
Seli mengayuh sepeda nya menuju ke rumah Andra, di dalam pikiran nya. Dia memikirkan perkataan Budi tadi.
Apa benar dia yang membawa masalah untuk Andra? Apa Andra merasa kesusahan karena dia?
Seli tidak tahu, dia sangat pusing memikirkan semuanya.
"Ehh...Ehh.."
Seli menghentikan sepedanya secara mendadak ketika melihat Alex tiba-tiba berdiri di depan nya.
"Alex, kamu apa apaan sih. Kamu mau buat aku celaka huh?"
Alex tersenyum, dia berjalan mendekati kekasihnya. Membelai pipi Seli lembut.
"Sayang, aku merindukan kamu. Kenapa kamu tidak datang ke rumah ku lagi?"
"Aku sibuk, aku tidak sempat"
"Tapi, ke rumah pria itu kamu sempat?"cibir Alex.
"Tidak, aku tidak pergi menemui nya"sangkal Seli, dia tidak akan membiarkan Alex kembali mengganggu Andra.
"Kalau begitu, ayo kita berkencan"
Alex mengambil alih sepeda Seli, dia menyuruh Seli duduk di bangku belakang.
"Mau kemana Alex, aku ingin pulang" protes Seli, dia terpaksa memeluk Alex ketika pria itu mengayuh sedikit lebih cepat sepedanya.
"Kita akan pergi menikmati hidup dunia yang sangat indah Seli. Aku yakin kamu suka" jawab Alex.
Seli tidak bisa berkutik lagi, dia hanya bisa mengikuti kemana Alex membawanya.
Di dalam hati Seli, dia sangat ingin mengakhiri hubungan nya dengan Alex. Namun, dia juga mempertimbangkan bagaimana masa depan nya nanti. Jika Andra tidak mau menerima nya, apa yang harus dia lakukan.
Alex membawa Seli ke rumah nya, tapi kali ini rumah Alex terlihat ramai. Ibu dan ayah Alex ada di rumah.
"Wehh...Tumben anak ibu bawa Seli"
Seli tersenyum manis, dia Salim dengan ibu Alex dan juga ayah Alex.
"Makin cantik aja" puji ayah Alex. Seli tersipu malu, keluarga Alex memang sangat ramah kepadanya.
"Ayah, ibu, Alex mau ke kamar dulu yah. Mau pacaran" pamit Alex membuat Seli melebarkan matanya. Bagaimana mungkin ayah dan ibu Alex akan mengijinkan mereka melakukan sesuatu yang salah.
Di luar dugaan.
__ADS_1
"Oh baiklah, jangan berisik yah. Nanti ibu di garap ayah pula" balas ibu Alex tertawa renyah.
Seli semakin melebarkan matanya, sungguh keluarga yang aneh. Seli tidak percaya, ibu Alex memberikan ijin pada putranya untuk mesum di dalam kamar.
"Seli, nikmati saja yah. Alex orang nya gak kasar kok. Dia pasti membuat kamu melayang" ucap ibu Alex berbisik di akhir kalimatnya.
"Ayo"
Alex menarik tangan Seli, membawanya menaiki anak tangga menuju ke kamar nya.
"Kamu terkejut yah, dan mungkin kamu berpikir akan terbebas dari ku ketika melihat ibu dan ayah di rumah" ujar Alex terkekeh pelan.
Blam.
Pintu kamar Alex tertutup dan langsung di kunci oleh pria itu. Membuat jantung Seli berdetak kencang. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya.
Tidak ada cela untuk di selamatkan, ayah dan ibu Alex sangat mendukung keinginan putranya.
Alex memeluk Seli, menjatuhkan tubuh mereka di atas ranjang.
"Seperti yang ibu ku katakan, kamu hanya perlu menikmatinya saja" bisik Alex.
Seli tidak bis berbuat apa apa, dia hanya bisa pasrah saat Alex mulai menjelajahi tubuhnya.
"Alex, kita belum menikah. Ini tidak boleh terjadi"
Alex terus melancarkan aksinya, dia masih terus memuaskan tangan nya dari balik baju Seli. Dia belum ingin menyentuh langsung.
Sebenarnya bisa saja Alex langsung mengambil semuanya, tapi dia bukan tipe cowo seperti itu. Alex lebih suka melihat wanita yang meminta kepadanya.
Seli memejamkan matanya, berusaha untuk menahan dirinya agar tidak terbawa suasana. Bayangan Andra menggerayangi dirinya, mulai merasuk ke dalam benak Seli.
"Ahh..."
Alex tersenyum, akhirnya ******* halus lolos dari bibir Seli.
Posisi mereka saat ini, Seli terlentang di atas Alex. Dia mampu merasakan senjata tumpul milik Alex yang mulai mengembang.
"Apa yang harus aku lakukan? Sampai kapan aku akan dia lecehkan seperti ini?" Tangis Seli dalam hati.
Seli semakin lama semakin bergerak gelisah, dia mulai merasakan nikmat atas permainan Alex. Bahkan saat ini, dia yang menggila. Dia malah membalikkan tubuhnya dan membuka sendiri kancing baju nya.
Alex memang pintar menaikkan hasrat Seli. Wanita itu sudah terlihat seperti wanita murahan. Dia menyodorkan pada Alex gunung kembarnya. Menggesek gesekan pada wajah pria itu yang kini malah berpura-pura menolak.
Alex tersenyum menang, dia mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya. Kemudian memasukkan ke dalam mulut Seli.
__ADS_1
Hanya butuh 5 menit, obat yang baru saja dia masukkan langsung berekasi.
Seli semakin gila, dia terlihat sangat liar di atas Alex. Baju yang dia kenakan sudah terlepas satu persatu. Atasannya sudah terbuang di lantai.
Saat hendak membuka celananya, Alex malah menahan nya. Dia tidak mau terburu. Alex ingin mempermainkan nafsu Seli.
Sedangkan di dalam kamar Andra, pria itu terlihat sangat lelap menjelajah di alam mimpi. Dia tidak sadar, Siti memasuki kamar nya.
"Kamu sangat tampan dan gagah Andra" gumam Seli memujinya.
Dengan pelan, Siti mendekati ranjang milik Andra. Dia duduk di samping kepala Andra.
"Bibir kamu terlihat menggoda, apakah ini manis?"
Secara pelan Siti pun mulai menunduk dan menatap wajah Andra secara dekat.
"Sedikit saja, aku ingin merasakan nya Andra"
Cup.
Bibir keduanya sudah menempel, Siti memejamkan matanya dan mulai menggerakkan tubuhnya.
Andra pun tersadar, dia membuka matanya dan terkejut melihat wajah Seli sangat dekat dengan dirinya.
Andra mendorong tubuh Siti pelan, agar tautan bibir mereka terlepas.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Andra kaget. Namun, Siti tidak memperdulikan nya. Dia malah kembali menempelkan bibirnya pada bibir Andra. Berusaha merangsang pria itu agar bernafsu.
Bahkan kini Siti berada di atas tubuh Andra.
"Aku mohon, sekali saja kamu melakukan nya dengan perasaan. Aku ingin merasakan nya untuk terakhir kali. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi Andra" ucap Siti memohon.
Melihat ketidak berdayaan wanita itu, Andra pun menjadi tidak tega. Dia langsung melahap bibir Siti dan melakukan nya seperti pada Seli.
Mereka bergumul, hanya sebatas cium dan raba raba. Andra menjauhi Siti setelah merasa cukup memberikan ciuman.
"Andra" lirih Siti dengan nafas terengah. Dia membuka kancing atasnya dan memberikan hartanya pada Andra.
"Tolong puaskan aku Andra, aku tidak tahan lagi!" Mohon Siti.
Namun Andra menggeleng, di memilih untuk keluar dari kamar nya. Meninggalkan Siti yang tertunduk malu.
Hanya karena cinta, dia rela melakukan hal serendah ini. Bahkan saat ini dia terjebak di dalam gairah nafsu.
Apa yang Siti ucapakan memang benar, dia tidak akan mengganggu Andra lagi. Dia tahu Andra tidak menyukai dirinya. Jadi, Siti memilih untuk mundur.
__ADS_1
Dia merasa bersyukur, merasakan hangatnya pelukan Andra.
"Terimakasih" lirih nya pelan, dia yakin Andra tidak akan mendengar nya.