
4 Tahun Kemudian...
Seorang wanita duduk di depan kanvas putih bersiap ingin melukis. Sebentar lagi dia akan mengadakan sebuah pameran.
Wanita cantik, berwibawa dan terlihat sangat anggun. Dengan noda cat di wajah nya, membuat dia terlihat semakin menawan.
Dia adalah Luna. Putri dari Gunawan Dan Mila. Gadis yang kini menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
Setelah lulus kuliah, Luna memilih menjadi seorang seniman. Dia sangat pandai melukis, baik lukisan alam ataupun manusia.
Pandangan mata Luna sangat tajam, dia mampu melihat keindahan di belahan bumi, kemudian akan dia tuangkan dalam sebuah lukisan.
Gambar yang telah di lukis oleh Luna, semuanya memiliki makna tersendiri. Makna yang akan membuat orang melihatnya terhanyut ke dalam lukisan itu. Sekali pandang rasanya tidak akan membuat rasa puas di hati. Lukisan yang membuat candu.
Selama 4 tahun ini, Luna hidup tanpa cintam Dia tidak mau mendekati ataupun di dekati oleh pria.
Luna tetap hidup dengan sisa cinta di hati nya. Yah, dia masih mencintai Andra. Tanpa bisa menggantikan dengan cinta yang lain.
Luna yakin, cinta nya akan kembali. Meskipun itu bukan Andra. Setidaknya seorang pria yang mampu membuatnya jatuh hati seperti Andra membuatnya jatuh hati.
Andra dan Andra, yah hanya itu yang ada di benak Luna. Bahkan Luna tidak berani pulang ke kampungnya, tidak berani bertanya pada kedua orang tuanya tentang di mana Andra berada.
Luna takut, jika dia pulang ke kampung. Dia melihat Andra bersama wanita itu. Luna tidak mau melihatnya, dia tidak mau merasakan sakit hati itu lagi.
"Luna, istirahat lah nak. Kamu butuh istirahat. Kenapa kamu bekerja terus hm" Mila mengambil kuas dari tangan putrinya, kemudian meletakkan nya di bawah.
"Aduh mama, kenapa mama mengganggu sih. Aku harus menyelesaikan semua lukisan ku, sebelum pemeran di gelar"
"Aduh sayang, pemeran masih 2 hari lagi. Kamu harus istirahat. Memangnya kamu mau, sakit ketika pameran itu di adakan?" Omel Mila.
Luna mendesah pasra, dia tidak bisa membantah lagi ketika mama nya sudah mengomel begini.
"Iya iya ma, ini Luna istirahat. Apa mama puas?" Ledek nya.
Mila pun tersenyum senang, dia memeluk putri semata wayangnya. Tidak mudah bagi Luna menjalani hidupnya, dan Mila tahu itu. Dia hanya ingin putri nya bahagia. Semuanya demi kebahagiaan putrinya.
...----------------...
Di bandar udara. Kamil berdiri dengan gelisah. Dia tidak sabar ingin bertemu dengan sahabat nya.
__ADS_1
"Kamil!!!"
Kamil pun menoleh, dia melihat seorang pria yang sejak tadi dia tunggu.
Dia adalah Andra Wijaya. Pria yang 2tahun lalu lulus kuliah, kemudian mendapatkan rekomendasi kerja di perusahaan luar negeri.
Setelah 2 tahun menaungi dunia kerja di luar negeri. Kini Andra menjadi seorang arsitek terkenal. Meminta rancangan harus membayar mahal kepadanya.
Perusahaan perusahaan besar harus membayar mahal untuk mengontrak pria sukses dan cerdas seperti Andra.
"Andra!!"
Kamil langsung berlari, melompat pada Andra.
"Kamil sahabat ku!!!"
"Andra sahabat ku"
Mereka berteriak seperti orang gila, meluapkan rasa rindu yang mendalam.
"Aku senang senang, kamu akhirnya kembali" seru Kamil. Andra tersenyum membalasnya.
Mereka berangkat dari bandar udara menuju ke rumah Andra. Rumah yang dulu sederhana, kini berubah menjadi minimalis dan terlihat mewah.
Kini, Gea yang dulu nya menghina dan mencaci maki keluarga Andra. Malah menggigit jari melihat kekayaan keluarga itu.
Dia menyalahkan putrinya yang tidak berhasil menggoda Andra di kota.
Kini Andra telah sukses, wanita mana pun akan banyak mendekatinya.
Akan tetapi, semua itu tidak akan mudah. Andra sudah memiliki pagar di hatinya. Ada satu kebun yang berkembang subur di dalam sana.
Kebun itu bernama kebun Luna. Cinta Andra untuk Luna terlah berkembang di hati Andra.
Selama 4 tahun dia tidak bertemu dengan pujaan hati nya, Andra harus menelan beribu rasa rindu itu.
Setiba nya di rumah, ibu Andra tampak sangat menantikan kepulangan putranya.
Dia berdiri di depan pintu rumah, menyambut Putra nya pulang.
__ADS_1
"Ibu!!!" teriak Andra ketika dia turun dari mobil mewah nya.
Malik juga berdiri di samping istri nya. Dia merentangkan kedua tangan nya menunggu giliran nya untuk di peluk oleh putranya.
"Ayah" teriak Andra bergantian memeluk ayah nya.
Mereka mengabaikan semua orang yang kini juga melihat kearah mereka. Banyak yang tidak menyangka bahwa putra Malik Wijaya dan Dewi Wijaya telah sukses. Mereka telah kaya raya, tidak ada yang bisa menyangka hal ini terjadi.
Bahkan, sahabat nya Kamil, juga telah sukses. Andra memberi pria itu modal. Dia menyuruh sahabat nya itu membuka usaha. Dari yang awal nya kecil kecilan, hingga kini sudah menjadi berkembang dan dia ikut kaya seperti Andra.
Sungguh persahabatan yang saling menopang bahu.
"Ayo nak, kita masuk"
"iya ibu" balas Andra tersenyum.
"Hey Kamil, kamu juga masuk yah" seru Malik pada Kamil yang berdiri menatap keluarga bahagia itu.
"Oh tentu paman, aku harus masuk. Supir Andra wijaya ini harus di bawa masuk" kekeh Kamil.
Hari itu Andra habiskan bersama keluarga nya. Dia sudah sangat lama tidak pulang. Sekali pulang dia sudah sangat sukses.
Kabar ini terdengar di telinga Siti. Dia bahagia mendengar hal itu.
Saat ini, Siti sudah memiliki 2 orang anak. Dia berniat akan pergi ke rumah paman dan bibi nya itu.
Meskipun dulu dia pernah menyukai Andra. Namun, hati Siti tak sama dengan hati Seli. Dia ikhlas dan jujur. Dia tidak mata duitan. Hubunginya dengan Alex pun sangat harmonis. Mereka saling jujur dan saling mencintai.
"Bang Alex, nanti sore aku ingin ke rumah bibi Dewi yah" ucap Siti meminta ijin pada suaminya yang saat ini tengah berbaring di kasur. Sedangkan dirinya tengah duduk di depan tv.
"Terserah kamu saja, asal jangan membawa bajingan itu ke rumah kita" sahut Alex tanpa membuka mata.
"Baiklah, aku tidak akan membawanya pulang. Aku tahu kau pasti minder" canda Siti.
"Siapa bilang, dia baru sukses. Sementara aku, sudah sukses sejak lama" balas Alex tak mau kalah. Mendengar hal itu, membuat Siti semakin tertawa.
Hidup nya sangat bahagia, hartanya juga tidak berkurang. Alex orang yang bekerja keras. Berbeda ketika dia bersama Seli. dia terlihat licik dan memanfaatkan Seli.
Tapi, nyatanya. Alex orang yang baik. Dia sangat menyayangi keluarga nya.
__ADS_1
Dia bersyukur. Ketika menikah dengan Alex. Keluarga Alex menyambutnya dengan sangat baik. Dua keluarga menyatu dengan sangat harmonis.
"Mungkin inilah hikmah dari keikhlasan ku" batin Siti.