Jodoh Andra

Jodoh Andra
Sepeda Andra??


__ADS_3

"Perfect" Luna tersenyum melihat pantulan wajahnya yang terlihat sangat cantik. Setelah satu jam berdandan, barulah Luna merasa puas melihat penampilan diri nya.


Luna memakai dres putih selutut, rambut panjang nya di biarkan tergerai begitu saja. Dia terlihat seperti wanita dewasa yang kalem.


"Semoga Andra suka" gumam nya penuh harap.


Kini, apapun yang dia lakukan. Selalu untuk Andra, apapun itu. Termasuk penampilan nya, asalkan Andra suka, dia akan melakukan nya.


Gila. Yah begitulah Luna, setelah memendam rasa selama ini, membuat dia menjadi maniak cinta.


"Luna, cepat lah keluar. Andra sudah datang!!" Teriak Mila dari bawah.


Senyum Luna semakin melebar, dia kembali menatap pantulan dirinya ke cermin, sebelum benar benar turun ke bawah.


"Luna!!" Teriak Mila lagi.


"Iya ma!!!"


Luna bergegas turun ke bawah. Ketika berjalan di tangga, dia langsung memperbaik rambutnya dan berjalan santai. Agar terlihat anggun.


"Wahhh....Anak mama cantik banget, tumben dandang begini..." Goda Mila mengedipkan mata nya pada Luna.


"Mama bisa aja" sahut nya.


Luna berjalan kearah Andra, ia menunduk malu saat Andra tak berkedip menatap kearahnya.


"Benar apa kata Bu Mila, kamu memang sangat cantik sayang" puji Andra.


Semburat merah langsung menghinggapi kedua pipi Luna. Sehingga wanita itu terlihat semakin menggemaskan.


"Ayo, kita pergi sekarang"


Andra mendekati Mila, dia berpamitan sekaligus meminta ijin membawa Mila keluar.


"Bu, pamit yah. Mau ajak Luna keluar dulu"


"Oh iya nak, hati hati yah. Jangan bawa keluar aja, bawa ke pelaminan langsung" celetuk Mila membalas ucapan Andra.


"Ih mama apaan sih"serga Luna malu.


"Jangan khawatir Bu, setelah pengurusan kepindahan kerja, aku dan Luna akan menikah" jawab Andra serius.


Luna tersenyum bahagia, dia memeluk lengan Andra erat.


"Awas kalo kamu bohong" seru nya.


"Aku tidak pernah berbohong honey, apalagi kepada mu"Andra menoel hidung minimalis Luna.

__ADS_1


"Uuuu cutee bangettt" ucap Mila uring uringan, membuat Andra dan Luna tertawa bersama.


"Yaudah Bu, kami berangkat dulu" pamit Andra.


"Pergi yah ma"sambung Luna.


"Iya, hati hati. Pulang jangan malem malem yah" sahut Mila melambaikan tangan nya.


Andra dan Luna mengangguk pelan, kemudian mereka berlalu keluar dari rumah. Luna masih menggandeng tangan Andra erat. Rasanya tidak rela melepaskan tangan kokoh itu.


Saat di depan rumah, Luna terkejut melihat sepeda unik yang dulu sempat ia kagumi selama dua tahun. Kini sepeda itu berada di depan rumah nya.


"Loh, ini sepeda siapa?" Tanya Luna sembari mendekati sepeda itu.


"Kamu tidak tahu? Ini sepeda ku" jawab Andra.


Luna menoleh, sulit di percaya jika sepeda ini milik Andra.


"Jadi, selama ini kita parkiran selalu bersebelahan?"tanya Luna dengan ekspresi tidak percaya.


Andra tersenyum, dia mengangguk pelan. Karena memang itulah yang terjadi. Selama ini Andra memang berada di dekat Luna, melihat apa yang wanita itu lakukan. Hanya saja, Luna tidak melihat nya.


"Andra, kamu serius tidak pernah meninggalkan aku?" Tanya Luna lagi, dia masih belum yakin.


"Iya sayang, hanya ketika berada di luar negeri. Hanya itu aku tidak ada di samping mu" jelas Andra.


"Ah sudah lah, ayo kita jalan jalan"


Andra menaiki sepeda unik nya, kemudian memberikan isyarat pada Luna untuk duduk di bangku belakang.


Sepedaku BMX, tapi di modifikasi sepeda motocross, terus di belakang nya di buat bangku untuk Luna duduk.


Bagi Luna, sepeda ini sangat unik. Dia sangat menyukai nya.


"Apa kamu bisa memboncengi aku?"tanya Luna ragu.


"Tentu saja, ayo naik"


Dengan ragu ragu, Luna akhirnya naik. Dia duduk di bangku belakang, dan kedua tangan nya memeluk pinggang Andra.


"Sudah siap??" Seru Andra.


"Go!!!" Teriak Luna dari belakang.


Pagi itu, mereka menghabiskan waktu mengelilingi kota dengan berboncengan sepeda. Beruntung cuacanya Sanga mendukung. Mendung, tapi tidak hujan. Jadi, mereka bisa menikmati perjalanan tanpa harus mengeluh kepanasan.


"Bagaimana, apa kamu suka?"

__ADS_1


"Ya, aku sangat suka. Apapun itu, asal bersama mu. Aku akan suka" jawab Luna jujur. Tangan nya semakin erat memeluk pinggang Andra.


Andra pun menunduk, tersenyum menatap tangan yang melingkari perutnya.


"Aku akan mengebut" seru Andra, agar Luna semakin memeluk nya erat.


"Andraa!!! Hati hati!!" Pekik Luna, namun dia juga tertawa keras.


Bahagia, tentu saja bahagia. Siapa yang tidak bahagia bisa menghabiskan waktu bersama orang yang di cintai. Bisa tertawa bersama orang yang di cintai.


"Jodoh tak akan kemana"


Itulah yang saat ini Andra buktikan. Dia mengucapkan beribu syukur di dalam hatinya. Akhirnya dia bisa bersama dengan Luna, setelah sekian lama berpisah.


Setelah lama mengayuh sepeda nya, Andra pun berhenti di tepi danau. Danau yang terlihat bersih dan banyak di kunjungi oleh orang orang sebagai tempat piknik.


Lihat lah, banyak turis yang sedang piknik di taman danau ini. Luna turun dari atas sepeda, dia menatap ke luas hamparan danau.


"Wah cantik banget" decak Luna kagum.


Andra menghampiri kekasihnya, memeluk nya dari samping. Mereka menatap lurus ke perairan datar danau.


"Apa kamu suka?" Tanya Andra tanpa menoleh.


"Ya. Aku suka. Sangat suka. Bahagia kamu bisa tahu tempat seperti ini?"


tanya Luna menikmati pemandangan.


Andra menghadapkan Luna kearah nya, menatap wajah cantik kekasihnya dari dekat.


"Ini adalah tempat ku berkelu kesa. Saat kamu marah pada ku, saat kamu menjauhi aku, saat aku tidak bisa bertemu dengan mu" ujar Andra.


"Danau ini menjadi saksi bisu kegundahan hati ku. Dan kini dia juga akan menjadi saksi bisu ke bahagiaan ku" ucapnya seraya merengkuh tubuh Luna masuk ke dalam pelukan nya.


"Aku mencintai mu Luna"


"Aku juga mencintai mu Andra"balas Luna.


Hari ini mereka menghabiskan waktu duduk di tepi danau, menceritakan tentang apa yang mereka lakukan ketika mereka berpisah dulu.


Andra menceritakan kesepian dirinya, begitu juga dengan Luna. Dia menceritakan betapa sesak dadanya ketika menahan rindu di hatinya untuk Andra. Sedangkan andra malah bersama orang lain, begitu pikiran Luna. Walau kenyataan nya tidak seperti itu.


"Kesedihan sudah selesai, kini waktunya untuk bahagia" desis Andra.


Mereka saling menatap, jarak keduanya semakin menipis. Entah siapa yang memulai, bibir keduanya sudah saling menempel.


"Ahh. " Andra menggigit bibir bawah Luna, sehingga gadis itu membuka sedikit bibirnya. sehingga Andra bisa secara leluasa mengakses rongga mulut Luna. memberikan sensasi yang tidak pernah Luna rasakan sebelum nya.

__ADS_1


"Andra..Ahh..Cup"


__ADS_2