
Luna menangis seorang diri di galery milik nya, dia tak menyangka dengan apa yang di lihatnya. Belum sampai satu hari, bahkan baru tadi dia telfonan dengan sang kekasih. Tapi, malah dia mendapatkan kiriman foto seperti itu.
"Hiks...Hiks...Andra"
"Kenapa kamu tega sama aku?"
"Hiks...Hiks.."
Luna merasa sangat hancur, dia memukul mukul dadanya yang terasa semakin sesak.
Baru saja beberapa hari merasakan kebahagiaan, kini dia sudah kembali merasakan sakit nya mencintai.
"Apa aku tidak pantas bahagia?"
Luna mulai menyalahkan takdirnya, dia tidak bisa menahan nya lagi, sakit, sangat sakit di dada nya.
"Tidak! Aku tidak bisa diam begini." Dengan kasar Luna menghapus air matanya. Dia meraih kembali ponselnya, lalu membawanya pergi.
Setiba nya di rumah, Mila terkejut melihat mata putri nya yang sudah bengkak.
"Luna"
Mila mendekati putrinya, mengikuti Luna yang berjalan cepat menuju ke kamar nya.
"Nak ada apa, mengapa mata kamu bengkak? Kamu habis nangis?"
Luna terus berjalan, mengabaikan pertanyaan mama nya. Namun, Mila tidak tahan melihatnya. Dia penasaran dengan apa yang terjadi pada putrinya.
"Luna!" Mila memegang kedua bahu Luna. Menatap wajah putrinya yang hanya diam membisu.
Beberapa detik kemudian, tangis Luna pun pecah, Mila langsung memeluk nya.
"Hey, ada apa sayang?"tanya Mila heran.
"Mama....hiks...Hiks.."
Mila mengusap punggung Luna, memberikan ketenangan agar putri nya merasa lebih baik.
Cukup lama Luna menangis di dalam pelukan mama nya, hingga dia mulai merasa lebih baik. Tangisnya mulai mereda. Mila pun mengurai pelukan nya, menatap wajah putrinya yang sembab .
"Kamu baik baik saja?"
Luna mengangguk, dia menghapus air matanya kasar.
"Ma, aku mau pulang ke kampung"ucap Luna tiba-tiba. Tentu saja membuat Mila terkejut.
"Kenapa nak, apa yang membuat mu ingin pulang kampung. Apa merindukan Andra?"
Luna menggeleng, dia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Kemudian memperlihy pada mama nya soal foto yang dia terima dari no yang tidak di kenal.
Mila sangat syok, dia tidak menyangka jika Andra melakukan hal itu.
__ADS_1
Yah, di dalam foto itu terlihat Andra seperti memeluk seorang wanita yang setengah telanjang.
"Tidak mungkin nak, Andra tidak mungkin melakukan hal itu"sangkal Mila menggeleng kuat. Dia tahu sifat Andra, dia juga tahu Andra tidak pernah membohongi mereka.
"Karena itu ma, aku mau pulang kampung. Aku mau meminta penjelasan Andra!" Jelas Luna.
"Tapi kak, papa kamu masih di kantor, dia hari ini ke kantor pusat. Pulangnya pasti akan lama" kata Mila panik.
"Tidak masalah, mama nanti tinggal bilang sama papa. Jelasin semua ini dengan baik" titah Luna.
Huh.
Mila mendesah gusar, dia tidak tahu harus melakukan apa. Ingin sekali Mila ikut bersama putrinya. Namun, dia juga harus menunggu suaminya pulang kerja.
"Ma, aku harus pergi. Aku tidak bisa diam begini ma. Luna mohon, kasih Luna ijin" mohon nya terdengar menyedihkan. Mata Luna semakin berkaca kaca, semakin dia berusaha tetap sabar, semakin rasa sakit itu membesar. Dadanya semakin terasa sesak.
"Ya sudah nak, kamu pergi lah dulu. Nanti mama dan papa akan menyusul kamu"putus Mila akhirnya memberikan Luna ijin.
"Makasih ma, mama memang mama terbaik di dunia" ucap Luna memeluk mama nya, dia langsung mengambil koper dan beberapa baju saja.
"Ma, Luna berangkat dulu" pamit nya mengecup tangan ma nya, kemudian memeluk nya erat.
"Kamu hati hati yah, jangan sampai membuat sesuatu yang tidak berguna" peringat Mila.
"Iya ma, Luna hanya butuh kejelasan. Luna tidak akan bertindak bodoh"
Luna akhirnya berangkat. Mila ikut mengantarnya ke bandara. Sebelum nya Mila sudah memberikan kabar pada suaminya tentang kepergian putrinya ke kampung. Namun, untuk alasan mengapa putri nya pulang, Mila tidak memberitahunya. Dia akan memberitahu setelah suaminya pulang kerja nanti.
"Mama, bantu jelasin sama papa yah" pinta Luna.
"Iya sayang, kami akan segera menyusul kalian" ucap Mila.
Luna mengangguk, dia segera masuk ke ruang tunggu saat mendengar peringatan pesawatnya akan segera berangkat.
"Dah ma"
"Dah sayang"
Hingga Luna menghilang, tidak terlihat oleh matanya lagi. Barulah Mila berbalik pergi meninggalkan bandara.
"Huh, ada ada saja masalah yang menimpa kamu nak. Padahal baru saja terlihat kembali bersemangat setelah 4 tahun diam" lirih Mila sedih dengan nasib putrinya.
Sementara itu, di ruangan persidangan balai desa. Seli terisak menangis, berakting sebagai korban pemerkosaan. Kedua orang tuanya telah hadir. Mereka bersikeras agar Andra bertanggung jawab. Mereka meminta Andra menikahi Seli.
Namun, Andra merasa tidak bersalah dia tidak akan menikahi Seli. Jika dia melakukan nya, maka sama saja dia mengakui kesalahan nya sendiri.
"Dasar tidak tahu malu, orang baru kaya! Mentang mentang kamu ada uang. Kamu merusak anak saya" maki Gea menunjuk Andra.
"Heh, anak kamu itu yang tidak tahu malu. Aku yakin, anak kamu yang mencoba memfitnah putra saya"bantah Dewi.
"Saya tidak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab!" Tekan Gea.
__ADS_1
Semua orang bersorak, menuntut agar Andra mau bertanggung jawab. Bahkan kepala desa malah pusing mendengar teriakan orang orang.
"Bapak bapak ibu ibu, mohon tenang. Kendalikan diri kalian!" ucap pak kepala desa.
"Tidak bisa pak, dari pada mereka terus mengotori kampung kita. Lebih baik mereka nikah!" Seru para warga .
"Benar!!"
"Benar!"
Dewi semakin panik, dia tidak akan mau jika putra nya menikahi wanita seperti Seli. Dan dia juga yakin putra nya tidak akan seperti itu.
Andra terlihat sangat santai, dia menatap para warga yang menyudutkan dirinya. Dia melirik Seli dengan tatapan jijik.
Andra merutuki dirinya, mengapa dia dulu sempat mengagumi wanita seperti Seli. Melakukan apapun demi kesenangan nya.
"Andra!" Panggil Kamil. Dia baru saja tiba, dia mendengar kabar ini dari ibu nya yang juga mendapat kabar dari orang lain.
"Ada apa ini?" Tanya Kamil lagi. Dia melihat penampilan Andra. Terlihat rapi dan bersih. Tidak seperti orang yang baru saja memperkosa orang lain.
"Lihat bapak ibu! Apa kalian tidak melihat penampilan Andra?" Teriak Kamil menunjuk Sahabat nya.
"Maksud kamu apa Kamil, jika kamu tidak tahu permasalahan nya. Maka kamu diam saja, atau pergi dari sini" serga Gea.
Tapi, Kamil mengabaikan nya. Dia hanya melirik sekilas pada Gea dan juga Seli.
"Kalian lihat lah, pakaian Andra utuh. Dia tidak membuka satu kancing pun. Bahkan pakaian nya lusuh seperti di remas."
Semua orang langsung memperhatikan baju Andra. Bahkan Dewi juga melakukan hal yang sama.
"Ini berarti Seli lah yang memaksa Andra. Lihat lah pakaian Seli, mengapa sobek di bahu. Mengapa tidak melepaskan kancingnya saja" sambung Kamil.
Semua orang mulai berbisik, mereka mulai tergoyahkan.
"Kalian tahu sendiri Seli Seperti apa? Mata duitan. Dia sengaja memfitnah Andra, agar Andra menikahinya. Dia ingin menikah dengan orang kaya. Tapi, harganya terlalu murah"
"Tutup mulut kamu yah Kamil! Jangan menghina putri ku!" Sangga Gea.
Sementara itu, Seli malah terdiam. Sesegukan tangis nya tak terdengar lagi. Dia malah jadi takut sekarang.
"Apa kalian tidak berpikir, memperkosa wanita di ruang tamu. Rumah di kelilingi oleh banyak tetangga. Bahkan pintu nya terbuka
Kenapa sih Andra tidak membawanya ke kamar saja? Atau dia bisa datang ke rumah Seli untuk melakukan nya. Bukan kah di rumah nya itu bebas asal ada uang?" Cibir Kamil berhasil melampaui dua pulau. Sembari mengungkapkan ,dia sekalian menghina Gea dan keluarga nya
"Ada benarnya juga"
"Tidak mungkin juga yah"
"Wah kacau ini"
Warga mulai berbisik bisik, mereka mulai menaruh curiga pada Seli.
__ADS_1