saya anak buah nya pak Gunawan" sapa Andra memperkenalkan diri.


Mila terkejut, dia senang melihat kesopanan pemuda yang di bawa suaminya ini. Dia langsung mendekati Andra dan menanyakan siapa namanya.


"Siapa nama mu nak? Apa sopan sekali, ganteng lagi" puji Mila.


Andra tersipu malu, dia tidak biasa di puji secara langsung seperti ini.


"Bibi bisa aja, nama saya Andra Sanjaya Tante, dari kampung X"


"Wahh...Apa kamu anak dari Dewi dan Malik Sanjaya?"tebak Mila.


Andra terkejut, namun dia tetap mengangguk menjawab pertanyaan Mila.


Luna mengerut bingung, bagaimana mama dan papa nya mengenal pria menyebalkan itu.


"Iya sayang, dia satu kampung dengan kita" ujar Gunawan.


"Oh astaga, sangat jarang ada pemuda dari kampung kita sopan seperti ini. " Ungkap Mila.


"Sopan apanya" celetuk Luna mencibir.


Gunawan dan Mila langsung menoleh pada putrinya, kemudian mereka tercengir pada Andra.


"Maaf yah sayang, anak bibi emang gitu" Mila menepuk tangan putrinya agar berlaku sopan.


"Apa sih ma,mama gak tahu aja dia seperti apa aslinya" ujar Luna lagi.


"Jadi kalian saling kenal?" Tanya Gunawan.


"Tidak!"


"Ya"


Gunawan dan Mila saling melirik, mendengar jawaban yang berbeda dari putrinya dan juga anak buah nya.


"Waw . Seperti nya ada sesuatu yang tidak beres ni" gumam Mila menyeringai. Di menarik Andra duduk di sofa. Sedangkan Luna malah melenggang pergi ke kamarnya.


"Kamu mengobrol lah dengan istri saya sebentar. Saya mau mandi dulu" kata Gunawan berlalu pergi.


"Iya pak" balas Andra.


Andra sedikit canggung dengan Mila, apalagi dengan Gunawan. Namun,di luar dugaan Andra. Mila merupakan orang yang asik. dia mampu memecahkan suasana canggung Andra.

__ADS_1


__ADS_2